Harga Cabai Rawit di Blitar Melesat hingga Rp 75 Ribu per Kilo, Pedagang Sebut Kemarau Jadi Biang Ke

Noormalady Usman • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 11:00 WIB
Harga cabai rawit di Pasar Legi Kota Blitar naik hingga Rp75 ribu per kilogram akibat minimnya pasokan dampak musim kemarau.
Harga cabai rawit di Pasar Legi Kota Blitar naik hingga Rp75 ribu per kilogram akibat minimnya pasokan dampak musim kemarau.

BLITAR KAWENTAR - Harga cabai rawit di pasar tradisional Kota Blitar mengalami kenaikan cukup signifikan dalam sepekan terakhir. Harga cabai rawit kini mencapai Rp 75 ribu per kilogram. Kondisi tersebut diduga dipengaruhi musim kemarau yang membuat tanaman cabai milik petani mengalami kekeringan hingga banyak yang mati.

Kenaikan harga cabai rawit tersebut terjadi secara bertahap hampir setiap hari. Pedagang di Pasar Legi Kota Blitar, Ali Mahmud, mengatakan harga cabai rawit yang sebelumnya berada di kisaran Rp 50 ribu per kilogram, kini sudah menembus Rp 70 ribu hingga Rp 75 ribu per kilogram.

"Untuk cabai kecil hari ini Rp 75.000 per kilo. Sejak seminggu ini naik terus tiap hari, dari sekitar Rp 50 ribu sampai hari ini Rp 70-75 ribu per kilo," ujar Ali.

Baca Juga: Pedagang MBK Keluhkan Kebijakan Buka 24 Jam, Wali Kota Blitar Janji Tampung Aspirasi dan Evaluasi

Tanaman Cabai Banyak Mati

Menurut Ali, kondisi cuaca yang kering menjadi salah satu faktor yang mendorong kenaikan harga cabai rawit. Musim kemarau membuat tanaman cabai petani kekurangan air. Akibatnya, banyak pohon cabai mengalami kerusakan bahkan mati.

"Ini cuaca kering. Pohonnya banyak yang mati," katanya.

Baca Juga: Kostum Karnaval Pedagang dari Kardus Bekas, Bisa Dibuat Jadi Properti Jualan

Kondisi tersebut kemudian berpengaruh terhadap pasokan cabai rawit yang masuk ke pasar. Ketika hasil panen petani menurun, jumlah cabai yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan pedagang dan masyarakat ikut berkurang.

Berkurangnya pasokan tersebut terjadi bersamaan dengan kenaikan harga yang terus berlangsung dalam beberapa hari terakhir. Pedagang pun memperkirakan kondisi tersebut masih akan memengaruhi harga cabai rawit dalam waktu dekat.

Harga Cabai Lain Masih Stabil

Sementara itu, kenaikan harga tidak terjadi pada seluruh komoditas cabai. Ali menyebut harga cabai keriting dan cabai besar masih relatif stabil.

Saat ini, cabai keriting dijual sekitar Rp 35 ribu per kilogram. Sedangkan cabai besar berada di kisaran Rp 20 ribu per kilogram. Harga sejumlah komoditas bawang-bawangan juga masih disebut normal.

Dengan demikian, cabai rawit menjadi komoditas yang mengalami kenaikan paling mencolok di lapak pedagang Pasar Legi. Perubahan harga tersebut mulai dirasakan langsung oleh masyarakat yang berbelanja untuk kebutuhan sehari-hari.

Pembeli Mulai Kurangi Belanja

Baca Juga: Pernak-pernik Agustusan di Kota Blitar Sepi, Pedagang Pilih Habiskan Stok Lama

Kenaikan harga cabai rawit turut memengaruhi pola belanja masyarakat. Ali mengatakan jumlah pembeli di lapaknya mulai menurun. Masyarakat yang tetap membeli cabai juga cenderung mengurangi jumlah pembelian.

"Pembeli ini menurun. Biasanya beli sekilo, sekarang seperempat," jelasnya.

Perubahan tersebut menunjukkan konsumen mulai menyesuaikan kebutuhan dengan kondisi harga yang ada. Jika sebelumnya masyarakat dapat membeli cabai dalam jumlah lebih banyak, kini pembelian dilakukan seperlunya agar pengeluaran tetap terkendali.

Baca Juga: Pernak-pernik Agustusan di Kota Blitar Sepi, Pedagang Pilih Habiskan Stok Lama

Penurunan jumlah pembelian tersebut juga berdampak pada omzet pedagang. Ali menyebut penjualan cabai di lapaknya kini hanya berada di kisaran 20 kilogram per hari. Kondisi itu terjadi seiring menurunnya minat beli masyarakat dan berkurangnya stok dari petani.

Harga Diperkirakan Masih Naik

Ali memperkirakan harga cabai rawit masih berpotensi mengalami kenaikan dalam waktu dekat. Salah satu alasannya adalah hasil panen petani yang masih minim akibat dampak musim kemarau.

Kondisi tanaman yang banyak mengalami kerusakan membuat pasokan belum kembali normal. Jika hasil panen masih terbatas, jumlah cabai rawit yang masuk ke pasar juga berpotensi tetap rendah.

"Insya Allah terus naik, karena panennya yang kurang," pungkas Ali.

Kondisi tersebut membuat perkembangan harga cabai rawit di pasar tradisional Kota Blitar masih menjadi perhatian pedagang maupun masyarakat. Terlebih, cabai merupakan salah satu komoditas yang banyak digunakan untuk kebutuhan rumah tangga sehari-hari.

Editor : Regina Gavin Agata
cabai Blitar harga pangan musim kemarau pasar legi Harga Cabai Rawit