Abdian Putra, Guru Blitar yang Terpilih Magang ke Jerman, Bawa Misi Besar untuk SMK

M. Subchan Abdullah • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 12:00 WIB
Abdian Putra, Guru Teknik Mekatronika SMKN 1 Udanawu, terpilih mengikuti Program Magang Guru SMK Luar Negeri di Jerman untuk memperdalam teknologi otomasi dan mekatronika.
Abdian Putra, Guru Teknik Mekatronika SMKN 1 Udanawu, terpilih mengikuti Program Magang Guru SMK Luar Negeri di Jerman untuk memperdalam teknologi otomasi dan mekatronika.

BLITAR KAWENTAR - Nama Abdian Putra, Guru Teknik Mekatronika SMKN 1 Udanawu, Blitar, bakal mencatat pengalaman baru dalam perjalanan kariernya. Mulai September hingga November 2026, dia akan meninggalkan sementara bengkel Mekatronika di sekolah untuk menimba ilmu di Jerman.

Abdian Putra menjadi salah satu dari 50 guru Indonesia yang terpilih mengikuti Program Magang Guru SMK Luar Negeri yang diselenggarakan Direktorat SMK, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Di Jerman, dia akan menjalani program magang di PT Festo Didactic, salah satu pusat pengembangan teknologi otomasi dan mekatronika industri terkemuka di dunia.

Kesempatan yang didapat Abdian Putra tidak datang secara instan. Dia harus melewati rangkaian seleksi yang cukup ketat. Tahap awal dimulai dari seleksi administrasi dengan berbagai persyaratan, di antaranya rekomendasi sekolah, sertifikasi kemampuan bahasa Inggris, sertifikasi kompetensi, serta sejumlah dokumen pendukung lainnya.

Baca Juga: Magang Kemnaker 2026 Uang Saku Berapa? Ini Besaran dan Aturannya

Lolos Seleksi hingga 50 Guru

Setelah melewati seleksi administrasi, Abdian masuk dalam kelompok 100 guru yang berhak mengikuti tahap wawancara. Proses wawancara tidak hanya melibatkan pihak dari Indonesia. Perwakilan perguruan tinggi dan perusahaan di Jerman yang menjadi lokasi magang juga turut terlibat dalam proses seleksi.

Dari ratusan peserta yang mengikuti seluruh rangkaian seleksi, Abdian akhirnya berhasil masuk daftar 50 guru yang mendapatkan kesempatan belajar langsung di Jerman.

Baca Juga: Magang Kemnaker 2026 Uang Saku Berapa dan Tips Agar Peluang Lolos Makin Besar

Bagi Abdian, perjalanan tersebut bukan sekadar kesempatan untuk mengunjungi negara lain. Ada misi yang ingin dia bawa pulang ke sekolah.

Dia ingin meningkatkan kualitas pembelajaran vokasi sehingga lulusan SMK Indonesia memiliki kompetensi yang mampu bersaing di tingkat global. Hal itu dinilai penting karena perkembangan industri semakin cepat, terutama memasuki era Industri 4.0 yang menuntut penguasaan teknologi otomasi dan sistem mekatronika.

Pelajari Teknologi Otomasi di Festo Didactic

Selama berada di Festo Didactic, Abdian berharap bisa mempelajari secara langsung penerapan pembelajaran berbasis industri. Materi yang ingin dipelajarinya mencakup kurikulum, modul ajar, hingga praktik terbaru di bidang otomasi, pneumatik, hidrolik, dan programmable logic controller (PLC).

“Ilmu dan pengalaman yang saya dapatkan nantinya tentu ingin saya bawa pulang untuk memutakhirkan pembelajaran di sekolah,” ujarnya.

Tak hanya teknologi, Abdian juga ingin melihat lebih dekat bagaimana Jerman menghubungkan pendidikan vokasi dengan dunia industri melalui Dual Education System.

Menurutnya, salah satu tantangan pendidikan vokasi di Indonesia adalah masih adanya kesenjangan antara kompetensi lulusan dan kebutuhan industri. Karena itu, pengalaman magang di Jerman diharapkan bisa menjadi bahan pembelajaran untuk memperkuat konsep link and match.

Baca Juga: Magang Kemnaker 2026 Uang Saku Berapa? Simak Tips agar Lolos Seleksi

Pengalaman tersebut juga akan diarahkan untuk mendukung pengembangan teaching factory serta memperkuat kerja sama antara SMK dengan dunia usaha dan dunia industri.

Tetap Dampingi Siswa dari Jerman

Meski akan berada ribuan kilometer dari Udanawu, Abdian tidak ingin proses pembelajaran dengan siswa terputus. Dia tetap berencana memberikan pendampingan secara daring selama menjalani program di Jerman.

Baca Juga: Magang Kemnaker 2026 uang saku berapa, nominalnya disebut mengikuti upah minimum

Perbedaan waktu antara Indonesia dan Jerman yang mencapai sekitar lima jam menjadi salah satu tantangan yang harus diantisipasi. Namun, bagi Abdian, jarak bukan alasan untuk menghentikan proses belajar.

Menjelang keberangkatannya, dia juga menitipkan pesan kepada siswa Teknik Mekatronika SMKN 1 Udanawu agar tetap disiplin dan menjaga semangat belajar, terutama ketika menjalani praktik di bengkel.

Dia meminta para siswa menjaga nama baik almamater.

“Bapak berangkat untuk belajar teknologi terbaru agar bisa kembali dan mengajarkan yang terbaik untuk kalian. Sampai bertemu lagi dengan semangat dan karya baru. Sukses selalu untuk Mekatronika SMKN 1 Udanawu,” pesannya.

Ilmu dari Jerman untuk Sekolah

Bagi Abdian, program magang tersebut juga menjadi bagian dari pengembangan dirinya sebagai guru. Dia tidak hanya ingin membawa pulang pengetahuan teknis, tetapi juga budaya disiplin kerja, penerapan keselamatan dan kesehatan kerja, serta metode pembelajaran berbasis proyek.

Ilmu dan pengalaman itu nantinya akan dibagikan kepada rekan-rekan guru melalui MGMP, pelatihan, maupun komunitas belajar.

Baca Juga: Magang Kemnaker 2026 Cara Daftar Lengkap dari Buat Akun hingga Pilih Lowongan

Perjalanan Abdian Putra ke Jerman pada akhirnya bukan semata tentang seberapa jauh dia pergi. Lebih dari itu, perjalanan tersebut menjadi upaya membawa pulang pengetahuan baru untuk dikembangkan di sekolah.

Kesempatan dari Direktorat SMK Kemendikdasmen itu diharapkan turut mendukung upaya mencetak lulusan SMK yang siap kerja, siap berwirausaha, sekaligus siap melanjutkan pendidikan.

Dari bengkel Mekatronika di Udanawu, Abdian kini melangkah menuju pusat teknologi otomasi dunia. Namun tujuan akhirnya tetap sama: kembali ke sekolah, kembali kepada para siswa, dan membagikan ilmu baru yang diperolehnya selama di Jerman.

Editor : Regina Gavin Agata
Abdian Putra SMKN 1 Udanawu Magang Guru SMK Mekatronika jerman