BLITAR KAWENTAR – Hobi bernyanyi membawa Nayottama Wildan Saputra melangkah ke panggung kenegaraan. Siswa kelas XII SMAN 1 Blitar itu lolos sebagai personel Gita Bahana Nusantara (GBN) 2026 di sektor tenor dan mendapat kesempatan tampil dalam rangkaian peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Nayottama Wildan Saputra menjadi satu-satunya wakil Kota Blitar yang terpilih dalam GBN 2026. Remaja asal Kelurahan/Kecamatan Sananwetan tersebut mengikuti pemusatan latihan di Jakarta sebelum tampil dalam agenda kenegaraan di Istana Negara dan Istana Merdeka.
Keberhasilan Nayottama Wildan Saputra tidak diraih secara instan. Perjalanannya di dunia paduan suara tergolong masih baru. Dia baru mulai serius menekuni bidang tersebut pada 2024 setelah mendapat ajakan dari seorang teman ketika masih duduk di bangku SMP.
Berawal dari Ajakan Teman
Ketertarikan Nayottama pada dunia paduan suara bermula ketika seorang temannya menilai bahwa suaranya memiliki potensi. Ajakan itu kemudian menjadi pintu masuk bagi Nayottama untuk mengenal dunia yang sebelumnya hanya menjadi bagian dari hobinya.
Dia mulai belajar membaca partitur dan mendalami teknik vokal. Saat melanjutkan pendidikan di SMAN 1 Blitar, Nayottama kemudian bergabung dengan SMASA Choir.
Dari organisasi tersebut, kemampuan bernyanyinya terus berkembang. Nayottama mulai menemukan kenyamanan dalam bernyanyi bersama teman-temannya sekaligus semakin mencintai dunia paduan suara.
Namun, perjalanan untuk menekuni bakatnya tidak selalu berjalan mulus. Aktivitas Nayottama di dunia paduan suara sempat mendapat penolakan dari orang tua. Mereka khawatir kegiatan tersebut dapat mengganggu fokusnya dalam belajar.
Kekhawatiran itu menjadi tantangan tersendiri bagi Nayottama. Dia pun berusaha membuktikan bahwa kesibukan mengikuti paduan suara tidak membuatnya mengabaikan pendidikan.
Sempat Ditolak Orang Tua karena Akademik
Nayottama memilih untuk membagi waktunya antara sekolah, latihan, dan kegiatan organisasi. Langkah tersebut perlahan membuahkan hasil.
Bersama SMASA Choir, Nayottama berhasil mengukir sejumlah prestasi. Di antaranya meraih Juara I Lomba Paduan Suara HUT Ke-80 Provinsi Jawa Timur serta memperoleh Gold Medal dalam kompetisi paduan suara tingkat nasional.
Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa hobi yang ditekuni dengan serius dapat berkembang menjadi sebuah kemampuan yang membawa pencapaian. Bagi Nayottama, bernyanyi pada awalnya hanya menjadi cara untuk mengisi waktu luang.
Baca Juga: Terungkap! Chikita Meidy Akui Stop Nyanyi Bukan Karena Karier Redup, Tapi Gara-Gara Bullying
“Nyanyi itu cuma untuk mengisi waktu luang. Justru lewat paduan suara, saya menemukan kenyamanan karena bisa belajar bersama teman-teman, dan akhirnya semakin mencintai dunia paduan suara,” ungkapnya.
Perjalanan bersama SMASA Choir juga menjadi modal penting bagi Nayottama untuk melangkah ke tingkat yang lebih tinggi. Dia kemudian mengikuti seleksi Gita Bahana Nusantara tingkat Jawa Timur yang berlangsung di Malang.
Seleksi tersebut menjadi pengalaman yang tidak mudah. Nayottama harus bersaing dengan peserta dari berbagai daerah, termasuk peserta yang memiliki usia lebih tua dan pengalaman lebih banyak.
Baca Juga: 30 Tahun Tanpa Gelar, Fans Liverpool Tetap Setia Nyanyikan You'll Never Walk Alone!
Lolos Seleksi GBN 2026 Sektor Tenor
Persaingan itu akhirnya berhasil dilalui Nayottama. Dia dinyatakan lolos sebagai wakil Jawa Timur di sektor tenor dan menjadi personel GBN 2026.
GBN sendiri merupakan kelompok paduan suara dan orkestra nasional bergengsi yang diisi talenta-talenta terpilih dari berbagai daerah di Indonesia. Para personelnya mendapat kesempatan mengikuti pemusatan latihan sebelum terlibat dalam rangkaian upacara kenegaraan memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia.
Bagi Nayottama, kesempatan menjadi bagian dari GBN 2026 sekaligus menjadi pengalaman istimewa. Dia mendapat kesempatan tampil dalam agenda kenegaraan di Istana Merdeka, sesuatu yang sebelumnya mungkin hanya menjadi impian banyak orang.
Keberhasilan tersebut juga menjadikan Nayottama sebagai satu-satunya wakil dari Kota Blitar dalam GBN 2026. Perjalanannya menunjukkan bahwa bakat yang awalnya hanya berangkat dari sebuah hobi dapat berkembang menjadi prestasi apabila ditekuni secara serius.
Nayottama menyadari bahwa untuk mengejar mimpi, seseorang harus berani melakukan pengorbanan dan membuktikan kesungguhannya melalui pencapaian.
“Kalau memang punya mimpi, pasti ada yang harus dikorbankan. Buktikan lewat prestasi bahwa apa yang kita perjuangkan bukan sekadar hobi,” ujarnya.
Kini, di tengah persiapannya mengikuti berbagai rangkaian kegiatan GBN 2026, Nayottama juga mulai memikirkan masa depan pendidikannya. Dia berencana melanjutkan studi dengan mengambil jurusan musik.
Keinginan tersebut menjadi langkah lanjutan untuk memperdalam kemampuan yang selama ini ditekuninya. Dari hobi bernyanyi, Nayottama Wildan Saputra kini telah menembus panggung GBN 2026 dan membawa namanya hingga ke panggung kenegaraan.
Editor : Regina Gavin Agata