MERIAH: Peserta dari SMPN 9 Blitar tampil maksimal di hadapan masyarakat yang menonton di sepanjang rute.
BLITAR KAWENTAR - BEN Carnival 2026 Kota Blitar mendapat respons positif dari masyarakat. Meski tahun ini digelar dengan konsep berbeda pada malam hari, antusiasme warga untuk menyaksikan parade budaya tetap tinggi. Sejumlah ruas jalan yang menjadi rute carnival bahkan dipadati penonton.
BEN Carnival 2026 berlangsung pada Sabtu (22/8) malam. Berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya yang digelar siang hingga sore, konsep malam hari membuat suasana parade terlihat lebih gemerlap. Warga datang bersama keluarga maupun teman untuk menyaksikan langsung berbagai penampilan peserta.
Namun, di balik kemeriahan BEN Carnival 2026, masyarakat memberikan sejumlah catatan untuk penyelenggaraan berikutnya. Salah satu yang menjadi perhatian adalah ketepatan rundown atau jadwal acara. Warga berharap rangkaian kegiatan dapat diatur lebih matang sehingga tidak berlangsung terlalu larut malam.
Baca Juga: Sekolah Belum Beri Sanksi, Pasrahkan Penanganan Kasus Bullying ke Polisi
Penonton Bisa Lebih Dekat
Selain perubahan waktu, penyelenggaraan BEN Carnival tahun ini juga memberikan akses lebih terbuka kepada masyarakat. Tidak terlihat pagar barikade yang dipasang di sepanjang rute carnival.
Kondisi tersebut membuat penonton bisa berada lebih dekat dengan peserta. Masyarakat dapat menyaksikan berbagai pertunjukan secara langsung, mulai tarian, busana khas daerah, hingga tradisi yang dibawa peserta.
Pantauan di sepanjang rute menunjukkan warga tampak antusias menunggu rombongan peserta melintas. Suasana malam juga membuat berbagai busana dan kreasi peserta terlihat semakin menarik ketika berpadu dengan pencahayaan dan suasana sekitar.
Baca Juga: Tersinggung Komentar Live TikTok, Adik Kelas Tendang Kakak Kelas hingga Viral
Bahtiar, salah seorang warga yang menyaksikan BEN Carnival 2026, menilai acara tersebut secara umum berlangsung sangat meriah. Antusiasme masyarakat yang datang menurutnya menunjukkan event tersebut masih mendapat tempat di hati warga.
Meski memberikan apresiasi, Bahtiar berharap waktu pelaksanaan dapat menjadi bahan evaluasi. Menurutnya, pengaturan jadwal perlu diperhatikan karena acara digelar malam hari dan berpotensi berlangsung hingga larut.
Dia terutama menyoroti kenyamanan masyarakat yang datang bersama keluarga. Jika rangkaian acara selesai terlalu malam, penonton yang membawa anak-anak dapat merasa kurang nyaman.
Konsep Malam Hari Tetap Mendapat Apresiasi
Bahtiar tetap mengapresiasi konsep baru BEN Carnival. Menurutnya, perubahan waktu pelaksanaan menjadi malam hari memberikan suasana berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Hal senada disampaikan Ana, warga lainnya yang turut menyaksikan parade. Dia menilai konsep malam hari memberikan daya tarik tersendiri karena busana dan berbagai kreasi peserta terlihat lebih mencolok.
Baca Juga: BEN Carnival 2026 Digelar Malam Hari, 40 Peserta Bawa Ragam Budaya Nusantara
Namun, Ana juga berharap persoalan waktu menjadi bahan evaluasi. Menurutnya, perubahan waktu menjadi malam hari jangan sampai membuat jadwal kegiatan molor dan berakhir terlalu larut.
Terlepas dari catatan tersebut, Ana menilai BEN Carnival merupakan event yang memiliki nilai positif. Parade tersebut tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga memperkenalkan keberagaman seni dan tradisi Indonesia kepada masyarakat.
Berbagai penampilan peserta menggambarkan kekayaan budaya dari Sabang hingga Merauke. Masyarakat bisa melihat secara langsung keberagaman tersebut melalui pertunjukan yang dikemas dalam parade budaya.
Jadi Bahan Edukasi Anak
BEN Carnival juga dinilai memiliki nilai edukasi, terutama ketika disaksikan anak-anak. Mereka bisa mendapatkan pengalaman langsung untuk mengenal budaya bangsa yang selama ini mungkin hanya diketahui melalui buku atau pembelajaran di sekolah.
Ana menilai pengalaman tersebut dapat menjadi bahan pembelajaran bagi generasi muda. Dengan melihat langsung berbagai kesenian dan tradisi, anak-anak diharapkan tidak hanya mengetahui, tetapi juga tertarik mengenal dan melestarikan budaya Indonesia.
Secara umum, perubahan konsep BEN Carnival 2026 mendapat sambutan positif masyarakat. Gelaran malam hari mampu menghadirkan suasana berbeda dan lebih meriah. Akses penonton yang lebih terbuka juga membuat masyarakat dapat menikmati parade dari jarak lebih dekat.
Meski demikian, evaluasi mengenai ketepatan waktu menjadi catatan penting untuk penyelenggaraan berikutnya. Masyarakat berharap konsep malam hari tetap dipertahankan dengan pengaturan rundown yang lebih baik sehingga kemeriahan BEN Carnival tidak mengurangi kenyamanan penonton.
Editor : Aprillita Saskia Azzahrah Putri Kurniawan