BLITAR KAWENTAR – Kondisi jalan penghubung Kecamatan Gandusari menuju Wlingi di Desa Butun, Kecamatan Gandusari, memprihatinkan. Ruas jalan sepanjang sekitar 1 kilometer tersebut mengalami kerusakan parah dan telah berlangsung selama bertahun-tahun.
Jalan yang seharusnya menjadi akses alternatif bagi masyarakat itu kini lebih banyak dipenuhi batu dan debu. Kondisi permukaan jalan yang tidak layak tersebut membuat pengguna kendaraan harus meningkatkan kewaspadaan saat melintas.
Kerusakan jalan semakin terasa ketika musim hujan tiba. Air hujan yang mengalir dari kawasan sekitar membuat permukaan jalan berubah dan menyerupai aliran sungai. Kondisi tersebut membuat warga yang setiap hari menggunakan akses itu harus ekstra hati-hati.
“Apalagi jika hujan deras, permukaan jalan menjadi licin,” ujar Satrio, warga setempat.
Baca Juga: Pemkab dan Pengusaha Blitar Salurkan Bantuan Logistik Pangan Rp 300 Juta untuk Korban NTT
Bagi masyarakat, keberadaan jalan tersebut sebenarnya memiliki peran penting. Selain menjadi jalur penghubung antarkawasan, akses itu dapat memangkas waktu perjalanan warga dari wilayah Gandusari yang hendak menuju Wlingi maupun sebaliknya.
Namun, kerusakan yang terjadi membuat fungsi jalan sebagai akses alternatif belum bisa dimanfaatkan secara optimal. Warga yang menginginkan perjalanan lebih nyaman terpaksa memilih jalur lain meskipun harus menempuh perjalanan lebih jauh.
Kondisi tersebut juga menjadi perhatian masyarakat karena kerusakan jalan telah berlangsung cukup lama. Warga berharap persoalan infrastruktur itu segera mendapatkan penanganan agar akses transportasi di wilayah tersebut kembali nyaman digunakan.
Kerusakan jalan yang tak kunjung mendapatkan perhatian juga memicu keresahan warga. Masyarakat setempat bahkan beberapa kali menggelar aksi protes sebagai bentuk kekecewaan.
Salah satu bentuk protes dilakukan dengan menanam pohon pisang di tengah jalan. Aksi tersebut menjadi simbol kritik warga terhadap kondisi ruas jalan yang selama bertahun-tahun belum mendapatkan perbaikan seperti yang diharapkan.
Bagi warga, kerusakan jalan bukan sekadar persoalan kenyamanan. Jalur tersebut digunakan masyarakat dalam aktivitas sehari-hari sehingga kondisi permukaan yang rusak berpotensi menghambat mobilitas.
Terlebih saat hujan turun, kondisi jalan menjadi lebih sulit dilalui. Permukaan yang licin dapat meningkatkan risiko pengguna kendaraan terjatuh atau mengalami kecelakaan.
Warga berharap pemerintah tidak hanya melihat kerusakan tersebut sebagai persoalan infrastruktur, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan mobilitas masyarakat yang menggunakan jalur Gandusari-Wlingi setiap hari.
Baca Juga: Siswa G Dikenakan Wajib Lapor, Terduga Pelaku Bullying Kakak Kelas di Wlingi
Perbaikan dinilai penting untuk mengembalikan fungsi jalan sebagai akses alternatif yang dapat memperlancar perjalanan masyarakat. Kondisi jalan yang lebih baik juga diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna kendaraan.
Selain mendukung mobilitas warga, jalur tersebut dinilai memiliki potensi untuk menunjang aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah Gandusari dan Wlingi. Akses yang mudah tentu akan membantu masyarakat dalam menjalankan berbagai kegiatan, termasuk aktivitas perdagangan dan pekerjaan.
Karena itu, warga berharap pemerintah segera memberikan perhatian terhadap ruas jalan di Desa Butun tersebut. Mereka ingin jalan yang selama ini menjadi akses alternatif itu dapat kembali berfungsi dengan baik dan tidak terus dibiarkan dalam kondisi rusak. (ynu/c1/sub)
Editor : Azahra Meilisani Salma