BLITAR KAWENTAR – Bus Damri bakal memperluas akses transportasi menuju kawasan wisata di Kabupaten Blitar. Armada tersebut direncanakan melayani rute Stasiun Tulungagung hingga Pantai Serang di Kecamatan Panggungrejo mulai 2027.
Rencana pengoperasian Bus Damri tersebut disambut positif Pemerintah Kabupaten Blitar. Kehadiran transportasi umum ini diharapkan mempermudah mobilitas masyarakat sekaligus membuka akses yang lebih mudah bagi wisatawan menuju sejumlah destinasi unggulan di wilayah Blitar.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Blitar Puguh Imam Santoso mengatakan, pengembangan rute tersebut masuk dalam skema Proyek Strategis Nasional (PSN) untuk pengembangan kawasan pariwisata. Layanan yang disiapkan merupakan angkutan perintis bersubsidi pemerintah.
Baca Juga: Polres Blitar Kota Ungkap 12 Kasus Narkoba, 13 Pengedar Diciduk dan 84,8 Gram Sabu Disita
Rute Terhubung dengan Sejumlah Destinasi
Rute baru tersebut merupakan perpanjangan layanan Bus Damri yang sebelumnya melayani koridor Pacitan hingga Tulungagung. Dengan adanya perpanjangan trayek, perjalanan dari Tulungagung menuju kawasan wisata di Blitar bagian selatan bakal lebih mudah dijangkau menggunakan transportasi umum.
Persiapan pengoperasian juga mulai dilakukan. General Manager Bus Damri Ponorogo bersama Area Manager Bus Damri Surabaya telah melakukan survei langsung untuk melihat kondisi dan kelaikan jalur yang akan dilalui armada.
Rute direncanakan dimulai dari Stasiun Tulungagung. Bus kemudian menyeberangi Jembatan Ngujang 1 menuju Kecamatan Srengat.
Baca Juga: Polres Blitar Kota Ungkap 12 Kasus Narkoba, 13 Pengedar Diciduk dan 84,8 Gram Sabu Disita
Dari Srengat, perjalanan dilanjutkan melewati kawasan Markas Majelis Sabilu Taubah (ST) milik Gus Iqdam dan Rest Area Hand Asta Sih. Setelah itu, bus diarahkan menuju Terminal Tipe A Patria Kota Blitar.
Perjalanan kemudian berlanjut ke kawasan Wisata Edukasi Kampung Coklat di Kecamatan Kademangan. Dari sana, armada menyisir jalur selatan Kabupaten Blitar hingga mencapai kawasan Pantai Serang di Kecamatan Panggungrejo.
Uji Coba Selama Enam Bulan
Pemkab Blitar menyebut program tersebut telah masuk dalam penganggaran Kementerian Perhubungan untuk 2027. Selain melakukan koordinasi dengan pihak Damri, Pemkab Blitar juga telah berkomunikasi dengan Gus Iqdam terkait akses transportasi bagi masyarakat dan jemaah dari wilayah sekitar.
Pada tahap awal, operasional rute baru ini tidak langsung berjalan penuh. Pihak terkait akan melakukan uji coba selama enam bulan.
Uji coba tersebut bertujuan mengetahui tingkat keterisian penumpang atau okupansi armada. Hasil evaluasi akan menjadi bahan pertimbangan untuk menentukan kelanjutan izin maupun kemungkinan penambahan unit bus.
Baca Juga: PAK Prioritaskan Perbaikan Jalan Kabupaten Blitar, Jalur Utara-Selatan Jadi Sasaran Utama
Apabila tingkat keterisian penumpang sesuai dengan target, layanan tersebut berpeluang diperpanjang hingga satu tahun penuh.
Tarif Belum Dipastikan
Meski rute baru sudah direncanakan, tarif perjalanan Tulungagung–Blitar hingga Pantai Serang belum ditetapkan secara resmi oleh Kementerian Perhubungan.
Namun, karena layanan tersebut merupakan angkutan perintis yang memperoleh subsidi pemerintah pusat, tarif dipastikan diupayakan tetap terjangkau bagi masyarakat.
Sebagai gambaran, tarif layanan perintis pada rute Pacitan–Tulungagung saat ini sebesar Rp 21 ribu per penumpang.
Baca Juga: Sekolah Gratis di Kota Blitar Bakal Dievaluasi, Dewan Soroti Anak Pejabat hingga Buruh Sama-Sama Dap
Pemkab Blitar berharap kehadiran armada tersebut tidak hanya menjadi solusi transportasi antardaerah. Lebih jauh, akses baru itu diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan ke berbagai destinasi yang berada di sepanjang jalur.
Peningkatan mobilitas wisatawan juga diharapkan memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat. Pelaku usaha kuliner, perdagangan, jasa, hingga sektor wisata di sepanjang jalur Tulungagung-Blitar berpotensi mendapatkan manfaat dari semakin mudahnya akses transportasi umum menuju kawasan wisata.
Dengan demikian, rencana operasional Bus Damri pada 2027 diharapkan dapat menjadi penghubung transportasi sekaligus mendorong perkembangan pariwisata dan ekonomi kerakyatan di Kabupaten Blitar. (jar/c1/sub)
Editor : Aprillita Saskia Azzahrah Putri Kurniawan