Sejarah Majapahit di Blitar dan Misteri Candi Simping Peninggalan Raden Wijaya

Muhammad Rusdian Nuzula • Dipublikasikan Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:00 WIB
Sejarah Majapahit di Blitar menyimpan jejak penting lewat Candi Simping yang dikaitkan dengan pendharmaan Raden Wijaya. (PINTEREST)
Sejarah Majapahit di Blitar menyimpan jejak penting lewat Candi Simping yang dikaitkan dengan pendharmaan Raden Wijaya. (PINTEREST)

BLITAR - Sejarah Majapahit di Blitar tidak bisa dilepaskan dari keberadaan Candi Simping, kompleks peninggalan yang dikaitkan dengan pendharmaan pendiri Kerajaan Majapahit, Sanggramawijaya atau yang lebih dikenal sebagai Raden Wijaya. Meski kini kondisinya sudah tidak utuh, reruntuhan candi tersebut menyimpan jejak penting perjalanan awal Majapahit.

Candi Simping berada dalam kondisi rusak berat. Bangunan utamanya sudah tidak berbentuk seperti konstruksi candi yang utuh. Batu-batu penyusun bangunan terlihat berserakan dan sebagian elemen penting telah hilang. Kondisi tersebut membuat sejarah Majapahit di Blitar semakin menarik untuk ditelusuri melalui peninggalan arkeologis yang masih tersisa.

Dalam penelusuran yang tergambar dalam transkrip, Candi Simping disebut sebagai salah satu candi makam keluarga raja-raja Singasari dan Majapahit. Candi ini juga dikaitkan dengan Raden Wijaya, pendiri Majapahit yang disebut dalam Negarakertagama sebagai tokoh yang setelah meninggal dikebumikan di Antahpura dan kemudian dibuatkan pendharmaan atau bangunan pemujaan.

Baca Juga: Como 1907 Klub Terkaya di Italia yang Dibangun Jadi Lebih dari Sekadar Tim

Candi Simping dan Raden Wijaya

Persoalan mengenai waktu pembangunan Candi Simping belum dapat dipastikan secara tepat berdasarkan informasi dalam transkrip. Salah satu pendapat menyebut candi tersebut dibangun pada masa pemerintahan Raja Jayanegara, raja kedua Majapahit.

Pendapat itu dikaitkan dengan kemungkinan pembangunan untuk memperingati upacara sraddha, yakni 12 tahun setelah meninggalnya Sanggramawijaya. Sementara itu, terdapat pula asumsi bahwa Candi Simping dibangun pada 1361 Masehi berdasarkan angka tahun yang ditemukan pada salah satu batu di lokasi.

Candi ini memiliki karakter Hindu. Sejumlah arca yang pernah ditemukan di kawasan tersebut turut menjadi petunjuk mengenai latar keagamaannya. Salah satu bagian yang dibahas adalah gambaran Samudramanthana, termasuk unsur kura-kura yang berkaitan dengan kisah pengadukan lautan dalam mitologi Hindu.

Beberapa arca juga disebut telah dipindahkan dan kini berada di Museum Nasional Jakarta. Di lokasi Candi Simping sendiri, yang tersisa antara lain bagian-bagian arca serta elemen bangunan yang menunjukkan kemegahan kompleks tersebut pada masa lalu.

Kerusakan Sudah Terjadi Sejak Masa Majapahit

Salah satu fakta menarik dari sejarah Majapahit di Blitar adalah kondisi Candi Simping yang ternyata sudah mengalami kerusakan sejak masa Majapahit. Dalam pemberitaan Negarakertagama, pada masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk, candi tersebut disebut mengalami kerusakan hingga bagian menaranya miring.

Hayam Wuruk kemudian menyempatkan diri mengunjungi Candi Simping untuk melakukan perbaikan. Informasi tersebut menunjukkan bahwa persoalan kerusakan bangunan ternyata bukan hanya terjadi setelah candi berusia ratusan tahun, tetapi sudah menjadi perhatian ketika Majapahit masih berdiri.

Struktur Candi Simping sendiri menggunakan kombinasi bata merah dan batu andesit. Bata merah digunakan sebagai bagian dasar dan isi bangunan, sedangkan batu andesit menjadi lapisan atau casing bagian luar. Perbedaan material tersebut turut menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan ketika membahas kondisi bangunan.

Baca Juga: Como 1907 Klub Terkaya di Italia yang Dibangun Jadi Lebih dari Sekadar Tim

Sejak pertama kali diidentifikasi pada 1908, Candi Simping memang sudah tidak dalam kondisi utuh. Penyebab keruntuhannya secara keseluruhan juga belum dapat dipastikan dari informasi yang disampaikan. Faktor manusia maupun alam sama-sama menjadi kemungkinan yang disebut dalam penelusuran tersebut.

Terlepas dari penyebab kerusakannya, Candi Simping tetap menjadi bagian penting dari jejak sejarah Majapahit di Blitar. Reruntuhan batu yang tersisa memberikan gambaran tentang besarnya bangunan pada masa lalu sekaligus memperlihatkan kekayaan seni pahat dan arsitektur Jawa kuno.

Keberadaan Candi Simping pada akhirnya bukan hanya soal bangunan yang telah runtuh. Situs ini menjadi pengingat hubungan Blitar dengan perjalanan Majapahit dan sosok Raden Wijaya sebagai pendirinya. Pesan terpenting dari peninggalan tersebut adalah pentingnya merawat dan menjaga warisan budaya agar jejak sejarah tidak hilang ditelan waktu.

 

Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : ASISI Channel
Sejarah Majapahit di Blitar candi simping blitar kerajaan majapahit Raden Wijaya