BEN Carnival 2026 Molor hingga Dua Jam, DPRD Kota Blitar Desak Disbudpar Evaluasi Total

Noormalady Usman • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 12:11 WIB
FAJAR RAHMAD AW/RADAR BLITAR
WAJIB DIEVALUASI: Peserta BEN Carnival 2026 menunjukkan aksinya di depan panggung tamu undangan atau di panggung start, Sabtu (22/8).
FAJAR RAHMAD AW/RADAR BLITAR
WAJIB DIEVALUASI: Peserta BEN Carnival 2026 menunjukkan aksinya di depan panggung tamu undangan atau di panggung start, Sabtu (22/8).

 

BLITAR KAWENTAR - BEN Carnival 2026 yang digelar di Kota Blitar menyisakan catatan terkait manajemen waktu pelaksanaan. Agenda yang seharusnya dimulai sesuai jadwal justru mengalami keterlambatan hingga sekitar dua jam. Kondisi tersebut membuat warga dan pengunjung yang telah menunggu di sepanjang rute kecewa.

Sorotan terhadap BEN Carnival 2026 tersebut turut datang dari anggota DPRD Kota Blitar. Pemerintah daerah diminta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan agenda tahunan tersebut agar persoalan serupa tidak kembali terjadi pada pelaksanaan berikutnya.

Sesuai rundown, pelaksanaan Blitar Ethnic National (BEN) Carnival dijadwalkan dimulai pukul 19.00 WIB. Namun, rombongan peserta baru mulai keluar dari panggung sekitar pukul 20.00 WIB. Keterlambatan tersebut menjadi perhatian karena masyarakat telah berkumpul dan menunggu cukup lama di sepanjang jalan.

Baca Juga: BEN Carnival 2026 Tak Sekadar Karnaval, Jadi Ajang Promosi Wisata dan Gerakkan Industri Kreatif

Manajemen Waktu Jadi Sorotan

Anggota DPRD Kota Blitar Nuhan Eko Wahyudi mengaku kecewa terhadap pelaksanaan karnaval tahun ini. Dia menilai kualitas penyelenggaraan justru mengalami penurunan, terutama dalam persoalan ketepatan waktu.

Menurut Nuhan, pelaksanaan event dengan skala besar seperti BEN Carnival seharusnya memiliki manajemen waktu yang lebih matang. Rundown yang telah disusun perlu menjadi acuan agar masyarakat yang datang sebagai penonton tidak dirugikan.

Dia menilai keterlambatan dalam hitungan jam bukan lagi persoalan kecil. Apalagi BEN Carnival menggunakan anggaran daerah dan memiliki tujuan untuk mendatangkan wisatawan, meningkatkan citra Kota Blitar, sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.

Karena itu, Nuhan meminta dinas terkait melakukan evaluasi total terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.

Baca Juga: Antusiasme Warga Saksikan BEN Carnival 2026, tapi Ada Catatan soal Acara yang Terlalu Larut

Anggaran Daerah Harus Beri Dampak

BEN Carnival bukan hanya menjadi agenda hiburan. Kegiatan tersebut juga diharapkan mampu memberikan dampak terhadap sektor ekonomi dan pariwisata Kota Blitar.

Masyarakat dan wisatawan yang hadir menjadi bagian penting dalam keberhasilan kegiatan. Karena itu, kenyamanan penonton perlu menjadi salah satu perhatian utama panitia.

Nuhan menilai keterlambatan panjang justru berpotensi memberikan kesan kurang baik kepada wisatawan. Menurutnya, apabila undangan sudah ditentukan pada jam tertentu, keterlambatan seharusnya masih berada dalam batas toleransi yang wajar.

Dia menegaskan, evaluasi tidak hanya diperlukan untuk mengetahui penyebab keterlambatan, tetapi juga untuk memperbaiki sistem penyelenggaraan pada tahun berikutnya.

Baca Juga: BEN Carnival 2026 Digelar Malam Hari, 40 Peserta Bawa Ragam Budaya Nusantara

Atraksi Peserta Diminta Merata

Selain persoalan waktu, Nuhan juga menyoroti teknis peragaan peserta di sepanjang rute karnaval. Menurut dia, kemeriahan BEN Carnival masih terlalu terpusat di depan panggung utama.

Kondisi tersebut membuat penonton yang berada di sepanjang rute tidak mendapatkan pengalaman menonton yang sama. Sebagian masyarakat hanya bisa menyaksikan barisan peserta berjalan tanpa mendapatkan atraksi yang menjadi daya tarik utama karnaval.

Karena itu, panitia didorong untuk membuat pola pertunjukan yang lebih merata. Peserta dapat diwajibkan melakukan atraksi pada titik-titik tertentu dengan jarak dan durasi yang telah diperhitungkan.

Baca Juga: Pemkab dan Pengusaha Blitar Salurkan Bantuan Logistik Pangan Rp 300 Juta untuk Korban NTT

Dengan konsep tersebut, penonton tidak hanya menjadi pelengkap di sepanjang rute. Mereka juga dapat menikmati pertunjukan secara langsung meski berada jauh dari panggung utama.

Nuhan berharap evaluasi menyeluruh dapat dilakukan setelah pelaksanaan BEN Carnival 2026. Pembenahan dari sisi rundown, manajemen waktu, hingga teknis atraksi dinilai penting agar penyelenggaraan berikutnya lebih profesional.

Event yang membawa nama Kota Blitar tersebut diharapkan mampu berkembang menjadi agenda wisata yang semakin berkualitas, tepat waktu, serta memberikan pengalaman lebih baik bagi masyarakat dan wisatawan. (bud/c1/ady)

Editor : Aprillita Saskia Azzahrah Putri Kurniawan
BEN Carnival 2026 Karnaval Blitar dprd kota blitar Blitar Ethnic Carnival disbudpar kota blitar