Budidaya Ikan Nila Gandusari Menjanjikan, BUMDes Targetkan Produksi 2 Ton

Agus Muhaimin • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 11:00 WIB
Budidaya ikan nila Gandusari makin menjanjikan, BUMDes proyeksikan panen 2 ton.
Budidaya ikan nila Gandusari makin menjanjikan, BUMDes proyeksikan panen 2 ton.

BLITAR KAWENTAR – Budidaya ikan nila Gandusari mulai menunjukkan prospek menjanjikan. Melimpahnya sumber daya air di Desa Gandusari, Kecamatan Gandusari, menjadi modal penting bagi masyarakat untuk mengembangkan sektor pertanian sekaligus perikanan.

Kepala Desa Gandusari Binti Ani Susanti mengatakan mayoritas warga di wilayahnya berprofesi sebagai petani. Kondisi tersebut tidak terlepas dari karakter wilayah yang memiliki ketersediaan sumber air cukup baik sehingga mampu menunjang aktivitas pertanian dan pengembangan usaha perikanan.

“Mayoritas masyarakat kami petani. Sumber air di desa juga bagus sehingga pertanian memang menjadi pilihan utama masyarakat,” katanya.

Baca Juga: ASUS ExpertBook Ultra 1,1 Kg Punya Layar OLED 3K dan Intel Arc B390

Selain menopang lahan pertanian, ketersediaan air di Gandusari dimanfaatkan sebagian masyarakat untuk mengembangkan budi daya ikan. Kolam-kolam ikan menjadi salah satu bentuk pemanfaatan sumber daya alam yang sekaligus membuka peluang tambahan pendapatan bagi warga.

Potensi tersebut kemudian mendapat perhatian dari Pemerintah Desa Gandusari. Sektor perikanan dimasukkan sebagai salah satu bagian dari program pembangunan dan pengembangan ekonomi desa. Melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), pemerintah desa kini menjalankan usaha perikanan, khususnya pembesaran ikan nila.

BUMDes mengelola belasan kolam semipermanen yang digunakan sebagai lokasi pembesaran ikan. Dari usaha tersebut, potensi produksi diproyeksikan mencapai sekitar 2 ton ikan nila.

Baca Juga: ASUS ExpertBook Ultra, Laptop Tipis 1,1 Kg yang Bisa Diajak Main Game

“BUMDes punya usaha perikanan. Ada belasan kolam semipermanen yang kami kelola. Proyeksinya bisa menghasilkan sekitar 2 ton ikan nila,” jelas Ani.

Pengembangan budidaya ikan nila Gandusari dinilai memiliki peluang karena didukung kondisi lingkungan yang sesuai. Kualitas air menjadi salah satu faktor penting yang membuat aktivitas budi daya perikanan telah berkembang di wilayah tersebut sejak lama.

Menurut Ani, persoalan pemasaran menjadi salah satu hal yang relatif tidak dikhawatirkan dalam usaha perikanan di Gandusari. Permintaan terhadap ikan nila cukup tinggi sehingga hasil panen memiliki pasar yang dapat terus dikembangkan.

Hasil perikanan dari Gandusari selama ini tidak hanya dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar. Sebagian hasil budi daya juga dipasarkan ke luar daerah. Kondisi tersebut menunjukkan adanya peluang bagi usaha perikanan desa untuk memperluas jangkauan pemasaran.

“Kualitas air di desa ini sangat mendukung sehingga sejak dulu banyak pembudi daya ikan, terutama koi. Dari sana pula, masyarakat sudah terbiasa untuk memasarkan hasil budi daya perikanan mereka, termasuk ikan nila,” terangnya.

Pengalaman masyarakat dalam mengembangkan ikan koi menjadi salah satu modal sosial dalam pengembangan komoditas perikanan lainnya. Kebiasaan membudidayakan sekaligus memasarkan hasil perikanan membuat warga memiliki pengalaman menghadapi pasar.

Baca Juga: Pasar Pahing Kota Blitar Sudah 100 Persen, Tapi Belum Bisa Diserahterimakan

Beberapa waktu lalu, BUMDes Gandusari juga melakukan panen parsial ikan nila. Panen tersebut bukan dilakukan untuk menghabiskan seluruh ikan yang berada di dalam kolam, melainkan sebagai upaya mengurangi kepadatan populasi.

Langkah tersebut dilakukan agar jumlah ikan di kolam lebih terkendali sehingga pertumbuhannya dapat berlangsung secara optimal. Dari hasil panen, harga ikan nila dinilai cukup menjanjikan.

“Harganya lumayan bagus, 25 per kg. Isinya 4 sampai 5 ekor per kg. Kalau ukurannya lebih besar, harganya bisa lebih bagus lagi,” jelas Ani.

Baca Juga: ROG Zephyrus Duo GX651A Rp130 Juta, Begini Kemampuan Laptop Dual Screen

Selain menyasar konsumen untuk kebutuhan rumah tangga, ikan nila dari Gandusari juga memiliki peluang pasar lain. Salah satunya adalah pengelola kolam pemancingan yang membutuhkan pasokan ikan dalam jumlah tertentu.

“Selain untuk konsumsi, ikan nila juga banyak dibutuhkan kolam-kolam pemancingan. Jadi, pasarnya cukup banyak,” imbuhnya.

Dengan dukungan sumber air, pengalaman masyarakat dalam budi daya perikanan, serta pasar yang cukup terbuka, budidaya ikan nila Gandusari berpotensi menjadi salah satu penggerak ekonomi desa sekaligus menambah sumber pendapatan masyarakat. (hai/c1/sub)

Editor : Azahra Meilisani Salma
budidaya ikan nila Gandusari BUMDes Gandusari perikanan Gandusari kolam pemancingan ikan nila