TINGKATKAN LITERASI: Sejumlah pengunjung melihat-lihat koleksi buku yang diobral dalam pameran buku di lantai dua Mall Blitar, kemarin.
BLITAR KAWENTAR – Pameran buku Blitar kembali menjadi salah satu pilihan masyarakat untuk mendapatkan bahan bacaan dengan harga terjangkau. Tak hanya menjadi sarana pemasaran penerbit, pameran buku juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan minat baca masyarakat di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.
Kondisi tersebut membuat pameran buku Blitar dinilai memiliki potensi cukup besar. Keberadaan banyak pegiat literasi di Kota Blitar menjadi salah satu alasan penerbit dan panitia pameran terus menjadikan daerah ini sebagai salah satu lokasi penyelenggaraan.
Antusiasme masyarakat terhadap pameran buku juga terlihat sejak kegiatan dibuka pada 15 Agustus lalu. Pengunjung datang untuk melihat sekaligus membeli berbagai koleksi buku yang ditawarkan dengan harga miring. Pameran tersebut berlangsung hingga 6 September di lantai dua Mal Blitar Square.
Penerbit Melihat Potensi Literasi Blitar
Panitia Pameran Buku, M Azrul, mengatakan potensi literasi di Blitar cukup bagus. Hal itu terlihat dari keberadaan sejumlah pegiat literasi yang terus berupaya meningkatkan budaya membaca di tengah masyarakat.
“Kami melihat potensi literasi di Blitar ini cukup bagus. Banyak pegiat literasi yang terus berjuang untuk meningkatkan literasi di tengah masyarakat,” kata Azrul kepada Radar Blitar, 25 Agustus.
Melihat kondisi tersebut, sejumlah penerbit kemudian menggelar pameran dengan menawarkan berbagai jenis buku berharga miring. Buku yang disediakan juga cukup beragam, termasuk sejumlah judul yang masuk kategori best seller.
Baca Juga: BEN Carnival 2026 Dievaluasi, Disbudpar Kota Blitar Buka Opsi Acara Dimulai Sore
Kehadiran buku dengan harga terjangkau diharapkan dapat menarik masyarakat untuk kembali menjadikan buku sebagai salah satu sumber pengetahuan. Strategi tersebut sekaligus menjadi cara penerbit memperluas pemasaran produknya.
Buku Fiksi hingga Pengetahuan
Pameran bertajuk Out of The Boox Gudang Buku Keliling tersebut menghadirkan beragam koleksi. Buku yang ditawarkan tidak hanya berasal dari satu jenis bacaan, tetapi mencakup fiksi maupun nonfiksi.
Untuk kategori fiksi, pengunjung dapat menemukan novel. Sementara itu, kategori nonfiksi diisi berbagai buku pengetahuan, biografi, sejarah, hingga buku anak-anak.
Harga buku yang ditawarkan relatif terjangkau. Bahkan, panitia memberikan promo berupa diskon bagi pengunjung yang membeli lebih dari satu buku.
Konsep tersebut membuat masyarakat memiliki lebih banyak pilihan untuk membeli buku sesuai kebutuhan maupun minat. Bagi keluarga, keberadaan buku anak-anak juga menjadi salah satu alternatif untuk mengenalkan bacaan kepada generasi muda.
Baca Juga: Rp47 Miliar! Kantor Kejari Kabupaten Blitar Masuk Tahap Lelang, Dibangun Dua Lantai
Selain transaksi jual beli, kegiatan pameran juga diarahkan untuk mendukung peningkatan literasi. Panitia menyiapkan sejumlah kegiatan yang menyasar anak-anak sehingga pameran tidak hanya berorientasi pada penjualan buku.
Pengunjung Didominasi Kalangan Milenial
Sejak dibuka, animo masyarakat yang datang ke lokasi pameran dinilai cukup tinggi. Namun, terdapat perbedaan karakteristik pengunjung berdasarkan kelompok usia.
Panitia menyebut mayoritas pengunjung berasal dari kalangan milenial. Sementara itu, jumlah pengunjung dari kelompok Gen Z masih relatif sedikit.
Baca Juga: Keutamaan Selawat dalam Islam, Disebut Bisa Mendapat 10 Balasan Selawat dan Mengangkat Derajat
“Paling banyak itu dari milenial. Bapak-bapak. Kalau gen Z jarang,” ungkap Azrul.
Kondisi tersebut menjadi gambaran tersendiri bagi penyelenggara. Di tengah generasi muda yang semakin dekat dengan teknologi, minat terhadap buku fisik masih perlu terus didorong.
Karena itu, pameran buku diharapkan dapat menjadi salah satu ruang yang mempertemukan masyarakat dengan berbagai bahan bacaan secara langsung. Pengunjung dapat melihat koleksi, membandingkan pilihan, kemudian membeli buku yang dianggap sesuai.
Baca Juga: 700 Buku Penguatan Literasi Dibagikan ke Tiga Lembaga Pendidikan di Kota Blitar, Sasar Siswa SD hing
Berlangsung hingga 6 September
Pameran Out of The Boox Gudang Buku Keliling berlangsung mulai 15 Agustus hingga 6 September. Kegiatan tersebut merupakan agenda rutin penerbit yang digelar di sejumlah daerah setiap tahun.
Selain menawarkan buku dengan harga miring, penyelenggara juga membawa misi meningkatkan literasi masyarakat. Kegiatan tambahan yang menyasar anak-anak menjadi bagian dari upaya tersebut.
Dengan potensi pegiat literasi yang cukup banyak, Blitar dinilai menjadi daerah yang memiliki peluang untuk terus dikunjungi penerbit dalam kegiatan serupa. Pameran buku diharapkan bukan sekadar menjadi tempat berburu bacaan murah, tetapi juga mampu memperkuat budaya membaca di tengah masyarakat.
Pada akhirnya, keberadaan pameran menjadi salah satu cara untuk mendekatkan buku kepada masyarakat. Terlebih, pilihan bacaan yang beragam dan harga yang lebih terjangkau dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung. (sub)
Editor : Aprillita Saskia Azzahrah Putri Kurniawan