Tekan Inflasi, Gubernur Khofifah Gelontor Pasar Murah Titik Ke-118 di Kabupaten Blitar

Fajar Rahmad Ali Wardana • Dipublikasikan Sabtu, 5 September 2026 | 22:25 WIB
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat membagikan sembako kepada warga Kecamatan Sutojayan Kabupaten Blitar, Sabtu (5/9).
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat membagikan sembako kepada warga Kecamatan Sutojayan Kabupaten Blitar, Sabtu (5/9).

 

Blitar - Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperluas jangkauan pemenuhan logistik sembako murah bagi masyarakat. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa hadir langsung meninjau gelaran Pasar Murah Jawa Timur 2026 yang diselenggarakan di Lapangan Brubuh, Kelurahan Kalipang, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar, Sabtu (5/9).

Helatan yang digelar sekaligus dalam rangka menyambut Muktamar Nahdlatul Ulama Ke-35 tersebut merupakan titik pelaksanaan ke-118 yang disebar Pemprov Jatim di berbagai daerah.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa membeberkan bahwa penetapan harga komoditas pada pasar murah tersebut dipatok berada jauh di bawah HET maupun rata-rata harga pasar berkat adanya intervensi subsidi langsung dari Pemprov Jatim.

"Hari ini merupakan titik ke-118 upaya kita memperluas penjangkauan suplai logistik di daerah. Harapan kita, pasar murah ini membantu pemenuhan kebutuhan sembako harian masyarakat dengan harga di bawah standar pasar berkat subsidi Pemprov Jatim," ujar Khofifah Indar Parawansa di lokasi acara, Sabtu (5/9).

Baca Juga: Pemkab dan Pengusaha Blitar Salurkan Bantuan Logistik Pangan Rp 300 Juta untuk Korban NTT

Khofifah merinci, seluruh bahan pangan yang dijual dalam helatan di Sutojayan tersebut disubsidi agar mampu mengintervensi keterjangkauan daya beli warga sekitar.

Berdasarkan data komoditas pangan yang disiagakan, beras medium SPHP dibanderol senilai Rp 11.000 per kg dan beras premium Rp 14.000 per kg. Untuk kebutuhan dapur lainnya, minyak goreng dilepas Rp 13.000 per liter, gula pasir Rp 14.000 per kg, dan tepung terigu Rp 10.000 per kg.

Sementara untuk komoditas protein dan bumbu dapur, telur ayam ras dijual Rp 20.000 per pack, daging ayam ras Rp 32.000 per pack, serta bawang merah dan bawang putih masing-masing dibanderol murah Rp 6.000 per 250 gram. Tak ketinggalan, paket cabai segar juga dilepas seharga Rp 5.000 per 200 gram.

Baca Juga: Nyekar di Makam Bung Karno, Gubernur Jatim Khofifah Tanggapi Pemangkasan Dana Transfer Pusat

Khofifah menegaskan, intervensi pasar murah yang dimasifkan oleh Pemprov Jatim tidak berjalan sendiri, melainkan bertindak sebagai penguat (komplementaritas) atas program-program stabilisasi pangan yang sudah digulirkan oleh para bupati dan walikota di masing-masing wilayah.

Sinergi antarjenjang pemerintahan ini krusial untuk menjaga stabilitas laju inflasi daerah agar tetap terkendali dengan baik di seluruh wilayah Jawa Timur.

"Langkah yang Pemprov lakukan ini sifatnya substitusi dan komplementer dari apa yang sudah dijalankan bupati maupun walikota. Kita saling memperkuat penjangkauan agar daya beli masyarakat terjaga, harga barang stabil, dan laju inflasi daerah terus terkendali," pungkasa Gubernur Jawa Timur.

Editor : Fajar Rahmad Ali Wardana
Pangan Murah Sutojayan Blitar jawa timur khofifah indar parawansa