Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Blitar Darmadi mengatakan, pelaksanaan konstruksi terus berjalan sesuai tahapan. Saat ini, pekerja mulai menggarap bagian atap bangunan pasar.
“Sekarang progresnya sekitar 50 persen. Untuk pekerjaan fisik, saat ini sudah masuk pengerjaan atap,” katanya.
Baca Juga: Edukasi 3O+1D dan CERDIK, Cara Poltekkes Kemenkes Malang Cegah Stroke dari Hipertensi
Pembangunan Pasar Kesamben menjadi salah satu proyek berskala besar karena menggunakan anggaran yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Nilai pembangunan pasar tersebut mencapai sekitar Rp63,9 miliar dan pelaksanaannya berada di bawah pemerintah pusat.
Dengan anggaran tersebut, Pasar Kesamben dirancang menjadi bangunan dua lantai. Penataan ruang disiapkan untuk mengakomodasi aktivitas perdagangan masyarakat dengan fungsi berbeda pada setiap lantai.
Lantai pertama akan digunakan sebagai area pasar pagi. Ruang tersebut nantinya menjadi pusat aktivitas perdagangan kebutuhan sehari-hari masyarakat.
Baca Juga: Desil Penerima Bansos, Cek Peringkat Kesejahteraan dan Jenis
Sementara itu, lantai kedua disiapkan untuk kios-kios pedagang. Pembagian fungsi tersebut diharapkan membuat aktivitas perdagangan di pasar baru dapat tertata lebih baik.
Darmadi berharap proses pembangunan dapat terus berjalan sesuai tahapan yang telah direncanakan. Dengan begitu, pasar dapat segera dimanfaatkan kembali oleh masyarakat maupun para pedagang.
“Pembangunannya terus berjalan dan sekarang sudah masuk tahap pekerjaan atap,” ujarnya.
Pembangunan kembali Pasar Kesamben dilakukan setelah pasar yang berada di wilayah timur Bumi Penataran tersebut terbakar pada akhir 2022 silam.
Kebakaran menghanguskan puluhan kios serta ratusan los pedagang. Kondisi tersebut membuat aktivitas perdagangan di lokasi pasar terganggu.
Pembangunan sarana perdagangan baru kemudian dilakukan dengan skema multiyear menggunakan anggaran dari pemerintah pusat. Proyek tersebut diharapkan dapat menyediakan kembali fasilitas perdagangan yang layak bagi masyarakat Kesamben dan sekitarnya.
Baca Juga: Desil Penerima Bansos 1-5, Ini Kategori yang Berpeluang Mendapat Bantuan
Selama proses pembangunan berlangsung, pemerintah daerah juga telah mengalokasikan anggaran ratusan juta rupiah untuk memfasilitasi para pedagang. Anggaran tersebut digunakan untuk membangun pasar darurat sebagai tempat sementara bagi pedagang menjalankan aktivitas jual beli.
Keberadaan pasar darurat menjadi upaya pemerintah menjaga agar kegiatan ekonomi pedagang tetap berjalan sembari menunggu pembangunan pasar baru selesai.
Dengan progres pembangunan yang kini telah mencapai separuh pekerjaan, pemerintah berharap konstruksi dapat terus dikebut hingga seluruh fasilitas selesai. Pasar baru nantinya diharapkan mampu mengembalikan aktivitas perdagangan sekaligus mendukung perputaran ekonomi masyarakat di Kecamatan Kesamben. (hai/c1/sub)
Editor : Azahra Meilisani Salma