Sekolah Rakyat Kota Blitar Tak Lagi Terima MBG dari Penyedia Luar, Bakal Masak Sendiri

Noormalady Usman • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 13:15 WIB
Petugas menyiapkan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) secara mandiri di dapur Sekolah Rakyat Kota Blitar.
Petugas menyiapkan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) secara mandiri di dapur Sekolah Rakyat Kota Blitar.

 

BLITAR KAWENTAR – Sekolah Rakyat (SR) Kota Blitar berencana menghentikan penerimaan Makan Bergizi Gratis (MBG) dari penyedia luar. Ke depan, kebutuhan makanan bagi para siswa akan disiapkan secara mandiri dengan memasak langsung di dapur sekolah.

Kebijakan tersebut belum diterapkan saat ini karena dapur Sekolah Rakyat Kota Blitar masih dalam tahap pembangunan.

Untuk sementara, kebutuhan makanan siswa masih dipenuhi melalui distribusi dari penyedia MBG dari luar sekolah atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Baca Juga: Data Desil Salah Bisa Bikin Anak Gagal Terima Beasiswa, Pemkot Blitar Minta Warga Segera Lapor

Kepala Sekolah Rakyat Kota Blitar Johan Argono mengatakan, pihak sekolah memang masih menerima makanan dari penyedia luar karena fasilitas dapur belum siap digunakan.

Setelah pembangunan selesai dan fasilitas pendukung terpenuhi, sekolah akan mengambil alih proses penyediaan makanan siswa secara mandiri.

Johan menjelaskan, rencana memasak sendiri di lingkungan sekolah berkaitan dengan kesiapan fasilitas yang saat ini masih dalam proses pembangunan.

Baca Juga: Data Desil Salah Bisa Bikin Anak Gagal Terima Beasiswa, Pemkot Blitar Minta Warga Segera Lapor

Dapur menjadi salah satu fasilitas penting yang harus tersedia sebelum Sekolah Rakyat dapat mengelola kebutuhan makanan siswa secara mandiri. Karena pembangunan belum selesai, pihak sekolah masih mengandalkan distribusi makanan dari penyedia MBG luar.

Kondisi tersebut membuat pola penyediaan makanan untuk siswa saat ini masih berbeda dengan rencana ke depan.

 Untuk sementara, makanan tetap datang dari pihak penyedia, sementara sekolah menunggu seluruh fasilitas internal siap digunakan.

Menurut Johan, proses pembangunan dapur masih berlangsung. Artinya, sekolah belum dapat langsung beralih ke sistem memasak mandiri sebelum fasilitas tersebut benar-benar selesai dan memenuhi kebutuhan operasional.

Selain persoalan dapur, kesiapan sumber daya manusia juga menjadi perhatian. Sekolah masih menunggu sejumlah tenaga pendukung yang dibutuhkan untuk menjalankan sistem penyediaan makanan secara mandiri.

Selain dapur, Sekolah Rakyat Kota Blitar juga masih menunggu kesiapan tenaga pendukung, termasuk tenaga ahli gizi.

Baca Juga: Pemprov Jatim Siapkan OMC untuk Atasi Kekeringan di Blitar, Warga Juga Diimbau Salat Istisqa

Keberadaan tenaga pendukung menjadi bagian dari persiapan sebelum sekolah mengelola makanan siswa secara mandiri.

Dengan adanya fasilitas dan tenaga yang dibutuhkan, proses penyediaan makanan diharapkan dapat berjalan sesuai dengan kebutuhan sekolah.

Johan menegaskan, peralihan menuju sistem mandiri tidak dilakukan secara terburu-buru. Sekolah akan menunggu hingga seluruh komponen yang diperlukan benar-benar siap.

Baca Juga: Hujan Perdana Turun di Blitar Setelah Enam Bulan Kemarau, BPBD Ingatkan Belum Tentu Musim Hujan

Langkah tersebut dilakukan agar ketika dapur mulai digunakan, proses penyediaan makanan siswa dapat langsung berjalan dengan dukungan fasilitas dan personel yang memadai.

Jika seluruh persiapan telah rampung, Sekolah Rakyat Kota Blitar tidak lagi menerima distribusi makanan dari penyedia luar. Kebutuhan makanan siswa akan disiapkan langsung di lingkungan sekolah.

Johan memastikan, pihak sekolah akan memasak sendiri setelah dapur dan fasilitas pendukung siap. Dengan pola tersebut, proses penyediaan makanan menjadi bagian dari kegiatan yang dikelola langsung oleh sekolah.

Baca Juga: DKKB Usulkan Mantra Masuk Pelindungan KI, Karya Sastra Tradisional Dinilai Punya Nilai Budaya

Saat ini, sekolah masih berada dalam tahap persiapan. Pembangunan dapur menjadi salah satu pekerjaan yang harus diselesaikan sebelum rencana tersebut dapat diterapkan.

Perubahan pola penyediaan MBG ini juga menunjukkan bahwa Sekolah Rakyat Kota Blitar sedang mempersiapkan fasilitas internal untuk mendukung kebutuhan siswanya.

Namun, berdasarkan keterangan pihak sekolah, waktu pasti kapan sistem memasak mandiri mulai diterapkan belum disebutkan.

Baca Juga: SMAN 1 Kota Blitar Siap Debut di Bahlil Mini Soccer, Ini Persiapannya

Johan hanya menegaskan bahwa setelah seluruh fasilitas siap, kebutuhan makan siswa akan disediakan dan dimasak sendiri di sekolah.

Untuk saat ini, distribusi makanan dari penyedia luar tetap berjalan sembari pembangunan dapur dilanjutkan. Sekolah juga mempersiapkan tenaga pendukung yang diperlukan, termasuk ahli gizi.

Dengan demikian, rencana memasak mandiri bukan berarti distribusi MBG dari penyedia luar langsung dihentikan saat ini. Sistem yang berjalan masih bersifat sementara hingga fasilitas sekolah siap digunakan.

Baca Juga: Cegah Kredit Macet dan Proteksi UMKM, BPJS Ketenagakerjaan Blitar Gandeng BPR Nusamba Jatim

Setelah dapur selesai dibangun dan tenaga pendukung tersedia, Sekolah Rakyat Kota Blitar akan beralih ke sistem penyediaan makanan secara mandiri.

Pihak sekolah berharap seluruh persiapan dapat segera rampung sehingga fasilitas dapur dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan makan siswa secara langsung di lingkungan Sekolah Rakyat Kota Blitar. (bud/c1/ady)

Editor : Ratna Anggi Puspita Sari
Dapur Sekolah Makan Bergizi Gratis Mbg Kota Blitar Sekolah Rakyat