Jurnalis Hilang Kontak Saat Liputan Erupsi Anak Krakatau, Wartawan Blitar Gelar Doa Bersama

Noormalady Usman • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 08:09 WIB
SIMPATI : Sejumlah jurnalis Blitar berdoa bersama di halaman Istana Gebang, Sabtu (12/9).
SIMPATI : Sejumlah jurnalis Blitar berdoa bersama di halaman Istana Gebang, Sabtu (12/9).

 

BLITAR KAWENTAR – Kabar lima jurnalis yang hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda mengundang keprihatinan insan pers di Blitar Raya.

 Sejumlah wartawan dan pers mahasiswa menggelar aksi solidaritas sekaligus doa bersama di halaman Istana Gebang, Kota Blitar, Sabtu (12/9).

Aksi tersebut menjadi bentuk dukungan moral bagi lima jurnalis yang hingga kini masih dalam pencarian.

Baca Juga: Muyasaroh, Kades Slorok yang Tak Gentar Hadapi Pilkades 2026: Bahagia Bisa Bantu Lebih Banyak Orang

Para peserta juga mendoakan tim SAR yang terus berupaya menemukan para jurnalis serta kru yang hilang kontak.

Tidak hanya wartawan dan mahasiswa, perwakilan anggota Polres Blitar Kota turut hadir dalam aksi doa bersama tersebut. Para peserta duduk melingkar di halaman Istana Gebang sembari memanjatkan doa untuk keselamatan para korban.

Koordinator aksi, Yoyok Agusta, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk solidaritas sesama jurnalis sekaligus dukungan kepada keluarga korban.

Baca Juga: Dispora Kota Blitar Inventarisasi Atlet Potensial untuk Terjun di POPDA Jatim, Ini Sejumlah Cabornya

Menurutnya, seluruh insan pers berharap lima jurnalis yang hilang kontak dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat. Dukungan juga diberikan kepada tim SAR yang sampai saat ini masih melakukan pencarian.

Yoyok menilai kejadian tersebut menjadi pengingat penting bagi seluruh jurnalis mengenai keselamatan saat menjalankan tugas di lapangan.

“Peristiwa ini bisa terjadi kepada semua jurnalis dalam melaksanakan tugasnya. Para jurnalis harus tetap mengedepankan keselamatan dalam menjalankan tugas di lapangan. Tidak ada berita seharga nyawa,” ujarnya.

Pesan tersebut menjadi salah satu poin penting dalam aksi solidaritas. Tugas jurnalistik memang menuntut keberanian dan mobilitas tinggi, tetapi keselamatan tetap harus menjadi prioritas ketika berada di lokasi berisiko.

Informasi dalam naskah menyebutkan, lima jurnalis bersama dua kru kapal dan seorang pemandu hilang kontak saat melakukan liputan erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda pada Senin (7/9/2026).

Kelima jurnalis tersebut adalah Muhammad Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudhistiro Pranoto dari iNews, Firman Daus dari Anadolu Agency, dan Donal Husni, fotografer lepas.

Baca Juga: Antisipasi Keracunan Usai Santap MBG, Wali Kota beserta jajaran aparat sidak ke SPPG di Kota Blitar

Selain lima jurnalis, terdapat dua kru kapal dan satu pemandu yang juga hilang kontak. Mereka yakni Warta selaku kapten kapal, Sukarman sebagai anak buah kapal, serta Heriyanto sebagai pemandu.

Doa bersama di Blitar menjadi bentuk kepedulian sesama pekerja pers terhadap peristiwa tersebut. Para jurnalis berharap seluruh korban segera ditemukan dan keluarga yang menanti mendapat kabar baik. (bud/c1/ady)

Editor : Ratna Anggi Puspita Sari
jurnalis hilang kontak erupsi anak Krakatau wartawan blitar aksi solidaritas jurnalis selat Sunda