Rendra Febrian Permana Punya Misi Besar Bawa Jaranan Go Internasional, Ingin Ubah Citra Seni Tradisi

M. Subchan Abdullah • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:00 WIB
FAJAR RAHMAD AW/RADAR BLITAR
POTENSI BESAR: Rendra Febrian Permana tampil menghibur masyarakat lewat tari jaranan di BEN Carnival 2026.
FAJAR RAHMAD AW/RADAR BLITAR
POTENSI BESAR: Rendra Febrian Permana tampil menghibur masyarakat lewat tari jaranan di BEN Carnival 2026.

BLITAR KAWENTAR - Rendra Febrian Permana memiliki misi besar dalam perjalanan panjangnya menekuni seni jaranan. Di usia 19 tahun, pemuda asal Kelurahan Rembang, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, tersebut telah menghabiskan lebih dari separuh hidupnya untuk menjaga keberadaan kesenian tradisional.

Bagi Rendra Febrian Permana, jaranan bukan sekadar kesenian yang ditampilkan di atas panggung. Ada tanggung jawab untuk membuat tradisi tersebut tetap hidup di tengah perkembangan zaman. Dia juga ingin semakin banyak anak muda tertarik mengenal sekaligus melestarikan seni jaranan.

Kecintaannya terhadap jaranan tumbuh sejak masih duduk di bangku Taman Kanak-Kanak. Pengalaman pertama menari diperolehnya ketika mengikuti pentas seni sekolah dengan iringan musik dari kaset CD.

Baca Juga: BEN Carnival 2026 Molor hingga Dua Jam, DPRD Kota Blitar Desak Disbudpar Evaluasi Total

Berawal dari Ajakan Sang Paman

Ketertarikan Rendra semakin kuat ketika memasuki periode 2012–2013. Saat itu, sang paman mengajaknya bergabung dengan paguyuban jaranan di desa.

Ajakan sederhana tersebut menjadi pintu masuk bagi Rendra untuk menekuni dunia seni tradisional secara lebih serius. Seiring waktu, kecintaannya terhadap jaranan semakin berkembang hingga bersama keluarga membentuk paguyuban sendiri.

Bagi Rendra, jaranan telah menjadi bagian dari kehidupannya. Dedikasinya bahkan sudah terlihat sejak duduk di kelas 1 SMP.

Tidak hanya tampil sebagai penari, Rendra juga dipercaya menjadi instruktur tari. Dia melatih peserta didik mulai tingkat SD, SMP hingga SMA. Aktivitas tersebut masih dilakukannya sampai sekarang.

Baca Juga: BEN Carnival 2026 Tak Sekadar Karnaval, Jadi Ajang Promosi Wisata dan Gerakkan Industri Kreatif

Selain menjadi bentuk pelestarian budaya, aktivitas melatih tari juga memberikan tambahan pemasukan ekonomi baginya.

Prestasi dari Panggung ke Panggung

Di tengah kesibukan bekerja dan mengajar tari, Rendra terus mengasah kemampuan di Sanggar Patrialoka. Upaya tersebut membawanya tampil di berbagai panggung bergengsi.

Salah satu agenda yang rutin diikutinya adalah BEN Carnival Kota Blitar. Hingga kini, dia telah lima kali mengikuti event tersebut.

Pengalamannya juga tidak berhenti di tingkat lokal. Rendra berhasil tampil dalam berbagai kompetisi regional hingga nasional. Salah satu pencapaian yang paling berkesan terjadi pada Festival Jaranan Kabupaten Trenggalek 2025.

Baca Juga: Selain Jaranan Jur, Berikut 3 Kesenian Asli Blitar yang Ditetapkan Sebagai Warisan Budaya Tak Benda

Dalam festival tersebut, Rendra bersama tim berhasil membawa pulang gelar juara. Baginya, kemenangan itu menjadi salah satu momen penting karena Festival Jaranan Trenggalek merupakan agenda yang ditunggu para seniman jaranan di Jawa Timur.

Dia juga pernah tampil dalam Festival Barongan Kucingan di Lodoyo bersama maestro Blitar seperti Mbah Tamin. Persiapan untuk penampilan tersebut dilakukan selama sekitar tiga minggu.

Ingin Hilangkan Stigma Negatif

Di balik berbagai prestasi tersebut, Rendra membawa misi yang lebih besar. Dia ingin mengubah pandangan sebagian masyarakat terhadap seni jaranan.

Baca Juga: Disbupar Kota Blitar Ungkap Status Ratusan Seniman-Kelompok Kesenian

Selama ini, masih ada anggapan bahwa jaranan merupakan kesenian kelas bawah. Bahkan, kesenian tersebut terkadang dikaitkan dengan perilaku kurang sopan, minuman keras, hingga keributan.

Rendra ingin membuktikan bahwa anggapan tersebut tidak tepat. Menurut dia, seorang seniman jaranan tetap dapat memiliki prestasi sekaligus menjaga etika, baik ketika berada di atas maupun di luar panggung.

Dia ingin jaranan dikenal sebagai seni budaya yang terhormat dan mampu menunjukkan prestasi.

Saat ini, Rendra masih aktif tampil dalam berbagai hajatan maupun agenda seni daerah. Dia kerap membawakan tokoh Barongan Sodo.

Bagi Rendra, masa depan jaranan sangat bergantung pada generasi muda. Karena itu, dia berharap semakin banyak anak muda mau mengambil bagian dalam pelestarian budaya.

Dengan sikap yang baik dan pengemasan pertunjukan yang profesional, Rendra optimistis jaranan dapat semakin dihargai. Bahkan, misi besarnya adalah membawa kesenian tersebut menembus panggung yang lebih luas hingga dikenal di tingkat internasional. (*/sub)

Editor : Aprillita Saskia Azzahrah Putri Kurniawan
BEN Carnival 2026 Rendra Febrian Permana Jaranan Blitar Jaranan Go Internasional seni tradisional