Target Kunjungan Makam Bung Karno Diprediksi Naik Jadi 250 Ribu Setelah Dibuka 24 Jam, Peziarah Kini

Noormalady Usman • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 12:00 WIB
   LAYANAN 24 JAM : Pengunjung mengambil suasana di kawasan Makam Bung Karno Kota Blitar lewat gawainya
LAYANAN 24 JAM : Pengunjung mengambil suasana di kawasan Makam Bung Karno Kota Blitar lewat gawainya

 

BLITAR KAWENTAR – Pembukaan Makam Bung Karno (MBK) selama 24 jam diprediksi membawa perubahan terhadap pola kunjungan wisata religi di Kota Blitar. Peziarah dari luar daerah kini memiliki pilihan waktu yang lebih fleksibel untuk berziarah, termasuk pada malam hari.

Perubahan jam layanan Makam Bung Karno tersebut juga diperkirakan berdampak pada peningkatan jumlah kunjungan.

 Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Blitar memproyeksikan jumlah peziarah yang datang dalam setahun dapat meningkat dari target sebelumnya sekitar 221 ribu menjadi sekitar 250 ribu kunjungan.

Baca Juga: Armada KMP Kota Blitar Belum Lengkap, Masih Tunggu Truk dan Sepeda Motor, Bakal Jadi Aset Pemkot

Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Blitar Rike Rochmawati mengatakan, sebelum layanan 24 jam diberlakukan, target kunjungan ke MBK berada di kisaran 221 ribu orang per tahun.

Setelah kawasan makam dibuka sepanjang hari, angka tersebut diperkirakan mengalami kenaikan.

“Kalau sebelumnya target kunjungan sekitar 221 ribu, dengan dibukanya makam 24 jam, kami memperkirakan bisa meningkat menjadi sekitar 250 ribu,” ujar Rike.

Baca Juga: BEN Carnival 2026 Tak Sekadar Karnaval, Jadi Ajang Promosi Wisata dan Gerakkan Industri Kreatif

Rike menjelaskan, mayoritas rombongan peziarah yang berkunjung ke Makam Bung Karno berasal dari luar daerah. Mereka antara lain datang dari Jawa Barat, Banten hingga Sumatra.

Kondisi tersebut membuat fleksibilitas waktu menjadi salah satu faktor penting dalam pelayanan wisata religi di MBK. Jarak perjalanan yang ditempuh masing-masing rombongan berbeda.

Dengan layanan 24 jam, peziarah yang memiliki waktu tempuh panjang kini mempunyai pilihan lebih banyak untuk menentukan waktu kedatangan.

Pembukaan layanan sepanjang hari juga memungkinkan rombongan yang tiba di Kota Blitar pada malam hari tetap memiliki kesempatan untuk melakukan ziarah.

 Perubahan ini menjadi salah satu alasan pemerintah daerah memprediksi adanya peningkatan jumlah kunjungan.

Meski demikian, tidak seluruh fasilitas di kawasan MBK dibuka selama 24 jam. Layanan sepanjang hari tersebut hanya berlaku untuk kawasan makam. Sementara itu, fasilitas perpustakaan tetap tidak dibuka sepanjang waktu.

Baca Juga: Antusiasme Warga Saksikan BEN Carnival 2026, tapi Ada Catatan soal Acara yang Terlalu Larut

Untuk memastikan pelayanan tetap berjalan, pengelola juga menyiapkan petugas dengan sistem kerja bergantian. Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin mengatakan, petugas akan dibagi dalam beberapa sif untuk melayani aktivitas wisata di kawasan MBK.

“Nantinya akan dibagi per sif untuk wisata MBK,” katanya.

Sistem tersebut diterapkan agar pelayanan tetap tersedia sepanjang hari tanpa mengabaikan kebutuhan operasional petugas. Dengan adanya pembagian sif, aktivitas kunjungan di kawasan makam dapat tetap dipantau meskipun berlangsung pada waktu malam.

Baca Juga: Sekolah Belum Beri Sanksi, Pasrahkan Penanganan Kasus Bullying ke Polisi

Pemerintah Kota Blitar juga tetap memperhatikan aspek ketertiban selama layanan 24 jam diterapkan. Terlebih, jumlah pengunjung diprediksi meningkat setelah adanya perubahan jam layanan.

Rike menyebut pembukaan kawasan Makam Bung Karno selama 24 jam telah mendapat izin dari Megawati.

Dalam pelaksanaannya, aktivitas ziarah tetap diminta berlangsung secara tertib, terutama ketika jumlah pengunjung mengalami peningkatan.

Baca Juga: BEN Carnival 2026 Digelar Malam Hari, 40 Peserta Bawa Ragam Budaya Nusantara

Pemerintah menilai fleksibilitas waktu kunjungan harus tetap diimbangi dengan pengaturan di lapangan. Sebab, peziarah dapat datang pada waktu yang berbeda-beda, termasuk malam hari.

“Yang dibuka 24 jam hanya kawasan makam. Untuk perpustakaan tidak. Kami juga tetap memperhatikan ketertiban karena kunjungan bisa datang kapan saja,” pungkas Rike.

Dengan perubahan tersebut, Makam Bung Karno kini memberikan pilihan waktu kunjungan yang lebih luas bagi peziarah.

Baca Juga: Tersinggung Komentar Live TikTok, Adik Kelas Tendang Kakak Kelas hingga Viral

Pemerintah Kota Blitar berharap kemudahan akses waktu tersebut dapat mendorong peningkatan kunjungan wisata religi sekaligus tetap menjaga ketertiban di kawasan makam. (bud/c1/sub)

Editor : Ratna Anggi Puspita Sari
kunjungan peziarah wisata religi blitar makam bung karno MBK Kota Blitar