Museum Peta Kota Blitar Masih Menunggu Anggaran Pusat, Pemkot Tetap Rawat Bangunan dan Hidupkan Kawa

Noormalady Usman • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 15:06 WIB
Ilustrasi kawasan Museum Peta Kota Blitar yang masih menunggu dukungan anggaran dari pemerintah pusat untuk pengembangan. Sembari menanti kepastian anggaran, Pemkot Blitar tetap melakukan perawatan bangunan dan menghidupkan kawasan melalui aktivitas Pojok Kopi serta food truck.
Ilustrasi kawasan Museum Peta Kota Blitar yang masih menunggu dukungan anggaran dari pemerintah pusat untuk pengembangan. Sembari menanti kepastian anggaran, Pemkot Blitar tetap melakukan perawatan bangunan dan menghidupkan kawasan melalui aktivitas Pojok Kopi serta food truck.

BLITAR KAWENTAR – Pengembangan Museum Peta Kota Blitar masih menunggu dukungan anggaran dari pemerintah pusat. Meski demikian, Pemerintah Kota Blitar tidak membiarkan kawasan tersebut tanpa aktivitas. Pemeliharaan bangunan tetap dilakukan secara berkala, sementara area taman museum mulai dihidupkan melalui kegiatan ekonomi kreatif dan kuliner.

Rencana pengembangan Museum Peta Kota Blitar mengacu pada masterplan yang telah disusun. Kawasan yang direncanakan sebagai bagian dari pengembangan museum tersebut mencakup bekas SMP Negeri 3 dan SMP Negeri 5.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Blitar Rike Rochmawati mengatakan, saat ini pihaknya mulai menjajaki peluang dukungan pendanaan dari pemerintah pusat. Namun, hingga kini belum ada suntikan anggaran yang diterima untuk pengembangan bangunan.

Baca Juga: ⁠Pemkot Blitar Percepat Bangun Museum PETA, Wali Kota Segera Ajukan Kembali Anggaran ke Pusat

“Untuk bangunan, sejauh ini masih belum ada suntikan atau support anggaran dari pusat. Kami mencoba mencari bantuan dari pusat karena sesuai masterplan kawasan ini akan digunakan atau dimanfaatkan sebagai museum,” ujarnya.

Pemkot Blitar Tetap Rawat Bangunan

Sembari menunggu kepastian anggaran pusat, Pemkot Blitar tetap melakukan pemeliharaan terhadap bangunan di kawasan Museum Peta. Perawatan dilakukan secara berkala agar kondisi bangunan tetap terjaga.

Baca Juga: Museum PETA Bogor, Penjaga Sejarah Perjuangan Tentara Pembela Tanah Air

Pemeliharaan tersebut meliputi pengecatan hingga pembersihan kawasan. Langkah ini dilakukan agar bangunan tidak terbengkalai selama proses pencarian dukungan anggaran untuk pengembangan kawasan masih berlangsung.

“Yang bisa kami lakukan sementara adalah pemeliharaan. Jadi bangunannya tetap kami rawat sambil kami mencari peluang dukungan anggaran untuk pengembangannya,” kata Rike.

Pengembangan Museum Peta menjadi salah satu agenda yang terus didorong Disbudpar Kota Blitar. Dukungan anggaran dari pemerintah pusat diharapkan dapat memberikan kepastian terhadap realisasi pengembangan kawasan sesuai dengan masterplan yang telah disiapkan.

Kawasan tersebut nantinya akan dimanfaatkan sebagai museum. Karena itu, dukungan pendanaan menjadi salah satu faktor penting dalam merealisasikan rencana pengembangan bangunan dan kawasan Museum Peta Kota Blitar.

Pojok Kopi dan Food Truck Hidupkan Kawasan

Selain menjaga kondisi bangunan, Disbudpar Kota Blitar juga berupaya memastikan kawasan taman Museum Peta tetap memiliki aktivitas. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melibatkan pelaku usaha kuliner dan ekonomi kreatif.

Area Pojok Kopi kini diisi oleh pelaku usaha kuliner. Sementara itu, sejumlah food truck juga beraktivitas di Plaza Museum Peta.

Baca Juga: Mengenal Jejak Sejarah Pemberontakan Peta di Blitar Melalui Museum PETA

Pengisian aktivitas tersebut menjadi upaya untuk menghidupkan kawasan sambil menunggu rencana pengembangan museum dapat direalisasikan. Menurut Rike, pengelolaan kawasan tidak harus menunggu seluruh pembangunan museum selesai terlebih dahulu.

“Kawasan tamannya juga kami coba hidupkan. Ada pelaku ekonomi kreatif yang mengisi Pojok Kopi dan beberapa food truck di plaza. Sambil menunggu pengembangan museum, aktivitas di kawasan tetap berjalan,” katanya.

Dengan adanya aktivitas tersebut, kawasan Museum Peta tidak hanya dipertahankan secara fisik melalui pemeliharaan bangunan, tetapi juga tetap memiliki kegiatan yang berlangsung di area sekitarnya.

Baca Juga: Rampung Tahap Pertama, Taman Plaza Kota Blitar Jadi Ruang Publik Baru Multifungsi di Kawasan Museum PETA

Keberadaan pelaku ekonomi kreatif dan usaha kuliner diharapkan dapat mengisi kawasan selama proses pengembangan museum masih menunggu dukungan anggaran dari pemerintah pusat.

Menunggu Kepastian Dukungan Pusat

Rike berharap upaya yang dilakukan Pemkot Blitar untuk memperoleh dukungan pendanaan dari pemerintah pusat dapat segera memperoleh kepastian. Anggaran tersebut diperlukan untuk mendorong pengembangan Museum Peta sesuai rencana yang telah dituangkan dalam masterplan.

Apabila pengembangan Museum Peta dapat direalisasikan, kawasan tersebut diharapkan memiliki fungsi yang lebih optimal. Kehadiran museum juga diharapkan mampu menjadi salah satu daya tarik bagi masyarakat dan pengunjung yang datang ke Kota Blitar.

Pengembangan kawasan Museum Peta nantinya diharapkan tidak hanya meningkatkan fungsi bangunan dan kawasan, tetapi juga menarik lebih banyak kunjungan ke Kota Blitar.

“Sementara menunggu dukungan anggaran, yang penting bangunan tetap dirawat dan aktivitas kawasan terus berjalan,” demikian upaya yang saat ini ditempuh Pemkot Blitar melalui pemeliharaan bangunan serta pengisian aktivitas di kawasan museum.

Disbudpar Kota Blitar kini terus mencari peluang dukungan pendanaan agar rencana pengembangan Museum Peta dapat berjalan. Hingga kepastian anggaran diperoleh, Pemkot Blitar memilih tetap menjaga bangunan sekaligus menghidupkan kawasan melalui aktivitas ekonomi kreatif dan kuliner.

Editor : Regina Gavin Agata
Museum Peta Kota Blitar anggaran pemerintah pusat Rike Rochmawati wisata kota blitar disbudpar kota blitar