Doa Bersama Tiap Malam Jumat Legi Digelar di MBK, Pemkot Blitar Bidik Wisatawan Malam Hari

M. Subchan Abdullah • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 12:00 WIB
BUKA MALAM HARI: Sejumlah pengunjung dari berbagai daerah berziarah di Makam Bung Karno hampir setiap hari.
BUKA MALAM HARI: Sejumlah pengunjung dari berbagai daerah berziarah di Makam Bung Karno hampir setiap hari.

BLITAR KAWENTAR – Makam Bung Karno (MBK) di Kota Blitar kini memiliki agenda rutin baru setelah layanan wisata dibuka selama 24 jam. Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar menggelar ziarah dan doa bersama setiap malam Jumat Legi atau Kamis malam. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bentuk penghormatan spiritual kepada Presiden Pertama RI Sukarno, tetapi juga diharapkan mampu menarik lebih banyak pengunjung.

Agenda doa bersama di MBK tersebut mulai dilaksanakan pada Kamis (10/9). Pelaksanaan kegiatan bertepatan dengan dibukanya layanan wisata Makam Bung Karno selama 24 jam. Pemkot Blitar ingin memanfaatkan momentum tersebut dengan menghadirkan aktivitas yang dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung pada malam hari.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Blitar Rike Rochmawati mengatakan, doa bersama akan menjadi kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap malam Jumat Legi. Masyarakat dan pengunjung diajak untuk bersama-sama mendoakan arwah Bung Karno yang dimakamkan di kompleks MBK.

Baca Juga: Pedagang MBK Terdampak Layanan Makam Bung Karno 24 Jam, Pemkot Blitar Siapkan Sistem Giliran Jualan

Malam Jumat Legi Dipilih untuk Agenda Rutin

Menurut Rike, kegiatan ziarah dan doa bersama tersebut memiliki tujuan utama sebagai bentuk penghormatan spiritual kepada almarhum Bung Karno. Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari aktivitas yang menyertai layanan wisata MBK selama 24 jam.

Pemilihan malam Jumat Legi juga memiliki pertimbangan tersendiri. Dalam tradisi masyarakat Jawa, malam Jumat Legi dikenal sebagai salah satu waktu yang dianggap sakral dan penuh keberkahan untuk berkirim doa. Pemkot Blitar kemudian memanfaatkan momentum tersebut untuk menghadirkan kegiatan bernuansa spiritual di kawasan makam Bung Karno.

Baca Juga: Dispendik Kota Blitar Tunggu Keputusan Pemkot soal Kelanjutan Guru Tamu di Sekolah Rakyat

Rangkaian kegiatan doa bersama di antaranya diisi dengan pembacaan Surat Yasin dan kalimat tahlil. Doa tersebut ditujukan untuk memohonkan ampunan bagi almarhum Bung Karno. Dengan kegiatan tersebut, suasana malam di kompleks MBK diharapkan tetap memiliki nuansa religi sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat untuk melakukan ziarah secara bersama-sama.

Tak Sekadar Ziarah, Jadi Daya Tarik Wisata

Selain memiliki nilai spiritual, doa bersama di MBK juga diarahkan untuk mendukung upaya meningkatkan daya tarik kawasan wisata tersebut. Dengan agenda rutin setiap malam Jumat Legi, pengunjung tidak hanya datang untuk melakukan ziarah secara pribadi. Mereka juga memiliki kesempatan mengikuti kegiatan doa bersama yang telah disiapkan pemerintah.

Rike menjelaskan, peningkatan jumlah pengunjung menjadi salah satu tujuan dari agenda tersebut. Pemerintah berharap kegiatan rutin itu dapat menjadi momentum khusus bagi masyarakat untuk datang ke MBK, termasuk pada malam hari.

Hal tersebut sejalan dengan kebijakan pembukaan layanan wisata MBK selama 24 jam. Sebelumnya, aktivitas wisatawan di kawasan makam lebih banyak berlangsung pada siang hingga sore hari. Dengan layanan sepanjang hari, Pemkot Blitar ingin memberikan pengalaman berbeda bagi masyarakat dan wisatawan yang berkunjung.

Agenda malam Jumat Legi pun diharapkan menjadi salah satu kegiatan yang membuat kawasan MBK tetap hidup pada malam hari. Aktivitas yang bernuansa spiritual tersebut sekaligus menambah pilihan kegiatan bagi pengunjung yang datang di luar waktu kunjungan pada umumnya.

MBK Diharapkan Semakin Hidup pada Malam Hari

Baca Juga: Di Demo Wawali dan Pengurus KONI, Begini Respon Pemkot Blitar Terkait Dana Hibah

Pemkot Blitar berharap pembukaan layanan MBK selama 24 jam dapat memberikan pengalaman wisata yang berbeda. Keberadaan kegiatan rutin pada malam tertentu juga diharapkan menjadi alasan bagi pengunjung untuk datang secara khusus ke kawasan makam.

Rike menambahkan, doa bersama akan menjadi salah satu kegiatan yang menyertai layanan MBK 24 jam. Agenda tersebut diharapkan memperkuat nuansa religi dan spiritual di kawasan makam sekaligus mendukung upaya pemerintah meningkatkan daya tarik wisata.

Dengan demikian, MBK tidak hanya menjadi lokasi ziarah pada siang hari. Melalui doa bersama setiap malam Jumat Legi, kawasan makam Bung Karno diharapkan tetap memiliki aktivitas pada malam hari. Kegiatan tersebut memadukan unsur penghormatan kepada Bung Karno dengan upaya Pemkot Blitar mengembangkan daya tarik wisata di kawasan tersebut.

Editor : Regina Gavin Agata
wisata MBK Jumat Legi makam bung karno doa bersama Pemkot Blitar