BLITAR KAWENTAR – SDI Ma’arif Plosokerep, Kota Blitar, terus mengembangkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga pembentukan karakter siswa. Melalui berbagai kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler, sekolah berupaya membekali siswa dengan ilmu pengetahuan, keterampilan, serta nilai-nilai keagamaan.
Upaya tersebut terlihat dalam berbagai kegiatan yang digelar sekolah. Salah satunya melalui perlombaan untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia pada 18–19 Agustus lalu. Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang hiburan, tetapi juga dimanfaatkan sebagai sarana melatih kebersamaan, kekompakan, dan konsentrasi siswa.
Kepala SDI Ma’arif Plosokerep, M. Syaiful Munib SPd, mengatakan kegiatan seperti itu menjadi bagian dari proses pendidikan karakter yang terus dibangun sekolah. Menurutnya, proses pendidikan tidak harus selalu berlangsung di ruang kelas melalui buku dan materi pelajaran.
“Selain untuk memeriahkan kemerdekaan, kegiatan ini penting untuk melatih kekompakan dan konsentrasi anak-anak. Mereka belajar bekerja sama, mengikuti aturan, sekaligus menikmati prosesnya,” kata Munib.
Padukan Pendidikan Internasional dan Karakter Religius
Konsep pendidikan di SDI Ma’arif Plosokerep sejalan dengan tagline sekolah, yakni “Internasional dalam Ilmu, Religius dalam Karakter.” Melalui konsep tersebut, sekolah berupaya memadukan kemampuan akademik dengan pembentukan karakter dan nilai-nilai keagamaan.
Baca Juga: Kisah dr. Wiwi Rahayu, Dokter Aesthetic Muda Asal Blitar yang Padukan Seni dan Ilmu Medis
Salah satu program yang diterapkan adalah International Class Program (ICP) yang mengacu pada Australian Curriculum (AC) di bawah lisensi Educational Assessment Australia (EAA) dari University of New South Wales (UNSW). Selain pembelajaran mata pelajaran umum, siswa juga mendapatkan berbagai kegiatan pendukung untuk memperluas pengalaman belajar.
Pembelajaran juga tidak hanya dilakukan di dalam kelas. Sekolah rutin menggelar outing class setiap semester. Melalui kegiatan tersebut, siswa diajak melihat dan mengalami secara langsung berbagai hal di luar lingkungan sekolah sehingga pengalaman belajar menjadi lebih beragam.
Kemampuan bahasa Inggris siswa turut mendapatkan perhatian. SDI Ma’arif Plosokerep bekerja sama dengan Gang Keminggris untuk membiasakan siswa menggunakan bahasa Inggris. Program tersebut menjadi penguatan terhadap materi bahasa Inggris yang telah diterima siswa dalam kegiatan pembelajaran di sekolah.
Tetap Kenalkan Budaya Lokal
Meski mengusung orientasi internasional, sekolah tetap berupaya mempertahankan pengenalan terhadap budaya lokal. Salah satunya melalui pembelajaran bahasa Jawa yang diarahkan untuk menanamkan budaya santun kepada siswa.
Munib menegaskan, wawasan luas perlu berjalan beriringan dengan pemahaman terhadap budaya sendiri. Karena itu, siswa tetap diarahkan agar mengenal budaya dan memiliki karakter serta kesantunan dalam kehidupan sehari-hari.
Di sisi lain, pendidikan keagamaan juga menjadi salah satu target utama sekolah. SDI Ma’arif Plosokerep menargetkan siswa yang lulus memiliki kemampuan khatam Alquran 30 juz bin nadzri bersanad. Proses tersebut dilakukan dengan pemantauan dan pendampingan guru.
Bakat Siswa Diasah lewat Ekstrakurikuler
Pembentukan karakter dan pengembangan bakat siswa juga dilakukan melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Siswa dapat mengikuti hadrah, taekwondo, sepak bola, maupun tari sesuai minat dan bakatnya. Sementara itu, pramuka menjadi ekstrakurikuler wajib bagi seluruh siswa.
Untuk menunjang proses belajar, sekolah juga berupaya menyediakan lingkungan yang nyaman dan representatif. Fasilitas yang tersedia antara lain ruang kelas, laboratorium komputer, serta tempat ibadah.
Baca Juga: Pemberontakan PETA, Ilmu Spiritual, dan Hilangnya Sang Pahlawan
Bagi SDI Ma’arif Plosokerep, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari banyaknya materi yang dikuasai siswa. Kemampuan bekerja sama, berkonsentrasi, berkomunikasi, mengenal budaya, hingga membangun kedekatan dengan nilai-nilai agama juga menjadi bagian penting dalam proses pendidikan.
Sekolah berharap lulusan SDI Ma’arif Plosokerep tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang religius, santun, percaya diri, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Editor : Regina Gavin Agata