Trail Run Makin Digemari, Ini Tips Berlari Aman di Alam Bebas ala Nur Azarine Putri Yasmin

M. Subchan Abdullah • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 15:40 WIB
Nur Azarine Putri Yasmin, atlet trail run asal Gandusari, Blitar, saat berselebrasi di garis finis setelah menuntaskan lomba lari. Ia membagikan tips aman bagi pemula yang ingin menjajal trail run di alam bebas.
Nur Azarine Putri Yasmin, atlet trail run asal Gandusari, Blitar, saat berselebrasi di garis finis setelah menuntaskan lomba lari. Ia membagikan tips aman bagi pemula yang ingin menjajal trail run di alam bebas.

BLITAR KAWENTAR - Trail run atau olahraga lari lintas alam mulai semakin digemari masyarakat. Berbeda dengan lari di jalan raya, olahraga ini mengharuskan pelari menghadapi berbagai medan alam, mulai dari tanah, batu, lumpur, hingga jalur menanjak dan menurun. Karena itu, persiapan fisik dan pemahaman medan menjadi hal penting sebelum mencoba trail run.

Atlet trail run profesional asal Desa Sukosewu, Kecamatan Gandusari, Nur Azarine Putri Yasmin, membagikan sejumlah tips bagi pemula yang ingin mencoba olahraga tersebut. Menurut atlet yang dikenal dengan julukan ”RaTu Trail Blitar” dari komunitas Patria Trail Runners itu, persiapan matang menjadi kunci agar aktivitas lari di alam bebas tetap aman dan tidak berujung cedera.

Yasmin menyebut, pemula sebaiknya tidak langsung memilih jalur berat. Latihan dapat diawali dengan road running atau lari di jalan raya secara rutin. Setelah kondisi fisik dirasa stabil, pelari bisa mulai mencoba medan perbukitan atau gunung dengan jarak yang pendek.

Baca Juga: Angkat Potensi Desa Wisata di Blitar, Gelar Kemirigede Cultural Night Festival hingga Trail Run

”Langkah awal, rutinlah road running terlebih dahulu. Jika fisik dirasa sudah stabil, baru coba naik ke bukit atau gunung-gunung pendek dengan jarak yang tidak terlalu jauh,” ujar Yasmin.

Perkuat Otot Kaki dan Ankle

Menurut Yasmin, karakter medan menjadi salah satu perbedaan utama antara lari di jalan raya dengan trail run. Trek alam cenderung tidak rata dan dapat berubah-ubah. Pelari bisa menghadapi jalur terjal, berliku, licin, hingga medan yang dipenuhi bebatuan.

Baca Juga: Langganan Podium Lomba Trail Run Nasional, Pelari Perempuan Blitar Ini Bagikan Tips Jitu Taklukkan Jalur Terjal

Kondisi tersebut membuat kekuatan otot kaki sangat diperlukan. Salah satu bagian yang perlu mendapat perhatian adalah ankle atau pergelangan kaki. Fleksibilitas dan kekuatan ankle membantu pelari menghadapi permukaan tanah yang tidak rata.

”Karena itu, perlu perkuat otot kaki, terutama bagian ankle. Fleksibilitas dan kekuatan ankle sangat diperlukan agar kaki tidak mudah terkilir saat melintasi medan yang tidak rata,” tegasnya.

Selain latihan fisik, pelari juga perlu memahami karakteristik jalur yang akan dilewati. Beberapa istilah dalam trail run seperti elevation gain, uphill, dan downhill perlu diketahui. Pemahaman mengenai cut off time (COT) juga penting bagi peserta yang mengikuti perlombaan.

Wajib Paham Navigasi dan GPS

Kemampuan navigasi menjadi bagian yang tidak kalah penting. Berlari di alam bebas memiliki risiko tersesat apabila pelari tidak memahami jalur. Karena itu, Yasmin menyarankan pelari menguasai penggunaan GPS melalui smartphone maupun smartwatch.

Menurutnya, perangkat navigasi dapat membantu pelari mengetahui arah dan posisi selama berada di jalur. Pemahaman tersebut menjadi bekal penting, terutama ketika berlari di kawasan hutan atau medan yang belum familiar.

”Wajib bisa baca GPS, baik dari smartphone atau smartwatch. Ini penting supaya tidak hilang arah atau nyasar di tengah hutan,” katanya.

Baca Juga: Dokter Perempuan Muda asli Blitar Ini Siap Taklukkan Ultra Trail Run 50 Km, Ini Dia Sosoknya

Gunakan Sepatu Khusus Trail

Pemilihan perlengkapan juga menjadi perhatian. Yasmin tidak menyarankan penggunaan sepatu lari biasa atau road shoes ketika memasuki medan gunung. Sepatu khusus trail dinilai lebih sesuai karena mempunyai traksi yang lebih baik untuk menghadapi permukaan yang licin dan tidak rata.

Bagi pemula yang ingin mengikuti perlombaan trail run, Yasmin menyarankan untuk memulai dari kategori jarak terpendek. Tingkat kesulitan dan elevasi jalur perlu dipelajari terlebih dahulu agar peserta dapat menyesuaikan kemampuan fisiknya.

Baca Juga: Berikut Tips dan Trik Trail Running untuk Pemula Ala Pelari Asal Blitar, Berlatih Teknik yang Benar dan Jaga Pola Makan

Selain itu, pelari juga disarankan membawa perlengkapan pertolongan pertama atau P3K mandiri serta perbekalan yang cukup ketika berlatih. Persiapan tersebut penting untuk menunjang keamanan selama berada di alam bebas.

Yasmin sendiri memiliki pengalaman mengikuti sejumlah ajang trail run. Ia pernah meraih podium dalam Bali Ultra Trail 2024 dan Semarang Mountain Race 2025. Pengalaman menghadapi berbagai medan tersebut menjadi bekalnya dalam mengembangkan kemampuan sebagai atlet profesional.

Bagi pemula, menurut Yasmin, menikmati trail run tidak harus dimulai dengan jarak jauh maupun medan ekstrem. Latihan bertahap, persiapan fisik, pemahaman jalur, penggunaan perlengkapan yang tepat, serta mengutamakan keselamatan menjadi dasar penting sebelum menjajal tantangan di alam bebas.

Editor : Regina Gavin Agata
Patria Trail Runners olahraga lari lari lintas alam Nur Azarine Putri Yasmin trail run