Cara slurping kopi, Ini caranya!

Valentyo Samuel Putra Widodo • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 08:05 WIB
Dengan tahapan yang relatif sederhana, cupping tidak hanya menjadi aktivitas profesional dalam industri kopi. Metode ini juga dapat menjadi cara bagi penikmat kopi untuk memahami lebih jauh aroma, rasa, dan karakter biji kopi yang mereka konsumsi.
Dengan tahapan yang relatif sederhana, cupping tidak hanya menjadi aktivitas profesional dalam industri kopi. Metode ini juga dapat menjadi cara bagi penikmat kopi untuk memahami lebih jauh aroma, rasa, dan karakter biji kopi yang mereka konsumsi.

 JAKARTA – Cupping menjadi salah satu metode penting dalam dunia kopi untuk mengetahui kualitas, karakter rasa, dan konsistensi biji kopi. Metode ini tidak hanya digunakan roaster atau pembeli green bean, tetapi juga dapat dilakukan pencinta kopi yang ingin mengenali cita rasa kopi secara lebih mendalam.

Dalam tutorial yang dibagikan melalui kanal Suka-Suka Gue Coffee, proses cupping diperlihatkan mulai dari persiapan kopi, penggilingan, penyeduhan, hingga tahap mencicipi kopi.

Kopi Ditimbang Sebelum Digiling

Tahap pertama dalam cupping adalah menyiapkan kopi dan peralatan. Beberapa alat yang digunakan antara lain grinder, timbangan digital, timer, cupping bowl, sendok cupping, serta ketel.

Baca Juga: Embung Jatimalang Menyusut akibat Kemarau, Pemancing Justru Bisa Jangkau Spot Ikan Lebih Dekat

Kopi yang digunakan dalam tutorial berasal dari Pucuk, Banjarnegara. Setiap cupping bowl diisi sekitar 12,2–12,3 gram kopi dengan kapasitas air sekitar 200 mililiter.

Sebelum menggiling kopi, beberapa biji kopi juga dapat digunakan untuk membersihkan sisa kopi sebelumnya di grinder. Langkah tersebut dilakukan agar aroma dan cita rasa kopi yang sedang diuji tidak tercampur dengan residu kopi lain.

Ukuran Gilingan dan Suhu Air Perlu Diperhatikan

Kopi kemudian digiling dengan tingkat kehalusan medium hingga medium coarse. Pengaturan grinder dapat berbeda tergantung jenis dan kalibrasi alat yang digunakan.

Baca Juga: 5 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Irit dan Minim Risiko, Ada Avanza hingga Brio Satya

Sementara itu, air dipanaskan hingga sekitar 90 derajat Celsius. Sebelum diseduh, kopi juga dapat dicium terlebih dahulu untuk mengenali dry aroma, yakni aroma bubuk kopi sebelum terkena air.

Setelah air siap, kopi dituangkan hingga seluruh bubuk terkena air. Waktu seduh kemudian dihitung menggunakan timer.

Tiga Cupping Bowl Digunakan untuk Mengecek Konsistensi

Penggunaan beberapa cupping bowl untuk satu jenis kopi bukan tanpa alasan. Dalam praktik profesional, tiga bowl atau lebih dapat digunakan untuk melihat apakah karakter kopi konsisten dari satu sampel ke sampel lainnya.

Jika salah satu bowl memiliki rasa yang berbeda secara signifikan, hal tersebut dapat menjadi indikasi adanya ketidakseragaman atau karakter tertentu yang perlu diperiksa lebih lanjut.

Setelah beberapa menit, bagian permukaan kopi kemudian di-break menggunakan sendok. Proses ini dilakukan dengan mendorong lapisan kopi dari permukaan menuju bagian tengah sambil mencium wet aroma, yaitu aroma kopi setelah terkena air.

Baca Juga: PBB-P2 Kota Blitar Belum Capai 80 Persen, Juru Pungut Dikerahkan Kejar Tunggakan

Lapisan yang mengapung di permukaan kemudian dibersihkan secara perlahan agar proses pencicipan berikutnya tidak terganggu.

Kopi Dibiarkan Mendingin Sebelum Dicicipi

Setelah proses break, kopi tidak langsung diminum. Sampel biasanya dibiarkan beberapa menit agar suhunya turun dan lebih aman untuk dicicipi.

Ketika kopi mulai mencapai suhu yang sesuai, proses cupping dapat dilakukan. Salah satu teknik yang umum digunakan adalah slurping, yaitu menyeruput kopi dengan cara memasukkan udara bersama cairan ke dalam mulut.

Baca Juga: Keandra Ramadhipa Juara Red Bull Rookies Cup di Jerez, Start P17 Jadi Kemenangan Perdana

Teknik tersebut membantu menyebarkan kopi di dalam mulut sehingga karakter rasa dan aromanya dapat lebih mudah dikenali.

Namun, slurping bukan satu-satunya cara. Kopi juga dapat dicicipi dengan cara dikumur-kumur secara perlahan untuk membantu mengenali karakter rasanya.

Cupping Memiliki Tujuan Berbeda

Cupping dapat dilakukan untuk berbagai kebutuhan. Roaster biasanya menggunakannya untuk mengevaluasi kualitas dan konsistensi hasil sangrai.

Sementara itu, pembeli green bean dapat melakukan cupping untuk memastikan kualitas biji kopi sekaligus menilai apakah profil rasanya sesuai dengan standar yang dicari.

Bagi pencinta kopi, cupping juga dapat menjadi sarana untuk mempelajari karakter kopi dan mengapresiasi proses yang dilakukan petani, prosesor, hingga roaster.

Source YouTube SSG Coffe Channel

Editor : Valentyo Samuel Putra Widodo
tahap seduhan kopi teknik slurping kopi slurping kopi