Antisipasi Krisis Air Bersih, Kota Blitar Usulkan Tambahan 10 Tandon Berkapasitas 2.000 Liter

M. Subchan Abdullah • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 14:30 WIB
Agus Suherli Kepala BPBD Kota Blitar
Agus Suherli Kepala BPBD Kota Blitar

 
BLITAR KAWENTAR
 – Pemkot Blitar terus menyiapkan langkah antisipasi menghadapi potensi krisis air bersih selama musim kemarau. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mengusulkan tambahan bantuan 10 unit tandon air kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur.

Usulan tandon air Kota Blitar tersebut mendapat respons positif dari pemerintah provinsi. Berdasarkan informasi yang diterima BPBD Kota Blitar, bantuan itu direncanakan dapat direalisasikan pada tahun ini.

Kepala BPBD Kota Blitar Agus Suherli mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan BPBD Provinsi Jawa Timur terkait kepastian bantuan tersebut.

Tambahan tandon diharapkan memperkuat kesiapsiagaan pemerintah apabila terjadi kekurangan air bersih di sejumlah wilayah.

Baca Juga: Antisipasi Dampak Musim Kemarau Panjang, Petani Blitar Selatan Pilih Tunda Tanam Cabai

“Tandon ini kami usulkan untuk mengantisipasi dampak musim kemarau, terutama jika nantinya terjadi krisis air bersih di masyarakat,” ujarnya.

Kapasitas Tandon Capai 2.000 Liter

Agus menjelaskan, usulan bantuan tandon sebenarnya sudah diajukan sejak tahun lalu. Pengadaan sarana tersebut diproyeksikan sebagai pendukung distribusi air bersih apabila masyarakat menghadapi kondisi darurat akibat kekurangan pasokan air.

Dari informasi sementara yang diterima BPBD Kota Blitar, masing-masing tandon memiliki kapasitas kurang lebih 2.000 liter. Jika tambahan 10 unit tersebut terealisasi, jumlah sarana penampungan air yang tersedia akan semakin bertambah.

Baca Juga: Waspada Air Kotor selama Musim Kemarau, Dinkes Kabupaten Blitar: Bisa Picu Bakteri Panjang

Saat ini BPBD Kota Blitar telah memiliki tandon air yang ditempatkan dan didistribusikan di 15 titik kelurahan. Dengan tambahan bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, total ketersediaan tandon air nantinya diproyeksikan mencapai 25 unit.

Meski demikian, tambahan tandon tersebut tidak akan langsung dibagikan kepada masyarakat setelah bantuan diterima. Seluruh unit akan disimpan terlebih dahulu di gudang BPBD Kota Blitar.

Penggunaannya akan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan. Artinya, tandon akan dikerahkan ketika terdapat wilayah yang benar-benar membutuhkan penanganan akibat kekurangan air bersih.

Baca Juga: ⁠Lebih dari 5 Ribu Hektar Sawah di Kabupaten Blitar Terancam Kekeringan Dampak Musim Kemarau Panjang Tahun Ini

“Kalau nanti ada kondisi darurat atau ada wilayah yang membutuhkan, tandon akan kami fungsikan sesuai situasi dan kondisi di lapangan,” jelas Agus.

Pemkot Juga Ajukan Bantuan Truk Tangki

Selain mengusulkan tambahan tandon air, Pemkot Blitar juga mengajukan bantuan berupa truk tangki. Keberadaan kendaraan tersebut diharapkan dapat memperkuat kemampuan pemerintah dalam menangani kemungkinan krisis air bersih.

Truk tangki nantinya dapat digunakan untuk mendukung proses distribusi air ke wilayah yang mengalami kekurangan pasokan. Sarana tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat kesiapsiagaan selama musim kemarau masih berlangsung.

Baca Juga: Waspada Kekeringan, BPBD Kota Blitar Mulai Antisipasi Dampak Musim Kemarau Panjang dengan Melakukan Ini
Hingga saat ini, BPBD Kota Blitar belum menerima laporan resmi mengenai adanya krisis air bersih dari masyarakat. Namun, potensi kekurangan air tetap menjadi perhatian pemerintah.

Agus mengimbau masyarakat menggunakan air secara bijak dan segera melaporkan apabila mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Laporan dapat disampaikan melalui pemerintah kelurahan maupun langsung kepada BPBD Kota Blitar.

“Kalau ada masyarakat yang mengalami krisis air, segera laporkan. Nanti kami akan turun langsung ke lapangan untuk melakukan asesmen dan melihat kebutuhan penanganannya,” tegasnya.

Tujuh Kelurahan Pernah Terdampak

Sebagai bagian dari langkah mitigasi, BPBD Kota Blitar juga telah memetakan wilayah yang pernah mengalami krisis air bersih. Sedikitnya terdapat tujuh kelurahan yang tercatat pernah terdampak kondisi serupa pada 2023 lalu.

Wilayah tersebut meliputi Kelurahan Ngadirejo, Tanggung, Sentul, Rembang, Gedog, Tlumpu, dan Tanjungsari.

Pemetaan tersebut menjadi salah satu acuan BPBD Kota Blitar dalam menentukan langkah penanganan apabila krisis air bersih kembali terjadi. Dengan tambahan sarana berupa tandon dan rencana bantuan truk tangki, pemerintah berharap penanganan kebutuhan air masyarakat dapat dilakukan lebih cepat sesuai kondisi di lapangan. (sub/c1)

Editor : Aprillita Saskia Azzahrah Putri Kurniawan
Tandon Air Kota Blitar Agus Suherli BPBD Kota Blitar krisis air bersih musim kemarau