Keputusan menutup jalur pendakian Gunung Kawi tersebut berlaku selama 2x24 jam mulai Rabu (2/9). Kebijakan itu merupakan hasil kesepakatan pengelola serta asosiasi pos perizinan pendakian yang berada di sekitar kawasan Pegunungan Kawi.
Petugas Pos Pendakian Gunung Kawi via Sirah Kencong, Guntur, mengatakan penutupan dilakukan meskipun lokasi kebakaran berada di wilayah Kabupaten Malang. Menurut dia, seluruh jalur pendakian di sekitar Gunung Kawi sepakat ditutup sementara demi keselamatan bersama.
Baca Juga: Pemuda di Sananwetan Curi HP di Konter Tetangga hingga Dua Kali, Rugi Rp 12 Juta
Guntur menjelaskan, keputusan tersebut diambil melalui musyawarah antara pengelola pos pendakian dan asosiasi pos perizinan pendakian di kawasan Pegunungan Kawi. Langkah tersebut menjadi upaya preventif untuk mengantisipasi kondisi yang tidak diinginkan.
“Penutupan sementara ini merupakan hasil musyawarah dari pihak pengelola dan keputusan resmi asosiasi pos perizinan pendakian di sekitaran Pegunungan Kawi,” ujarnya, kemarin (3/9).
Dia menambahkan, meski kebakaran terjadi dari sisi wilayah Malang, dampaknya tetap menjadi perhatian pengelola jalur dari arah Blitar. Karena itu, rute Sirah Kencong turut ditutup sementara hingga kondisi kawasan dinilai aman.
Baca Juga: 5 Motor Listrik Baterai Awet, Jarak Tempuh hingga 180 Km Sekali Cas
Titik api pertama kali diketahui warga dan relawan pada Selasa (1/9) sore. Kebakaran tersebut membakar vegetasi di kawasan lereng Gunung Kawi. Tim relawan gabungan kemudian bergerak melakukan penanganan untuk mencegah api meluas.
Penanganan dilakukan secara intensif hingga malam hari. Hasilnya, kobaran api berhasil dipadamkan secara total. Setelah kondisi dinyatakan terkendali, seluruh personel relawan yang berada di lokasi kebakaran ditarik turun.
Guntur memastikan tidak ada pendaki yang terjebak maupun harus dievakuasi dari jalur Sirah Kencong ketika penutupan diberlakukan. Seluruh pendaki disebut telah turun sebelum akses pendakian resmi ditutup.
“Titik api dilaporkan sudah padam sejak Selasa malam dan situasi kondusif. Untuk jalur pendakian via Sirah Kencong dipastikan steril, tidak ada pendaki yang dievakuasi karena seluruhnya sudah turun sebelum rute resmi ditutup,” terangnya.
Meski api telah berhasil dipadamkan, pengelola dan asosiasi pos pendakian belum langsung membuka kembali akses menuju Gunung Kawi. Pemantauan berkala tetap dilakukan untuk mengetahui perkembangan kondisi kawasan, terutama terkait cuaca dan potensi munculnya titik api baru.
Hembusan angin kencang menjadi salah satu faktor yang turut diperhatikan. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat memicu kembali bara atau api di sekitar kawasan yang sebelumnya terdampak kebakaran.
Baca Juga: Indomobil Cutie Dibanderol Mulai Rp15 Juta, Varian Pro Punya 2 Baterai
Karena itu, penutupan selama 2x24 jam dianggap penting untuk memastikan kawasan benar-benar aman sebelum kembali digunakan untuk aktivitas pendakian. Evaluasi juga akan dilakukan bersama oleh pengelola pos pendakian lintas wilayah.
Pembukaan kembali jalur pendakian Gunung Kawi via Sirah Kencong masih menunggu hasil evaluasi menyeluruh. Pengelola mengimbau masyarakat dan pencinta alam tidak memaksakan diri melakukan pendakian selama jalur belum dinyatakan resmi dibuka.
“Penutupan 2x24 jam ini penting untuk memastikan area bekas kebakaran benar-benar aman dari potensi asap maupun percikan api susulan. Kami imbau masyarakat dan pencinta alam untuk bersabar hingga rute pendakian dinyatakan resmi dibuka kembali,” pungkasnya. (jar/c1/sub)
Editor : Azahra Meilisani Salma