Satgas Pangan Kota Blitar Gerilya Sidak Pasar, Harga Beras Masih di Bawah HET

M. Subchan Abdullah • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 09:56 WIB
Satgas Pangan Polres Blitar Kota melakukan pengecekan harga dan stok beras di Pasar Templek, Kota Blitar, Senin (7/9).
Satgas Pangan Polres Blitar Kota melakukan pengecekan harga dan stok beras di Pasar Templek, Kota Blitar, Senin (7/9).

BLITAR KAWENTAR – Satgas Pangan Polres Blitar Kota terus memperketat pengawasan harga dan mutu beras di sejumlah titik di Kota Blitar. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi lonjakan harga sekaligus memastikan ketersediaan beras di pasaran tetap aman. Hasil pemantauan menunjukkan harga beras masih berada di bawah harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Satgas Pangan Kota Blitar melakukan pengecekan secara berjenjang dengan menyasar tiga mata rantai distribusi beras. Pengawasan dilakukan mulai dari produsen, distributor, hingga pedagang di pasar tradisional. Dari seluruh lokasi yang didatangi, petugas tidak menemukan beras yang dijual melebihi HET.

Ketua Satgas Pangan Polres Blitar Kota AKP Rudy Kuswoyo mengatakan, pengawasan diperlukan untuk menjaga kestabilan harga beras di tengah kenaikan harga bahan baku. Menurutnya, pengecekan dilakukan untuk memastikan harga yang diterima masyarakat tetap sesuai dengan ketentuan pemerintah.

Baca Juga: 29 SPPG di Kota Blitar Jadi Sorotan, Satgas MBG Perketat Pengawasan Penyediaan Makanan

Pengawasan Dimulai dari Penggilingan Padi

Kegiatan pengawasan berlangsung Senin (7/9) mulai sekitar pukul 10.00. Petugas gabungan lebih dulu mendatangi penggilingan padi UD Merpati Jaya di Jalan Cilincing, Kecamatan Kepanjenkidul. Setelah itu, pengecekan dilanjutkan ke Toko 12 di Jalan Tanjung, Kecamatan Sukorejo, serta Kios Bu Katini di Pasar Templek, Jalan Kacapiring, Kecamatan Kepanjenkidul.

Di UD Merpati Jaya, petugas mendapati aktivitas produksi penggilingan padi sedang berhenti sementara. Kondisi tersebut telah berlangsung sekitar satu minggu. Penghentian produksi terjadi akibat kenaikan harga bahan baku berupa pecah kulit (PK).

Baca Juga: Groundbreaking Hunian Terjangkau, Ketua Satgas Perumahan RI Sampaikan Dukungan Sertipikasi Gratis

Meski tidak sedang melakukan produksi, penggilingan tersebut masih memiliki stok beras merek Baru Muncul. Produk itu dijual dengan harga Rp 14.800 per kilogram dan didistribusikan ke wilayah Kabupaten Blitar, terutama kepada pedagang kecil.

Rudy menyebut harga beras yang ditemukan di tingkat produsen tersebut masih berada di bawah HET. Kondisi itu menjadi salah satu indikator bahwa harga beras di tingkat produsen hingga saat pengecekan masih terkendali.

Harga Beras di Distributor dan Pasar Masih Terkendali

Pengawasan kemudian berlanjut ke tingkat distributor. Di Toko 12, petugas menemukan dua merek beras premium yang dijual dengan harga relatif stabil. Beras merek Bunga Sakura dibanderol Rp 14.750 per kilogram, sedangkan merek Mana Lagi dijual Rp 14.800 per kilogram. Kedua harga tersebut masih berada di bawah HET.

Petugas selanjutnya menyasar pedagang di pasar tradisional. Di Kios Bu Katini, Pasar Templek, ditemukan beras premium merek Setra Ramos yang dijual dengan harga Rp 14.500 per kilogram. Harga tersebut juga masih di bawah ketentuan HET.

Selain harga, Satgas Pangan Kota Blitar turut memastikan mutu beras yang beredar di masyarakat. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan produk yang dipasarkan memenuhi ketentuan dan tidak merugikan konsumen.

Rudy menegaskan, dari pengecekan di tingkat produsen, distributor, dan pasar tradisional Kota Blitar, belum ditemukan beras yang dijual di atas HET. Pengawasan akan terus dilakukan untuk mengantisipasi perubahan harga maupun gangguan distribusi.

Baca Juga: BNK Kota Blitar Pasif, Program Pencegahan Narkoba Beralih ke Satgas P4GN

Kenaikan harga bahan baku di tingkat penggilingan menjadi salah satu hal yang tetap diperhatikan. Sebab, perubahan biaya bahan baku berpotensi memengaruhi harga beras ketika sampai ke tingkat konsumen.

Melalui pengawasan secara berjenjang, pemerintah bersama aparat penegak hukum berharap stabilitas harga beras di Kota Blitar tetap terjaga. Masyarakat juga diimbau tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying yang dapat memicu kepanikan serta mengganggu kelancaran distribusi beras.

Editor : Regina Gavin Agata
Satgas Pangan Kota Blitar HET beras Polres Blitar Kota. harga beras pasar templek