Pemkab dan Pengusaha Blitar Salurkan Bantuan Logistik Pangan Rp 300 Juta untuk Korban NTT

Fajar Rahmad Ali Wardana • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 10:47 WIB
Pemkab Blitar kirim bantuan untuk korban bencana alam di NTT
Pemkab Blitar kirim bantuan untuk korban bencana alam di NTT

 

Blitar – Kepedulian terhadap korban bencana alam kembali ditunjukkan masyarakat dan pelaku usaha di Kabupaten Blitar. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta berbagai asosiasi pengusaha memberangkatkan bantuan logistik senilai kurang lebih Rp 300 juta untuk warga terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pemberangkatan bantuan pangan darurat tersebut dilepas secara resmi dari Kanigoro menuju posko penampungan BPBD Provinsi Jawa Timur di Surabaya, sebelum dikirimkan ke kawasan Flores, NTT.

Bupati Blitar, Rijanto menyampaikan apresiasinya atas keterlibatan aktif pengusaha lokal, koperasi, dan elemen masyarakat yang bergerak cepat mengumpulkan bantuan bahan pokok di tengah situasi sulit.

"Bantuan ini dikumpulkan secara spontan dari pengusaha peternak, penggilingan padi, hingga produsen gula dan susu di Kabupaten Blitar. Total nilai nominal bantuan ini mencapai sekitar Rp 300 juta. Seluruh logistik dikirim ke BPBD Jatim untuk selanjutnya disalurkan ke NTT," ujar Rijanto saat ditemui usai pelepasan bantuan, Selasa (25/8).

Baca Juga: Barongan Kucingan Blitar Tetap Eksis, Maestro 91 Tahun Tampil Memukau dan Bupati Rijanto Dorong Jadi Warisan Budaya Nasional

Bantuan yang dikirimkan berfokus pada bahan pangan siap saji dan kebutuhan pokok darurat guna menunjang gizi para pengungsi di lokasi bencana.

Rincian bantuan logistik pangan yang disalurkan meliputi Telur Ayam sebanyak 8.778 kilogram (8,7 ton) dari Koperasi Peternak Ayam Petelur dan pengusaha lokal. Ada beras dengan 2,65 ton (2.650 kg) dari Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi. Lalu, ada gula pasir  2 ton dari PT RMI serta PTPN/SGN (Mojopanggung dan Madukismo). Susu Kemasan 627 dus dari KUD Semen dan deretan pengusaha lokal. Bahkan sambal Pecel Khas Blitar sebanyak 356,5 kilogram dan Mi Instan 10 kardus.

Rijanto menguraikan, pemilihan pasokan telur ayam dalam jumlah besar serta sambal pecel khas Blitar didasari atas pertimbangan kepraktisan konsumsi di area pengungsian. Sambal pecel dinilai sebagai bahan pangan yang tahan lama, mudah disajikan, serta kaya gizi.

Baca Juga: UMKM Kabupaten Blitar Unjuk Gigi di Alun-Alun Kanigoro, Bupati Rijanto Ajak Warga Bela dan Beli Produk Lokal

Mengingat daya tahan komoditas telur yang terbatas, Pemkab Blitar berharap pendistribusian dari armada BPBD Jatim menuju titik bencana di Flores dapat berjalan cepat dan tepat waktu.

"Sambal pecel dipilih karena merupakan pangan praktis, siap makan, dan menjadi produk khas Blitar. Kami berharap proses pengiriman dari Surabaya ke NTT berjalan lancar agar seluruh bantuan pangan, terutama telur, dapat segera dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan gizi saudara-saudara kita di sana," pungkasnya.

Editor : Fajar Rahmad Ali Wardana
korban gempa NTT pengusaha telur Pemkab Blitar bencana alam