Tim Medis Kawal Penuh BEN Carnival, 30 Nakes dan 6 Ambulans Disiagakan untuk Antisipasi Penonton Pin

Noormalady Usman • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:14 WIB
SIAP SIAGA : Mobil ambulance milik Dinkes Kota Blitar disiagakan saat pelaksanaan BEN Carnival 
Sabtu (22/8)
SIAP SIAGA : Mobil ambulance milik Dinkes Kota Blitar disiagakan saat pelaksanaan BEN Carnival Sabtu (22/8)

 

BLITAR KAWENTAR – Pelaksanaan BEN Carnival di Kota Blitar pada Sabtu (22/8) mendapat pengawalan penuh dari sisi kesehatan.

 Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Blitar menyiagakan puluhan tenaga medis dan armada ambulans untuk mengantisipasi berbagai kondisi darurat selama gelaran berlangsung.

Sebanyak 30 tenaga kesehatan dan 6 unit ambulans disiapkan untuk mengawal BEN Carnival. Seluruh personel tersebut dibagi menjadi enam tim medis yang ditempatkan di sejumlah titik strategis sepanjang rute karnaval. Penempatan dilakukan untuk mempercepat penanganan apabila terjadi kondisi darurat.

Baca Juga: Sopir Tewas Usai Pikap Terjun ke Sungai di Selopuro Blitar, Diduga Kehilangan Konsentrasi

Kabid Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan Dinkes Kota Blitar, Syaiful Kusmulyanta, menjelaskan bahwa pemetaan tim medis dilakukan mulai dari titik keberangkatan hingga lokasi finis.

Masing-masing wilayah mendapat dukungan tenaga kesehatan dan ambulans sesuai kebutuhan.

Untuk kawasan start, pengamanan medis melibatkan RSUD Mardi Waluyo dan Puskesmas Sananwetan. Sementara itu, wilayah finis mendapat pengawalan dari Puskesmas Kepanjenkidul dan Puskesmas Sukorejo.

Baca Juga: Menelusuri Istana Gebang, Rumah Bersejarah yang Menyimpan Jejak Kehidupan Bung Karno

“Untuk tim kesehatan pada event BEN Carnival, kami siapkan 6 tim dan 6 ambulans dengan total 30 tenaga kesehatan,” terang Syaiful.

Selain tim yang ditempatkan di area awal dan akhir rute, Dinkes juga menyiagakan dua tim di bagian tengah lintasan.

Posisi tersebut dipilih agar petugas dapat menjangkau lokasi kejadian dengan lebih cepat apabila membutuhkan pertolongan maupun evakuasi.

Dua posko medis di tengah lintasan berada di Jalan Seruni, tepatnya di depan Toko Restu, yang dikelola PSC 119. Satu posko lainnya berada di Jalan Veteran, depan KC BRI, dengan dukungan dari RSU Aminah.

Pengamanan kesehatan menjadi perhatian karena karakteristik rute BEN Carnival yang relatif pendek.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi menyebabkan penumpukan penonton di sejumlah lokasi. Jika massa terlalu terkonsentrasi, risiko penonton mengalami gangguan kesehatan dapat meningkat.

Baca Juga: Cara Membuat Kostum Karnaval dari Plastik Resek, Bisa Pakai Ekor Rok

Syaiful menyebut salah satu kondisi yang perlu diantisipasi adalah penonton pingsan akibat berdesakan.

Tim medis telah disiapkan di sejumlah titik agar penanganan dapat dilakukan sesegera mungkin apabila situasi tersebut terjadi.

“Untuk penonton perlu diwaspadai kejadian seperti pingsan, karena rute pendek diperkirakan membuat penonton berjubel,” ujarnya.

Baca Juga: Cara Membuat Kostum Karnaval dari Plastik Kresek Merah Putih, Lengkap dengan Rok dan Atasan

Selain penonton, kondisi fisik peserta karnaval juga menjadi perhatian. Gelaran yang berlangsung pada malam hari membuat peserta harus menunggu cukup lama sebelum memasuki lintasan.

Kondisi tersebut dapat memicu kelelahan, terutama bagi peserta yang harus mengenakan kostum atau perlengkapan selama mengikuti karnaval.

Menurut Syaiful, peserta BEN Carnival juga perlu mengantisipasi kemungkinan mengalami kram kaki dan kelelahan. Waktu tunggu sebelum start menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan.

Baca Juga: Cek Sound Horeg Terbaru 2026: Rajawali Audio, JL Musik hingga Teknologi EWS

Karena itu, keberadaan tim medis tidak hanya ditujukan untuk menangani kondisi darurat penonton.

 Petugas juga disiapkan untuk memberikan pertolongan kepada peserta apabila mengalami gangguan kesehatan sebelum maupun selama pelaksanaan karnaval.

Dengan total enam tim medis dan enam ambulans yang tersebar di sepanjang rute, Dinkes Kota Blitar berharap respons terhadap kejadian kesehatan dapat dilakukan dengan cepat.

Baca Juga: Sound Horeg Termahal di Indonesia? Kereta Trimetreme Habiskan Rp20 Miliar

Pola penempatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mengantisipasi risiko yang mungkin muncul akibat kepadatan massa dan kondisi fisik peserta.

Pengamanan kesehatan ini menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung kelancaran BEN Carnival.

 Dengan kesiapan tenaga medis di titik-titik strategis, masyarakat yang datang menyaksikan karnaval maupun peserta diharapkan dapat mengikuti rangkaian acara dengan lebih aman dan nyaman. (bud/c1/ady)

Editor : Ratna Anggi Puspita Sari
ambulans dinkes kota blitar BEN carnival Kota Blitar tim medis