BLITAR KAWENTAR – Potensi Kali Lahar di WENTARUdanawu mulai dilirik sebagai salah satu kawasan yang bisa dikembangkan menjadi destinasi wisata berbasis alam. Salah satu titik yang berada di Desa Karanggondang, Kecamatan Udanawu, memiliki suasana asri dengan aliran air yang relatif jernih, bebatuan, serta pepohonan rindang di sepanjang tepian.
Potensi Kali Lahar di Udanawu tersebut dinilai memiliki daya tarik tersendiri. Gemericik air yang mengalir di antara bebatuan berpadu dengan suasana teduh dari pepohonan di sekitarnya. Kondisi itu membuat kawasan Kali Lahar tidak sekadar menjadi jalur air yang melintasi wilayah desa, tetapi juga memiliki kemungkinan untuk dimanfaatkan sebagai ruang rekreasi.
Bagi Pemerintah Desa Karanggondang, Kali Lahar di Udanawu memiliki karakter alami yang menarik untuk dikembangkan. Namun, pengembangan tersebut diharapkan tetap mempertahankan kondisi lingkungan yang sudah ada.
Baca Juga: Armada KMP Kota Blitar Belum Lengkap, Masih Tunggu Truk dan Sepeda Motor, Bakal Jadi Aset Pemkot
Kepala Desa Karanggondang Rudi Puryono mengatakan, kondisi Kali Lahar menjadi salah satu alasan munculnya gagasan untuk mengembangkan kawasan tersebut. Aliran air yang relatif jernih dan tidak terlalu dalam menjadi nilai tambah.
“Di sana airnya masih jernih dan tidak terlalu dalam. Kemudian ada pohon-pohon yang cukup rindang sehingga suasananya teduh. Kalau ditata dengan baik, saya kira tempat ini punya daya tarik,” katanya.
Keberadaan pepohonan di sekitar aliran sungai juga memberikan suasana berbeda. Warga maupun pengunjung nantinya dapat menikmati lingkungan alami tanpa harus pergi jauh dari kawasan permukiman.
Kondisi tersebut menjadi modal awal bagi desa untuk melihat kemungkinan pengembangan kawasan Kali Lahar sebagai salah satu potensi lokal. Penataan tidak harus dilakukan secara berlebihan, melainkan dapat dimulai melalui perawatan lingkungan dan penyediaan fasilitas pendukung secara bertahap.
Baca Juga: BEN Carnival 2026 Tak Sekadar Karnaval, Jadi Ajang Promosi Wisata dan Gerakkan Industri Kreatif
Rudi menegaskan, rencana pengembangan kawasan tersebut perlu dilakukan dengan tetap menjaga suasana alami Kali Lahar. Menurutnya, karakter lingkungan yang sudah terbentuk justru menjadi salah satu daya tarik utama yang perlu dipertahankan.
“Yang penting jangan sampai menghilangkan suasana alaminya. Kalau dikelola dan dirawat dengan baik, saya yakin bisa menambah warna bagi Desa Karanggondang,” ujarnya.
Karena itu, penataan kawasan dapat diarahkan pada hal-hal yang mendukung kenyamanan pengunjung tanpa mengubah kondisi alam secara berlebihan. Perawatan lingkungan juga menjadi bagian penting agar kawasan tetap bersih dan nyaman.
Bagi pemerintah desa, potensi tersebut bukan hanya berkaitan dengan kemungkinan menghadirkan tempat wisata baru. Pengembangan Kali Lahar juga diharapkan dapat membuka peluang keterlibatan masyarakat sekitar.
Jika nantinya berkembang menjadi lokasi kunjungan, masyarakat dapat mengambil peran melalui berbagai aktivitas ekonomi. Misalnya usaha kuliner, penyediaan fasilitas sederhana, maupun kegiatan lain yang sesuai dengan karakter kawasan.
Dengan begitu, pengembangan wisata Kali Lahar diharapkan tidak hanya memberikan ruang rekreasi bagi masyarakat, tetapi juga menciptakan manfaat ekonomi secara langsung bagi warga Desa Karanggondang.
Baca Juga: Antusiasme Warga Saksikan BEN Carnival 2026, tapi Ada Catatan soal Acara yang Terlalu Larut
Konsep tersebut sejalan dengan upaya pemerintah desa untuk mengembangkan potensi lokal tanpa menghilangkan identitas lingkungan. Keberadaan sungai, pepohonan, serta suasana alami dapat menjadi kekuatan utama yang ditawarkan kepada pengunjung.
Kali Lahar yang selama ini lebih banyak dipandang sebagai jalur air perlahan mulai dilihat dari sisi lain. Alirannya yang tenang dan lingkungan yang masih rindang membuka peluang bagi Desa Karanggondang untuk memiliki alternatif pengembangan potensi desa.
Meski demikian, pengembangan kawasan tetap membutuhkan pengelolaan dan perawatan yang baik. Pemerintah desa berharap apabila rencana tersebut dapat direalisasikan, masyarakat menjadi pihak yang ikut merasakan manfaatnya.
“Kalau memang bisa dikembangkan, kami ingin masyarakat yang nantinya ikut merasakan manfaatnya,” pungkas Rudi. (hai/c1/sub)
Editor : Azahra Meilisani Salma