BLITAR KAWENTAR – Program Tahfidzul Quran MIN 13 Blitar menjadi salah satu ekstrakurikuler yang cukup diminati siswa.
Berjalan sejak 2023, program tersebut tak sekadar mengajarkan siswa menghafal Juz Amma, tetapi juga diarahkan untuk menumbuhkan kecintaan terhadap Alquran dan membentuk karakter religius sejak dini.
Program tersebut dilaksanakan melalui Rumah Tahfidz Al Hikmah dan diikuti siswa kelas IV hingga VI.
Baca Juga: PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu Januari 2027, Ini 3 Kesepakatan Pemerintah dan DPR
Kegiatan rutin berlangsung Senin hingga Kamis pukul 12.30 hingga 13.30. Materi utama yang diberikan adalah hafalan Juz Amma dengan metode pengulangan per ayat agar siswa lebih mudah menguasai sekaligus mempertahankan hafalannya.
Tidak hanya mengandalkan jam ekstrakurikuler, pembiasaan membaca dan mengulang hafalan juga dilakukan melalui kegiatan murajaah pagi.
Setiap Senin hingga Kamis, siswa tahfidz berkumpul di musala mulai pukul 06.00 hingga 06.45. Lantunan ayat Alquran pun menjadi bagian dari suasana pagi di lingkungan madrasah.
Baca Juga: PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu 2027, 3 Langkah Ini Jadi Kunci Perubahan Status Guru
Antusiasme siswa terhadap program tahfidz cukup tinggi. Waka Kurikulum MIN 13 Blitar Muhammad Adib Musoni SPdI mengatakan peserta kegiatan mencapai sekitar 70 anak dari kelas IV hingga VI.
“Alhamdulillah respons anak-anak sangat antusias,” ungkap Adib.
Menurutnya, minat tersebut menunjukkan bahwa kegiatan tahfidz mendapat respons positif dari siswa.
Program tidak hanya memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan menghafal Alquran, tetapi juga membangun kebiasaan positif melalui kegiatan yang dilakukan secara rutin.
Konsistensi latihan menjadi bagian penting dalam program tersebut. Siswa tidak hanya menghafalkan ayat ketika jadwal ekskul berlangsung, tetapi juga mendapatkan waktu khusus untuk murajaah pada pagi hari.
Dengan pola tersebut, hafalan diharapkan semakin kuat sekaligus menjadi kebiasaan yang melekat dalam aktivitas siswa di madrasah.
Baca Juga: Guru PPPK Jadi PNS 2027, DPR dan Pemerintah Finalisasi Status hingga Guru Madrasah
Program tahfidz juga mulai menunjukkan hasil melalui prestasi siswa. Salah satunya ditorehkan Muhammad Nashril Ilmi Arrosyid.
Siswa tersebut berhasil menjadi juara pertama tingkat kecamatan secara berturut-turut. Prestasi itu kemudian berlanjut hingga tingkat Kabupaten Blitar dalam ajang PORSENI MI.
Nashril bahkan dipercaya mewakili Kabupaten Blitar untuk melanjutkan perjuangan ke tingkat Jawa Timur.
Baca Juga: TPG THR 100 Persen 2026 Cair November? Ini Penjelasan Regulasi dan Fakta Terbarunya
Capaian tersebut menjadi salah satu bukti bahwa kegiatan tahfidz di madrasah tidak hanya berorientasi pada pembiasaan keagamaan, tetapi juga membuka peluang bagi siswa untuk berprestasi.
Kepala MIN 13 Blitar Muhammad Na’im MpdI mengatakan pihak madrasah terus mendorong pengembangan potensi siswa melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler.
Tahfidz menjadi salah satu pilihan bagi siswa yang memiliki minat pada bidang keagamaan. Namun, madrasah juga menyediakan berbagai kegiatan lain untuk mewadahi bakat dan kemampuan siswa.
Baca Juga: Mutasi Guru PNS 2026 Diperpanjang, 34 Formasi Wakasek Masih Dibuka hingga 15 September
Secara keseluruhan, MIN 13 Blitar memiliki 16 ekstrakurikuler lainnya. Pilihannya cukup beragam, mulai pidato tiga bahasa, qiraah, olahraga, seni, hingga kelas olimpiade matematika dan sains.
Keberagaman kegiatan tersebut diharapkan memberi kesempatan kepada setiap siswa untuk menemukan bidang yang diminati sekaligus mengembangkan potensi sejak dini.
Dengan demikian, keberadaan Tahfidzul Quran MIN 13 Blitar bukan hanya menjadi kegiatan tambahan di luar pembelajaran utama.
Baca Juga: Cek Bansos Lewat HP Tanpa ke Kantor Pemerintah, Ini Langkah dan Cara Ajukan Data
Program tersebut menjadi bagian dari upaya madrasah membangun kebiasaan religius, menumbuhkan kecintaan terhadap Alquran, sekaligus membuka ruang bagi siswa untuk mengukir prestasi. (ynu/c1/sub)
Editor : Ratna Anggi Puspita Sari