BLITAR KAWENTAR – Kecelakaan beruntun di Garum kembali memakan korban jiwa. Seorang pelajar berusia 16 tahun meninggal dunia setelah sepeda motor yang dikendarainya terlibat tabrakan dengan dua kendaraan lain di jalur utama Kelurahan Tawangsari, Kecamatan Garum, Senin (7/9) pagi.
Korban merupakan siswa SMKN 1 Nglegok yang sedang dalam perjalanan menuju sekolah. Nahas, perjalanan tersebut berakhir tragis setelah Honda Vario yang dikendarainya terlibat kecelakaan beruntun yang melibatkan tiga sepeda motor.
Peristiwa kecelakaan beruntun di Garum tersebut terjadi sekitar pukul 06.30 WIB. Selain Honda Vario milik korban, kecelakaan melibatkan Yamaha Mio dan Honda Beat. Dua pengendara lainnya dilaporkan mengalami luka ringan.
Baca Juga: Cara Cek Desil Lewat HP, Cukup Pakai NIK dan Ikuti Langkah Ini
Kasi Humas Polres Blitar Aiptu Syaiful Muheni mengatakan korban meninggal dunia di lokasi kejadian akibat mengalami luka berat. Korban diketahui berinisial ANL, warga Desa Tingal, Kecamatan Garum.
“Kecelakaan melibatkan tiga kendaraan. Korban meninggal dunia merupakan pengendara Honda Vario berinisial ANL, 16, pelajar asal Desa Tingal, Kecamatan Garum. Dua pengendara lainnya mengalami luka ringan,” ujar Muheni saat dikonfirmasi, Senin (7/9).
Berdasarkan hasil penanganan awal kepolisian, kecelakaan bermula ketika Honda Vario yang dikendarai ANL melaju dari arah selatan menuju utara di jalan umum Kelurahan Tawangsari.
Baca Juga: Cara Cek Desil Ekonomi Terbaru, Bisa Lewat Aplikasi dan Tautan BPS
Saat tiba di lokasi kejadian, motor korban diduga melaju tanpa menjaga jarak aman dengan kendaraan di depannya.
Honda Vario kemudian menghantam bagian belakang Yamaha Mio yang dikendarai S, 70, warga Desa Sumberjo, Kecamatan Kademangan.
Benturan tersebut membuat Honda Vario kehilangan kendali. Motor korban kemudian terpental ke lajur kanan.
Pada waktu bersamaan, dari arah berlawanan melaju Honda Beat yang dikendarai DPS, 19, warga Desa Slorok, Kecamatan Garum. Tabrakan kedua pun tidak dapat dihindari.
Kerasnya benturan membuat korban mengalami luka berat hingga akhirnya meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara dua pengendara lainnya mengalami luka ringan.
Kasi Humas Polres Blitar mengatakan hasil olah tempat kejadian perkara menunjukkan dugaan kuat bahwa faktor manusia menjadi pemicu utama kecelakaan.
Baca Juga: Desil Penerima Bansos, Cek Peringkat Kesejahteraan dan Jenis Bantuan
Pengendara Honda Vario diduga kurang konsentrasi saat berkendara sehingga tidak mampu menjaga jarak aman dengan kendaraan yang berada di depannya.
“Dari olah tempat kejadian perkara (TKP), diduga kuat pemicu utama kecelakaan adalah faktor kelalaian manusia, di mana pengendara Honda Vario kurang konsentrasi saat berkendara,” ungkap Muheni.
Kasus kecelakaan tersebut kini ditangani Unit Gakkum Satlantas Polres Blitar. Petugas melakukan penanganan terhadap kendaraan dan pihak-pihak yang terlibat dalam insiden tersebut.
Baca Juga: Pembaruan Data Desil Kemensos Bisa Diajukan, Ini Syarat dan Caranya
Kasat Lantas Polres Blitar AKP Galih Yasir Mubaroq mengingatkan seluruh pengguna jalan agar tidak mengabaikan keselamatan ketika berkendara.
Pengendara diminta mengatur waktu perjalanan dengan baik sehingga tidak terburu-buru di jalan. Selain itu, kondisi kendaraan juga perlu diperiksa sebelum digunakan.
Kepatuhan terhadap rambu lalu lintas, konsentrasi selama berkendara, serta menjaga jarak aman antar kendaraan menjadi hal yang ditekankan kepolisian.
Baca Juga: 17 Tuntutan Warga Desa Serang Belum Tuntas, Spanduk ‘Turunkan Handoko’ Jadi Sorotan
“Pengendara kami imbau agar selalu berhati-hati, atur waktu perjalanan agar tidak tergesa-gesa di jalan, serta selalu konsentrasi. Jaga jarak aman dan utamakan keselamatan diri sendiri maupun orang lain. Stop pelanggaran, stop kecelakaan,” pungkasnya. (jar/c1/sub)
Editor : Ratna Anggi Puspita Sari