Pemprov Jatim Siapkan OMC untuk Atasi Kekeringan di Blitar, Warga Juga Diimbau Salat Istisqa

Fajar Rahmad Ali Wardana • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 12:13 WIB
ILUSTRASI : Pemprov Jatim Siapkan OMC untuk Atasi Kekeringan di Blitar, Warga Juga Diimbau Salat Istisqa
ILUSTRASI : Pemprov Jatim Siapkan OMC untuk Atasi Kekeringan di Blitar, Warga Juga Diimbau Salat Istisqa

 

BLITAR KAWENTAR – Kekeringan Blitar menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Jawa Timur seiring kemarau panjang dan ekstrem yang melanda sejumlah wilayah.

Hingga awal September 2026, sebanyak 24 kabupaten/kota di Jawa Timur telah menerbitkan Surat Keputusan (SK) Status Darurat Kekeringan, termasuk Kabupaten Blitar.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan Pemprov Jatim bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim terus memperkuat intervensi untuk membantu masyarakat yang terdampak.

Baca Juga: Hujan Perdana Turun di Blitar Setelah Enam Bulan Kemarau, BPBD Ingatkan Belum Tentu Musim Hujan

Selain memasok air bersih secara masif, pemerintah juga menyiapkan skema Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Khofifah menyampaikan hal tersebut saat meninjau wilayah terdampak kekeringan di Desa Margomulyo, Kecamatan Panggungrejo, Sabtu (6/9).

Menurutnya, bantuan air bersih dari Pemprov Jatim diberikan untuk mendukung penanganan yang telah dilakukan pemerintah daerah, termasuk Pemkab Blitar.

Baca Juga: DKKB Usulkan Mantra Masuk Pelindungan KI, Karya Sastra Tradisional Dinilai Punya Nilai Budaya

Selain distribusi air bersih, Pemprov Jatim menyiapkan langkah lain untuk menghadapi dampak kemarau berkepanjangan.

 Salah satunya melalui OMC yang pelaksanaannya telah dikoordinasikan dengan instansi teknis terkait.

Khofifah menjelaskan, mekanisme OMC pada musim kemarau berbeda dengan pelaksanaan ketika musim hujan.

Saat musim hujan, operasi modifikasi cuaca dapat digunakan untuk memecah awan atau mengalihkan hujan agar tidak turun di wilayah tertentu.

Sebaliknya, pada musim kemarau, OMC diarahkan untuk memanfaatkan keberadaan awan potensial. Awan tersebut akan disemai agar memiliki peluang lebih besar menghasilkan hujan di wilayah daratan.

Langkah tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah untuk memaksimalkan peluang hujan di tengah kondisi kemarau ekstrem.

Baca Juga: Air Bersih 20 Ribu Liter Disalurkan Polisi ke Warga Wates, Krisis Air Makin Terasa akibat Kemarau Pa

 Terlebih, pasokan air bersih di sejumlah daerah terus mendapat tekanan akibat minimnya hujan.

Menurut Khofifah, dalam beberapa hari terakhir mulai terdapat informasi mengenai pergerakan potensi awan.

 Ketika keberadaan awan potensial terdeteksi, pemerintah provinsi akan bergerak melakukan operasi modifikasi cuaca agar awan yang masuk ke daratan dapat segera berkembang menjadi hujan.

Baca Juga: Mama Falak Pagentongan dan Kisah Kedekatannya dengan Bung Karno Saat Revolusi

Pelaksanaan OMC tidak menjadi satu-satunya langkah yang ditempuh pemerintah.

Bantuan pasokan air bersih tetap dilakukan untuk membantu masyarakat yang kesulitan mendapatkan kebutuhan air akibat kemarau panjang.

Kondisi tersebut membuat penanganan kekeringan membutuhkan berbagai pendekatan sekaligus.

Baca Juga: Acer Nitro V15 RTX 4050 Diuji, Performa Kencang tapi RTX 5050 Lebih Menggoda

Distribusi air menjadi langkah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam jangka pendek, sedangkan OMC dipersiapkan sebagai salah satu intervensi untuk meningkatkan peluang turunnya hujan.

Kabupaten Blitar menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian karena telah menetapkan status darurat kekeringan.

Kondisi ini menunjukkan dampak kemarau tidak hanya berkaitan dengan berkurangnya curah hujan, tetapi juga berpengaruh terhadap ketersediaan air masyarakat.

Baca Juga: Tol Tulungagung-Blitar-Kepanjen 105 Km, Enam Titik Ini Jadi Akses Menuju Malang

Di tengah berbagai upaya teknis tersebut, Khofifah juga mengajak masyarakat melakukan ikhtiar spiritual.

Dia mengimbau komunitas, masyarakat, dan tokoh agama di Jawa Timur untuk menyegerakan pelaksanaan salat Istisqa secara berjamaah.

Salat Istisqa merupakan salat yang dilakukan sebagai bentuk permohonan kepada Allah SWT agar diturunkan hujan.

Baca Juga: JLS Blitar Jolosutro Tembus Pegunungan, Trase Baru Disebut Akan Melintasi Jalan Utama Berkali-kali

Khofifah berharap masyarakat dapat bersama-sama memanjatkan doa agar hujan segera turun dan membawa berkah.

Menurutnya, upaya menghadapi kekeringan dapat dilakukan melalui berbagai ikhtiar.

Pemerintah menjalankan intervensi berupa bantuan air bersih dan persiapan OMC, sementara masyarakat dapat melakukan ikhtiar spiritual melalui doa bersama.

Baca Juga: Pantai Tambakrejo Blitar Ramai Saat Minggu, Air Biru Kehijauan Jadi Daya Tarik

Kombinasi berbagai langkah tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat melewati kemarau ekstrem yang masih berlangsung.

 Pemerintah tetap mendorong kesiapsiagaan daerah sembari memantau perkembangan kondisi atmosfer dan peluang terbentuknya awan hujan.

Bagi masyarakat yang terdampak langsung, ketersediaan air bersih tetap menjadi kebutuhan utama. Karena itu, dukungan pemerintah daerah dan provinsi terus diperlukan hingga kondisi kekeringan berangsur mereda. (jar/c1/sub)

Editor : Ratna Anggi Puspita Sari
kekeringan Blitar omc salat istisqa khofifah indar parawansa pemprov jatim