BLITAR KAWENTAR - Pembukaan Makam Bung Karno (MBK) selama 24 jam mulai memberikan dampak terhadap pola kunjungan peziarah. Sepanjang Agustus 2026, tercatat sebanyak 2.529 orang datang berkunjung pada malam hari. Kebijakan tersebut membuat masyarakat memiliki lebih banyak pilihan waktu untuk berziarah ke makam Presiden pertama Republik Indonesia itu.
Pembukaan Makam Bung Karno selama 24 jam menjadi salah satu perubahan dalam pengelolaan kawasan wisata religi tersebut. Sebelumnya, kunjungan peziarah hanya dapat dilakukan pada jam operasional yang telah ditentukan. Kini, masyarakat dari berbagai daerah bisa datang pada malam hari.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Blitar, Rike Rochmawati, mengatakan, layanan 24 jam memberikan kemudahan bagi peziarah yang memiliki keterbatasan waktu pada siang hari. Kehadiran pengunjung pada malam hari juga mulai memberikan kontribusi terhadap angka kunjungan ke kawasan Makam Bung Karno.
Baca Juga: Target Kunjungan Makam Bung Karno Diprediksi Naik Jadi 250 Ribu Setelah Dibuka 24 Jam, Peziarah Kini
“Setelah dibuka selama 24 jam, kunjungan malam juga mulai tercatat. Selama Agustus ada 2.529 pengunjung yang datang pada malam hari,” ujarnya.
Kunjungan Malam Mulai Jadi Pilihan
Data tersebut menunjukkan adanya perubahan pola kunjungan setelah Makam Bung Karno dibuka sepanjang waktu. Dari keseluruhan pengunjung, sebagian memilih datang setelah aktivitas siang hari selesai.
Baca Juga: Makam Bung Karno Dibuka 24 Jam Mulai 15 Agustus, Megawati Titip Pesan Ini agar Peziarah Tak Berjubel
Kunjungan malam dinilai menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin berziarah tanpa harus menyesuaikan diri dengan jam operasional sebelumnya. Kebijakan ini sekaligus membuka peluang bagi wisatawan maupun peziarah dari luar daerah untuk mengatur waktu kunjungan dengan lebih fleksibel.
Secara keseluruhan, jumlah kunjungan ke Makam Bung Karno hingga Agustus 2026 tercatat mencapai 21.031 orang. Dari angka tersebut, kunjungan pada malam hari menyumbang sekitar 12 persen.
Persentase tersebut memperlihatkan bahwa layanan 24 jam mulai dimanfaatkan masyarakat. Meski demikian, kunjungan pada siang hari masih menjadi bagian terbesar dari total kunjungan.
Pemkot Pantau Dampak Layanan 24 Jam
Pemkot Blitar masih terus memantau perkembangan jumlah pengunjung setelah layanan Makam Bung Karno diberlakukan selama 24 jam. Angka kunjungan pada Agustus 2026 juga disebut meningkat dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Pada Agustus 2025, kunjungan ke kawasan Makam Bung Karno tercatat sebanyak 8.191 orang. Sementara itu, data kunjungan Agustus 2026 yang disampaikan Pemkot mencapai 21.031 orang.
Rike mengatakan, pemantauan akan terus dilakukan untuk melihat perkembangan kunjungan setelah perubahan jam layanan tersebut diterapkan. Evaluasi diperlukan untuk mengetahui sejauh mana pembukaan selama 24 jam mampu meningkatkan kunjungan ke kawasan wisata tersebut.
Selain berdampak terhadap fleksibilitas waktu berziarah, layanan sepanjang hari juga membutuhkan kesiapan petugas di lapangan. Pemkot Blitar telah menyiapkan petugas khusus untuk memastikan pelayanan tetap berjalan selama 24 jam.
Petugas Dibagi Tiga Sif
Pembukaan Makam Bung Karno selama 24 jam sebelumnya telah mendapat restu dari keluarga Bung Karno, salah satunya Megawati Soekarnoputri. Setelah mendapat persetujuan tersebut, Pemkot Blitar menyiapkan skema pelayanan agar kawasan makam tetap dapat menerima pengunjung pada malam hari.
Untuk mendukung operasional, petugas yang berjaga dibagi dalam tiga sif kerja secara bergantian. Pembagian tersebut dilakukan agar pelayanan kepada peziarah dapat berlangsung secara berkelanjutan tanpa mengabaikan kebutuhan pengawasan kawasan.
Dengan kebijakan tersebut, masyarakat kini mempunyai kesempatan lebih luas untuk mengunjungi Makam Bung Karno. Data 2.529 kunjungan malam selama Agustus menjadi gambaran awal bahwa jam operasional 24 jam mulai dimanfaatkan oleh peziarah.
Pemkot Blitar selanjutnya akan terus melihat perkembangan jumlah kunjungan serta efektivitas layanan tersebut. Hasil pemantauan akan menjadi bahan untuk mengevaluasi pengelolaan kawasan Makam Bung Karno ke depan.
Editor : Regina Gavin Agata