BLITAR KAWENTAR – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Blitar berupaya meningkatkan response time pemadaman kebakaran. Langkah tersebut dilakukan karena waktu tempuh menuju tempat kejadian perkara (TKP) kebakaran masih dinilai belum maksimal, terutama untuk menjangkau wilayah Kabupaten Blitar yang cukup luas.
Untuk mempercepat penanganan, Damkar Kabupaten Blitar memastikan bakal mendapat tambahan satu unit armada baru pada tahun depan. Armada tersebut merupakan mobil suplai air dengan nilai anggaran sekitar Rp 2 miliar. Penambahan kendaraan diharapkan mampu memangkas response time pemadaman sekaligus memperkuat kemampuan petugas dalam menangani kebakaran di berbagai wilayah.
Kepala Seksi Pemadaman, Penyelamatan, dan Sarana Prasarana Satpol PP dan Damkar Kabupaten Blitar Teddy Prasojo mengatakan, pengadaan armada baru tersebut sudah masuk dalam penganggaran dan telah mendapatkan persetujuan. Saat ini, pihaknya tinggal menunggu proses pelaksanaan pengerjaan pada tahun depan.
Baca Juga: Pemadaman Listrik Ganggu Layanan Pertanahan Kantah Kabupaten Blitar, Ini Jadwalnya
“Insya Allah tahun depan ada penambahan satu unit armada baru. Penganggarannya sudah masuk dan disetujui, tinggal menunggu pelaksanaan eksekusi pengerjaan saja di tahun depan,” ujar Teddy, kemarin (1/9).
Armada Suplai Multifungsi untuk Percepat Penanganan
Menurut Teddy, armada yang akan ditambahkan merupakan mobil suplai air. Jenis kendaraan tersebut dipilih karena memiliki fungsi yang cukup fleksibel saat digunakan dalam penanganan kebakaran.
Mobil suplai tidak hanya berfungsi sebagai penyedia cadangan air bagi armada pemadam lain. Kendaraan tersebut juga dapat diterjunkan secara langsung untuk membantu proses pemadaman di lokasi kejadian.
“Jenisnya model suplai dengan kapasitas tangki diperkirakan mencapai 4.500 liter. Keunggulannya multifungsi, bisa dipakai untuk aksi pemadaman langsung maupun penyuplai air di lokasi kejadian musibah,” terangnya.
Keberadaan armada suplai dinilai penting karena jumlah kendaraan dengan fungsi tersebut masih terbatas di Damkar Kabupaten Blitar. Dengan tambahan satu unit, petugas diharapkan memiliki dukungan lebih baik ketika menghadapi kebakaran yang membutuhkan pasokan air dalam jumlah besar.
Empat Armada Saat Ini Disebar Taktis
Saat ini, operasional Satpol PP dan Damkar Kabupaten Blitar ditopang empat unit armada. Kendaraan tersebut disebar secara taktis untuk memperluas jangkauan pelayanan pemadaman kebakaran.
Dua unit armada ditempatkan di Markas Komando (Mako) Induk Kanigoro. Sementara masing-masing satu unit berada di Pos Srengat dan Pos Wlingi.
Penambahan satu kendaraan pada tahun depan nantinya membuat total armada operasional menjadi lima unit. Namun, jumlah tersebut masih belum menjadi kondisi ideal untuk menjangkau seluruh wilayah Kabupaten Blitar secara cepat.
Baca Juga: Pemadam Kebakaran Kabupaten Blitar Sebut Lilin Pemicu Kebakaran di Momen Perayaan Natal
Teddy menyebut setiap wilayah eks-kawedanan idealnya memiliki minimal satu unit pos siaga. Dengan pola tersebut, petugas diharapkan dapat memenuhi target response time pemadaman maksimal 15 menit hingga tiba di lokasi kejadian.
Pos Siaga Baru Disiapkan di Wilayah Selatan
Empat wilayah eks-kawedanan yang menjadi perhatian meliputi Srengat, Wlingi, Lodoyo Barat, dan Lodoyo Timur. Penempatan unit secara lebih merata dinilai penting untuk memperpendek jarak tempuh armada menuju lokasi kebakaran.
Baca Juga: Faktor Luas Wilayah, Pemadam Kebakaran Kabupaten Terkendala Armada hingga Jumlah Personel
“Minimal tiap eks-kawedanan (Srengat, Wlingi, Lodoyo Barat, dan Lodoyo Timur) disiagakan satu unit agar response time kami maksimal 15 menit sudah tiba di lokasi kejadian,” kata Teddy.
Selain penambahan armada, Damkar Kabupaten Blitar juga merencanakan pembentukan pos siaga baru di wilayah selatan. Pos tersebut nantinya diarahkan untuk meng-cover wilayah Lodoyo Barat dan Lodoyo Timur.
Dengan penambahan armada serta rencana penguatan pos siaga, pelayanan pemadaman kebakaran di Kabupaten Blitar diharapkan semakin cepat dan merata. Strategi tersebut sekaligus menjadi upaya mengatasi tantangan geografis Kabupaten Blitar yang memiliki wilayah cukup luas.
Editor : Regina Gavin Agata