BLITAR KAWENTAR – Ratusan warga menyerbu pasar murah Blitar yang digelar di halaman Kantor Kecamatan Wlingi. Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk mengendalikan inflasi sekaligus menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di tengah dinamika harga pasar.
Dalam pasar murah Blitar tersebut, masyarakat bisa mendapatkan berbagai kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Komoditas yang disediakan antara lain beras, telur, gula pasir, dan minyak goreng. Kegiatan serupa juga digelar secara bergilir di sejumlah wilayah Kabupaten Blitar.
Kegiatan pasar murah itu diinisiasi Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kabupaten Blitar. Dalam pelaksanaannya, Disperindag menggandeng Perum Bulog serta pelaku UMKM lokal untuk menyediakan sejumlah komoditas pangan dan produk olahan dengan harga yang lebih terjangkau bagi masyarakat.
Baca Juga: Jagung SPHP Tembus 30 Ribu Ton di Blitar Raya, Peternak Wajib Terdaftar untuk Menebus
Beras SPHP Disiapkan 2 Ton
Kepala Disperindag Kabupaten Blitar Darmadi mengatakan, operasi pasar murah terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat. Program tersebut diharapkan mampu menjaga daya beli warga sekaligus membantu pengendalian inflasi.
Menurut Darmadi, kegiatan di Kecamatan Wlingi merupakan bagian dari pelaksanaan pasar murah secara bergilir. Sebelumnya, kegiatan serupa telah digelar di Kecamatan Srengat.
Baca Juga: SPHP Jagung Blitar Tembus 11,7 Juta Kilogram, Koperasi Besar Jadi Andalan Jaga Harga Pakan Peternak
“Operasi pasar murah ini merupakan langkah konkret Pemkab Blitar dalam rangka pengendalian inflasi serta stabilisasi harga sembako. Hari ini kami adakan bergilir di Kecamatan Wlingi setelah sebelumnya di Srengat. Seluruh warga masyarakat bebas memanfaatkan program ini,” ujarnya, kemarin (3/9).
Dalam kegiatan tersebut, pemerintah menyiapkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebanyak 2 ton. Selain beras, tersedia puluhan karton Minyakita, gula pasir, serta berbagai produk olahan dari UMKM lokal Wlingi.
Untuk memastikan komoditas dapat dinikmati lebih banyak warga, penyelenggara menerapkan pembatasan jumlah pembelian. Beras SPHP dibatasi maksimal dua kemasan atau 10 kilogram untuk setiap orang. Pembelian Minyakita dan gula pasir juga dibatasi.
Seluruh komoditas dalam operasi pasar tersebut dijual dengan harga yang mengacu pada Harga Eceran Tertinggi (HET) standar pemerintah. Kebijakan pembatasan pembelian dilakukan untuk mencegah penimbunan sekaligus memastikan manfaat pasar murah dapat dirasakan secara merata.
Harga Lebih Murah dari Pasaran
Darmadi menjelaskan, kenaikan harga kebutuhan pokok pada September umumnya dipengaruhi keterbatasan pasokan sejumlah komoditas dari daerah penghasil. Di sisi lain, permintaan konsumen masih cukup tinggi.
Meski demikian, berdasarkan pantauan Disperindag, pergerakan harga sejumlah komoditas utama di Kabupaten Blitar masih berada dalam kondisi stabil dan terkendali.
Dia menilai ketersediaan barang serta kelancaran distribusi menjadi faktor penting untuk menjaga stabilitas harga. Operasi pasar murah menjadi salah satu langkah untuk memastikan stok tersedia sekaligus mengurangi potensi spekulasi harga di tingkat pasar.
Baca Juga: Serapan Jagung SPHP di Kabupaten Blitar Tembus 11,7 Juta Kg, Sisa Kuota 69 Juta Kg Terus Dikejar
Manfaat program tersebut dirasakan langsung warga Kecamatan Wlingi. Salah satunya Yuliasih yang mengaku terbantu karena harga sejumlah kebutuhan pokok yang dijual dalam pasar murah jauh lebih rendah dibandingkan harga di pasar tradisional.
Yuliasih menyebut beras SPHP 5 kilogram hanya dibanderol Rp 58 ribu. Sementara, harga beras dengan ukuran serupa di pasar biasanya mencapai Rp 72 ribu hingga Rp 73 ribu. Gula pasir dijual Rp 16 ribu per kilogram, sedangkan harga di pasaran sekitar Rp 18 ribu. Minyak goreng juga ditawarkan Rp 16 ribu, dibandingkan harga pasar yang masih sekitar Rp 21 ribu.
Menurut Yuliasih, selisih harga tersebut cukup membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari. Dia berharap Pemkab Blitar dapat terus menggelar kegiatan serupa secara rutin dan memperluas jangkauannya hingga tingkat desa.
“Alhamdulillah sangat terbantu untuk kebutuhan dapur sehari-hari. Harapannya program pasar murah ini bisa sering diadakan dan harga-harga sembako di pasar bisa kembali turun normal,” pungkasnya.
Editor : Regina Gavin Agata