POPDA Jatim 2026 di Ngawi, Dispora Kota Blitar Siapkan Rp350 Juta dan Bakal Seleksi Atlet

Noormalady Usman • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 13:00 WIB
POPDA Jatim 2026 di Ngawi, Dispora Kota Blitar Siapkan Rp350 Juta dan Bakal Seleksi Atlet
POPDA Jatim 2026 di Ngawi, Dispora Kota Blitar Siapkan Rp350 Juta dan Bakal Seleksi Atlet

 

BLITAR KAWENTAR – Pemkot Blitar mulai mematangkan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Jawa Timur 2026.

Tak sekadar mengirim atlet pelajar, Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Blitar bakal melakukan seleksi dengan mempertimbangkan peluang perolehan medali.

POPDA Jatim 2026 dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Ngawi pada 6–11 November mendatang. Untuk mendukung keikutsertaan kontingen, Dispora Kota Blitar telah menyiapkan anggaran sekitar Rp350 juta.

Baca Juga: Tenggak Obat Kuat, Penghuni Kos di Garum Blitar Meninggal Dunia, Ditemukan Bersama Seorang Perempuan

Anggaran tersebut disiapkan untuk kebutuhan persiapan, pemberangkatan, hingga akomodasi atlet selama mengikuti pertandingan di Ngawi.

Kepala Dispora Kota Blitar Ruli Tri Wibowo mengatakan, pembinaan atlet pelajar untuk POPDA dilakukan melalui koordinasi antara Dispora dan Dinas Pendidikan.

Peserta POPDA memiliki batas usia maksimal 17 tahun. Karena itu, atlet yang berpeluang memperkuat Kota Blitar berasal dari jenjang SD, SMP, hingga SMA/SMK dengan ketentuan kelahiran Januari 2009 atau setelahnya.

Baca Juga: Desil Bansos Berubah, Bantuan Bisa Ikut Berubah? Ini Penjelasannya

“POPDA merupakan event rutin yang ditujukan untuk pembinaan pelajar, dilaksanakan di tahun ini karena tahun genap. Kalau tahun ganjil itu porprov,” ujar Ruli.

Saat ini, Dispora masih melakukan inventarisasi calon atlet. Data tersebut nantinya akan disosialisasikan dan dikoordinasikan dengan Dinas Pendidikan, Kementerian Agama, serta Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.

Tak berhenti di pendataan, jumlah atlet yang akan diberangkatkan juga bakal disesuaikan dengan hasil evaluasi POPDA sebelumnya.

Dispora akan menyandingkan data atlet dengan capaian POPDA 2024. Langkah tersebut dilakukan untuk melihat potensi dan peluang atlet dalam menyumbangkan medali bagi Kota Blitar.

Pertimbangan ini tidak lepas dari keterbatasan anggaran. Dispora memastikan tidak semua atlet dapat di-backup untuk berangkat ke Ngawi.

Karena itu, seleksi akan dilakukan berdasarkan skala prioritas. Atlet yang dinilai memiliki peluang lebih besar meraih medali akan menjadi pertimbangan utama dalam penentuan kontingen.

Baca Juga: Bansos Tidak Cair? Cek Desil Keluarga, Ini Batas PKH, BPNT dan PBI JKN

“Kita sandingkan, masih adakah atlet, dan nanti kita lihat proyeksinya untuk perolehan medali. Anggaran yang kita siapkan tidak bisa meng-backup semua. Nanti kita lakukan seleksi berdasarkan prioritas dan peluang untuk mendapatkan medali,” jelas Ruli.

Meski persiapan mulai dilakukan, jumlah pasti atlet yang akan dikirim Kota Blitar belum ditetapkan.

Dispora masih menunggu petunjuk teknis (juknis) dari Pemprov Jatim. Hingga kini, juknis tersebut belum turun secara menyeluruh ke kabupaten/kota.

Baca Juga: Cara Merubah Desil di Cek Bansos agar Data Bisa Diperbarui, Simak Langkahnya

Kondisi tersebut membuat proses inventarisasi dan pemetaan atlet masih berjalan. Setelah ketentuan resmi diterima, Dispora akan menyesuaikan kembali komposisi kontingen yang diberangkatkan.

Untuk POPDA Jatim 2026, Dispora Kota Blitar telah mengalokasikan sekitar Rp350 juta. Dana tersebut mencakup kebutuhan pemberangkatan serta fasilitas dan akomodasi selama atlet berada di Ngawi.

Dengan anggaran yang terbatas, strategi Kota Blitar bukan sekadar mengejar jumlah peserta. Kontingen akan diprioritaskan kepada atlet pelajar yang dinilai memiliki potensi paling besar untuk bersaing dan membawa pulang medali. (bud/c1/ady)

Editor : Ratna Anggi Puspita Sari
POPDA Jatim 2026 Popda Ngawi Atlet Pelajar Blitar Anggaran Olahraga Kota Blitar dispora kota blitar