Politeknik Agraria STPN Resmi Diluncurkan, Buka Babak Baru Pendidikan Vokasi Agraria

Regina Gavin Agata • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 09:09 WIB
Peresmian Politeknik Agraria STPN ditandai dengan pemukulan gong dalam rangkaian wisuda perdana di Sleman, Yogyakarta, Sabtu (5/9/2026).
Peresmian Politeknik Agraria STPN ditandai dengan pemukulan gong dalam rangkaian wisuda perdana di Sleman, Yogyakarta, Sabtu (5/9/2026).

BLITAR KAWENTAR - Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) resmi bertransformasi menjadi Politeknik Agraria STPN. Perubahan bentuk kelembagaan tersebut ditandai dengan pemukulan gong oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid di Pendopo Sasana Widya Bhumi Politeknik Agraria STPN, Sleman, Yogyakarta, Sabtu (5/9/2026).

Peresmian tersebut menjadi penanda babak baru bagi Politeknik Agraria STPN sebagai perguruan tinggi vokasi yang secara khusus mengembangkan pendidikan di bidang agraria, pertanahan, dan tata ruang.

Prosesi peresmian turut dihadiri Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN Ossy Dermawan, Sekretaris Jenderal Dalu Agung Darmawan, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Agustyarsyah, serta Plt. Direktur Politeknik Agraria STPN Sri Yanti Achmad.

Baca Juga: Lulus Ujian CBT Penerimaan Baru, Calon Taruna/i Politeknik Agraria STPN Ikuti Seleksi Lanjutan

Setelah pemukulan gong, prosesi dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti peresmian. Menteri Nusron kemudian menyerahkan bendera kepada Plt. Direktur Politeknik Agraria STPN.

“Politeknik Agraria STPN merupakan satu-satunya perguruan tinggi vokasi di Indonesia yang bergerak secara khusus mengembangkan pendidikan bidang agraria, pertanahan, dan tata ruang,” ujar Nusron dalam acara yang dirangkaikan dengan wisuda 568 taruna dan taruni tersebut.

Transformasi kelembagaan

Baca Juga: KKNP-PTLP Tematik Tahun 2026 Berakhir, Pengalaman Lapangan Jadi Best Practice Taruna/i Poltek Agraria STPN

Nusron mengatakan, STPN selama puluhan tahun telah melahirkan ribuan tenaga profesional yang kemudian mengabdi di Kementerian ATR/BPN maupun berbagai bidang lainnya.

Besarnya kontribusi tersebut menjadi salah satu alasan untuk terus memperkuat kelembagaan sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan di Politeknik Agraria STPN.

Menurut dia, proses transformasi yang telah diperjuangkan selama beberapa tahun kini memasuki tahap akhir. Sejumlah tahapan telah dilakukan, mulai dari perubahan bentuk kelembagaan, penataan organisasi, pengembangan kurikulum vokasi, pembukaan program studi baru, hingga penyelenggaraan pendidikan.

“Proses transformasi yang selama beberapa tahun terakhir kita perjuangkan, saat ini sudah mencapai tahap akhir. Perubahan bentuk kelembagaan, penataan organisasi, pengembangan kurikulum vokasi, pembukaan program studi baru, sampai dengan penyelenggaraan pendidikan telah dilaksanakan dan berjalan dengan baik,” tuturnya.

Meski demikian, proses pembahasan dan penetapan statuta Politeknik Agraria STPN masih berlangsung di Kementerian Pendidikan, Sains, dan Teknologi. Kementerian ATR/BPN akan terus mengawal proses tersebut hingga selesai.

Tiga program studi baru

Sejalan dengan transformasi kelembagaan, Politeknik Agraria STPN juga memperkuat pendidikan melalui tiga program studi baru yang mulai diselenggarakan pada tahun akademik 2025/2026.

Baca Juga: Semangat Mengabdi Warnai Suasana Seleksi Penerimaan Taruna Baru Politeknik Agraria STPN

Ketiganya telah memperoleh akreditasi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Tiga program studi tersebut yakni Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Penataan Ruang dan Pertanahan, Program Studi Sarjana Terapan Survei Pemetaan dan Informasi Pertanahan, serta Program Studi Sarjana Terapan Kebijakan dan Manajemen Pendaftaran Tanah.

Nusron berharap kurikulum dan sistem pembelajaran di Politeknik Agraria STPN terus berkembang secara adaptif mengikuti kebutuhan zaman. Kampus tersebut diharapkan menjadi ruang lahirnya gagasan, inovasi teknologi, dan solusi untuk menjawab persoalan agraria, pertanahan, serta tata ruang.

“Kementerian ATR/BPN akan terus memberikan dukungan terhadap penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penyediaan sarana dan prasarana, serta pembiayaan yang diperlukan untuk memperkuat Politeknik Agraria STPN,” ujar Nusron.

Baca Juga: Seleksi Penerimaan Taruna Baru Politeknik Agraria STPN, Jaring SDM Unggul Bidang Pertanahan dan Tata Ruang

Sementara itu, Sri Yanti Achmad menyebut perubahan bentuk kelembagaan tersebut merupakan hasil proses dan perjuangan panjang seluruh civitas academica STPN.

Menurut dia, pembukaan tiga program studi baru menjadi bagian dari transformasi sekaligus wujud komitmen dalam memperkuat pengembangan keilmuan dan kompetensi bidang agraria, pertanahan, dan tata ruang.

“Peresmian Politeknik Agraria STPN yang dirangkaikan dengan wisuda perdana ini menjadi momentum penting yang menandai babak baru dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi vokasi serta menguatkan peran Politeknik Agraria STPN dalam menghasilkan sumber daya manusia yang unggul dan profesional di bidang agraria, pertanahan, dan tata ruang,” pungkas Sri Yanti.

Dalam kesempatan tersebut, turut diberikan penghargaan kepada Kepala Pusat Penilaian Kompetensi BPSDM Heri Mulianto sebagai pencipta Hymne Politeknik Agraria STPN. Acara peresmian sekaligus wisuda perdana itu juga dihadiri sejumlah pejabat pimpinan tinggi madya dan pratama Kementerian ATR/BPN, Sekretaris Daerah Provinsi D.I. Yogyakarta, serta Kepala Kanwil BPN Provinsi se-Indonesia beserta jajaran.

Editor : Regina Gavin Agata
pendidikan vokasi Politeknik Agraria STPN STPN pertanahan Kementerian ATR/BPN