Selawat Asghil Ternyata Berawal dari Doa Qunut, Ini Makna dan Tujuan yang Terkandung di Dalamnya

Regina Gavin Agata • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 14:00 WIB
Ilustrasi umat Muslim memanjatkan doa menggambarkan makna Selawat Asghil yang dikaitkan dengan permohonan keselamatan, perlindungan, rahmat Allah, serta terhindar dari kezaliman.
Ilustrasi umat Muslim memanjatkan doa menggambarkan makna Selawat Asghil yang dikaitkan dengan permohonan keselamatan, perlindungan, rahmat Allah, serta terhindar dari kezaliman.

BLITAR KAWENTAR - Makna Selawat Asghil tidak hanya berkaitan dengan pujian kepada Nabi Muhammad SAW. Dalam sejarah yang disampaikan dalam materi, lantunan tersebut juga berkaitan dengan permohonan keselamatan dan perlindungan dari kezaliman.

Selawat Asghil kembali menjadi perhatian setelah dibawakan oleh empat vokalis cilik pada perayaan satu abad Nahdlatul Ulama di Stadion Gelora Delta Sidoarjo pada 7 Februari 2023. Penampilan tersebut diiringi paduan suara Universitas Islam Negeri Sunan Ampel serta orkestra yang dipimpin Addie MS.

Makna Selawat Asghil dalam materi tersebut berkaitan erat dengan kondisi sosial dan politik pada masa Imam Ja'far ash-Shadiq. Ia disebut menggunakan doa dengan redaksi yang sama ketika membaca qunut Subuh bersama jamaahnya.

Baca Juga: Hari Baik Membeli Sepeda Motor Menurut Hitungan Jawa, Kenali 4 Firasat Ini

Berisi Permohonan Keselamatan

Dalam materi, Selawat Asghil disebut sebagai bacaan yang ditujukan untuk memohonkan rahmat Allah kepada Rasulullah SAW. Selain itu, terdapat permohonan keselamatan dan perlindungan dari orang-orang yang melakukan kezaliman.

Doa tersebut juga berisi permohonan agar orang-orang zalim sibuk dengan pertikaian di antara mereka sendiri sehingga tidak lagi melakukan kezaliman terhadap masyarakat.

Konteks tersebut dikaitkan dengan kehidupan Imam Ja'far ash-Shadiq yang berada pada masa penuh konflik politik. Keturunan Rasulullah SAW disebut mengalami persekusi oleh penguasa pada masa tersebut.

Karena itu, Selawat Asghil kemudian dikenal bukan hanya sebagai bacaan selawat, tetapi juga sebagai doa yang berisi permohonan perlindungan kepada Allah.

Berkaitan dengan Masa Penjajahan

Materi juga menyebut Selawat Asghil pernah banyak dibaca dan dianjurkan oleh para ulama pada masa penjajahan Belanda.

Pada masa tersebut, Selawat Asghil digunakan sebagai salah satu bentuk doa untuk memohon keselamatan dan perlindungan dari orang-orang yang dianggap melakukan kezaliman terhadap kaum muslimin.

Penggunaan selawat dalam konteks tersebut menunjukkan bahwa lantunan keagamaan dapat menjadi bagian dari kehidupan masyarakat ketika menghadapi kondisi yang penuh tekanan.

Selawat Asghil kemudian tetap dikenal dan diamalkan dalam berbagai kesempatan. Materi menyebut masyarakat sering melantunkannya secara individu maupun berjamaah.

Tidak Hanya Berkaitan dengan Perlindungan

Baca Juga: Kopi atau Matcha, Mana yang Lebih Gen Z? Ketika Minuman Menjadi Simbol Gaya Hidup dan Identitas

Selain makna yang berkaitan dengan keselamatan, selawat secara umum memiliki kedudukan penting dalam ajaran Islam.

Materi mengutip Surah Al-Ahzab ayat 56 yang menjelaskan perintah bagi orang-orang beriman untuk berselawat kepada Nabi Muhammad SAW dan memberikan salam penghormatan kepada beliau.

Dalam sejumlah hadis yang disebut dalam materi, membaca selawat juga dikaitkan dengan berbagai keutamaan. Salah satunya adalah bahwa orang yang berselawat sekali akan mendapatkan balasan selawat dari Allah sebanyak sepuluh kali.

Keutamaan lain yang disebut adalah penghapusan dosa dan peningkatan derajat.

Selawat sebagai Bagian dari Doa

Materi juga menyebut hadis yang menjelaskan pentingnya berselawat dalam doa. Sebelum menyampaikan permohonan, seseorang dianjurkan mengagungkan dan memuji Allah, kemudian berselawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Selawat juga disebut berkaitan dengan harapan mendapatkan syafaat Nabi.

Dengan demikian, Selawat Asghil memiliki konteks sejarah dan makna doa yang kuat. Lantunan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari tradisi membaca selawat, tetapi juga dikaitkan dengan permohonan perlindungan, keselamatan, dan terhindar dari kezaliman.

Penampilan Selawat Asghil dalam perayaan satu abad NU menjadi salah satu momentum yang membuat masyarakat kembali mengenal lantunan tersebut beserta sejarah dan makna yang terkandung di dalamnya.

Editor : Regina Gavin Agata
Makna Selawat Asghil selawat kezaliman doa perlindungan