Embung Jatimalang Menyusut akibat Kemarau, Pemancing Justru Bisa Jangkau Spot Ikan Lebih Dekat

M. Subchan Abdullah • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 13:15 WIB
MOCH SUBCHAN ABDULLAH/RADAR BLITAR
DEMI HOBI: Pemancing bersantai di bawah pintu air Embung Jatimalang sembari menunggu sambaran umpan, kemarin (26/8).
MOCH SUBCHAN ABDULLAH/RADAR BLITAR
DEMI HOBI: Pemancing bersantai di bawah pintu air Embung Jatimalang sembari menunggu sambaran umpan, kemarin (26/8).

BLITAR KAWENTAR - Embung Jatimalang di Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar, mengalami penyusutan volume air akibat musim kemarau yang cukup ekstrem.

Kondisi tersebut membuat bagian tepi embung semakin terlihat dan sejumlah titik yang sebelumnya sulit dijangkau kini bisa didatangi pemancing.

Embung Jatimalang mengalami penyusutan yang cukup signifikan dalam sekitar satu bulan terakhir. Debit sungai di sekitar embung juga ikut menipis sehingga pasokan air yang masuk ke embung berkurang. Meski kondisi air menyusut, aktivitas pemancing di lokasi tersebut masih cukup ramai.

Baca Juga: Jagung SPHP Tembus 30 Ribu Ton di Blitar Raya, Peternak Wajib Terdaftar untuk Menebus

Bagi para pemancing, kondisi Embung Jatimalang yang menyusut justru memberikan keuntungan tersendiri. Beberapa spot yang sebelumnya sulit dijangkau kini dapat didatangi lebih dekat, termasuk area di bawah jembatan atau pintu masuk air embung menuju aliran sungai.

Air Embung Menyusut Sejak Sebulan

Pantauan di lokasi pada Rabu (26/8) menunjukkan volume air Embung Jatimalang telah berkurang. Bagian tepi embung yang sebelumnya tertutup air kini mulai terlihat.

Penyusutan tersebut diperkirakan sudah berlangsung sekitar satu bulan. Warga yang mengelola embung, Edi, mengatakan kondisi tersebut terjadi karena kemarau panjang yang membuat debit sungai di sekitar embung ikut mengering.

Baca Juga: Selawat Asghil di Indonesia Ternyata Pernah Dipopulerkan Lewat Radio, Ini Sosok yang Disebut Berpera

“Menyusutnya sudah sekitar sebulan terakhir. Penyebabnya karena kemarau panjang. Kemudian, debit sungai sekitar juga mengering,” kata Edi kepada Radar Blitar.

Beberapa sungai di sekitar Embung Jatimalang sebelumnya turut menyumbang aliran air ke embung. Namun, ketika debit sungai semakin menipis, air tidak lagi bisa mengalir seperti kondisi normal.

Selain itu, aliran air sungai juga dialihkan untuk kebutuhan pengairan sawah petani. Kebutuhan tersebut dinilai lebih mendesak sehingga turut memengaruhi jumlah air yang masuk ke embung.

Berharap Tidak Menyusut Parah

Kondisi kemarau yang terus berlangsung dikhawatirkan membuat volume air Embung Jatimalang semakin menyusut. Warga bahkan memiliki pengalaman ketika embung tersebut pernah mengalami penyusutan cukup parah pada beberapa tahun sebelumnya.

Saat itu, air embung menyusut hingga hanya tersisa di bagian tengah. Warga berharap kondisi serupa tidak kembali terjadi tahun ini.

Baca Juga: Hobi Naik Gunung Kepala SDI Ma’arif Plosokerep Blitar, Cara Saiful Munib Temukan Inspirasi

Meski demikian, aktivitas memancing di Embung Jatimalang masih berjalan. Para pemancing tetap datang meskipun volume air tidak lagi seperti kondisi normal.

Ikan Berkumpul di Titik Terdalam

Menyusutnya volume air justru membuat ikan lebih mudah berkumpul di bagian embung yang lebih dalam. Kondisi itu membuat sejumlah pemancing menilai peluang mendapatkan ikan menjadi lebih besar.

Pengelola juga masih rutin melakukan penebaran ikan setiap minggu. Jenis ikan yang ditebar antara lain nila, lele, hingga bawal.

Baca Juga: Bullying di Blitar Tak Bisa Dianggap Kenakalan Anak, Begini Penanganannya dalam Sistem Peradilan

Dengan ikan yang berkumpul di area tertentu dan beberapa spot lebih mudah dijangkau, aktivitas memancing tetap diminati warga. Salah satu pemancing, Budi, mengaku hampir setiap pekan datang ke Embung Jatimalang untuk menyalurkan hobinya.

Menurutnya, penyusutan air tidak menjadi kendala. Justru, ikan yang berkumpul membuat peluang mendapatkan ikan lebih besar.

Untuk bisa memancing di Embung Jatimalang, pengunjung dikenai biaya Rp 10 ribu per orang. Biaya tersebut sudah termasuk parkir. Pengunjung dapat memancing sepuasnya di lokasi.

Baca Juga: Hobi Naik Gunung Kepala SDI Ma’arif Plosokerep Blitar, Cara Saiful Munib Temukan Inspirasi

Dana dari pengunjung digunakan untuk mendukung operasional embung, mulai perbaikan lampu, kebutuhan listrik, hingga membeli ikan untuk ditebar.

Dengan kondisi kemarau yang masih berlangsung, warga berharap penyusutan tidak semakin parah. Di sisi lain, aktivitas pemancing tetap menjadi pemandangan di Embung Jatimalang, meskipun para pengunjung harus menyesuaikan diri dengan kondisi volume air yang terus berkurang. (*)

Editor : Aprillita Saskia Azzahrah Putri Kurniawan
kemarau panjang Embung Jatimalang Pemancing Debit Sungai Kepanjenkidul