BLITAR KAWENTAR – Pedagang pernak-pernik 17 Agustusan di Kota Blitar merasakan penurunan permintaan pada momen perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini. Lampion dan lampu hias bernuansa merah putih yang biasanya mulai ramai diburu sejak Juli, hingga pertengahan Agustus masih banyak terpajang di sejumlah toko.
Kondisi tersebut membuat penjualan pernak-pernik Agustusan tidak seramai tahun-tahun sebelumnya. Salah satu pedagang bahkan mengaku hanya mampu menjual sebagian kecil stok lampu merah putih yang telah disiapkan sejak awal Juli.
Pemilik Toko Elektronik Gemilang di Jalan Mawar, Harianto, mengatakan penjualan lampu hias merah putih tahun ini jauh dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sejak awal Juli hingga pertengahan Agustus, tokonya baru menjual sekitar 10 lampu merah putih.
Baca Juga: Bakar Sampah Klobot Jagung, Gudang Pakan Bebek di Ponggok Terbakar, Kerugian Capai Rp60 Juta
Harianto mengungkapkan, dirinya sebenarnya telah mempersiapkan stok sejak awal Juli. Saat itu, dia membeli satu dus lampu hias merah putih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang perayaan kemerdekaan.
Namun, hingga pertengahan Agustus, stok tersebut belum banyak berkurang. Kondisi itu berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya ketika permintaan biasanya mulai meningkat sejak Juli.
“Awal Juli, saya belanja satu dus, tapi sampai sekarang baru laku sekitar 10 biji,” keluh Harianto.
Menurutnya, pada momen perayaan HUT RI tahun sebelumnya, penjualan lampu hias merah putih di tokonya bisa mencapai lebih dari lima dus. Bahkan, memasuki pertengahan Agustus, stok biasanya sudah habis terjual.
Tahun ini, kondisi tersebut tidak terjadi. Lampu hias yang dipajang di toko masih terlihat hingga pertengahan Agustus. Penurunan permintaan itu membuat pedagang harus menghadapi kondisi penjualan yang lebih sepi dibandingkan tahun sebelumnya.
Harianto menduga kondisi ekonomi dan kebijakan efisiensi turut memberikan dampak terhadap penjualan pernak-pernik perayaan kemerdekaan. Menurutnya, kondisi tersebut kemungkinan ikut memengaruhi masyarakat maupun instansi dalam berbelanja kebutuhan hiasan Agustusan.
Baca Juga: Viral Disebut Penemu Sound Horek, Memet Brewok Tegaskan Bukan Dirinya
Kondisi serupa juga dirasakan Toko Sri Katon. Toko tersebut memilih tidak menambah stok baru karena permintaan hingga akhir Juli masih tergolong rendah.
Penjualan lampu merah putih tahun ini lebih banyak mengandalkan sisa stok dari tahun sebelumnya. Langkah tersebut dipilih karena persediaan lama masih cukup banyak dan belum habis terjual.
Salah satu pramuniaga Toko Sri Katon, Barno, mengatakan kondisi penjualan memang masih sepi. Karena stok sebelumnya masih tersedia, toko belum memiliki alasan untuk kembali menambah persediaan.
“Stok sebelumnya masih banyak dan memang benar masih sepi,” jelas Barno.
Menurut Barno, pembeli lampu merah putih biasanya berasal dari berbagai kalangan. Di antaranya pengurus RT, perangkat kelurahan, hingga sejumlah perkantoran yang membutuhkan lampu hias untuk memeriahkan suasana menjelang perayaan kemerdekaan.
Biasanya, permintaan dari kelompok tersebut sudah mulai terlihat sebelum memasuki Agustus. Namun, tahun ini jumlah pembeli yang mencari lampu merah putih masih sedikit.
“Biasanya sebelum Agustus sudah banyak yang beli. Tahun ini yang mencari masih sedikit sekali,” katanya.
Baca Juga: Brewok Audio Siapkan Tim 13 dan Tim 4 untuk Sejumlah Karnaval, Peralatan Baru Mulai Dipasang
Para pedagang belum mengetahui secara pasti penyebab turunnya permintaan pernak-pernik Agustusan tahun ini. Mereka menduga kondisi ekonomi menjadi salah satu faktor yang membuat masyarakat maupun instansi lebih berhati-hati dalam melakukan pembelian.
Selain itu, masyarakat kemungkinan masih menggunakan lampu hias yang dibeli pada tahun-tahun sebelumnya. Kondisi tersebut membuat kebutuhan untuk membeli lampu baru menjadi lebih rendah.
Sepinya permintaan membuat pedagang memilih strategi bertahan dengan menghabiskan stok yang sudah tersedia. Mereka tidak ingin menambah persediaan baru ketika penjualan belum menunjukkan peningkatan.
Bagi pedagang pernak-pernik Agustusan di Kota Blitar, momen perayaan kemerdekaan biasanya menjadi salah satu kesempatan untuk meningkatkan penjualan. Namun, tahun ini mereka harus menghadapi kondisi berbeda karena permintaan lampu hias merah putih belum seramai tahun-tahun sebelumnya. (sub/c1/ady)
Editor : Azahra Meilisani Salma