Padahal, hingga Senin (14/9), progres pemeliharaan Pasar Pahing disebut telah mencapai hampir 100 persen. Pekerjaan kini tinggal menyelesaikan proses pembersihan lokasi sebelum proyek dinyatakan rampung.
Ketua Komisi II DPRD Kota Blitar Yohan Tri Waluyo mengatakan, persoalan tersebut diketahui dalam rapat koordinasi bersama dua organisasi perangkat daerah (OPD), yakni Dinas Perdagangan dan Perindustrian. Rapat membahas pelaksanaan proyek pemeliharaan Pasar Pahing serta rehab atau pemeliharaan Pasar Legi.
Baca Juga: Pasar Pahing Kota Blitar Sudah 100 Persen, Tapi Belum Bisa Diserahterimakan
“Kalau di Dinas Perdagin ada pemeliharaan Pasar Pahing dan rehab atau pemeliharaan Pasar Legi,” ujar Yohan.
Khusus proyek Pasar Pahing, Yohan menyebut pekerjaan secara umum sudah mendekati selesai. Namun, Komisi II masih menemukan sejumlah hal yang perlu menjadi perhatian, terutama terkait fungsi pengawasan proyek.
Menurut dia, konsultan pengawas dinilai belum maksimal dalam menjalankan tugasnya. Hal itu diketahui setelah pihaknya menanyakan absensi atau catatan kehadiran konsultan selama pekerjaan berlangsung.
Baca Juga: Karhutla Gunung Kawi Makin Mengkhawatirkan, Waterbombing Dibatalkan karena Cuaca Ekstrem dan Angin
“Tadi memang sekilas terkait konsultan pengawasan ini, kita melihat ke pekerjaannya, pengawas ini kurang maksimal,” katanya.
Yohan mengatakan, dari absensi yang ditanyakan dalam rapat, konsultan pengawas ternyata tidak hadir setiap hari di lokasi proyek. Kondisi tersebut menjadi perhatian DPRD karena keberadaan pengawas dibutuhkan untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai dengan perencanaan dan ketentuan yang telah ditetapkan.
“Kita tanyakan terkait absen hadir, ternyata tidak tiap hari konsultan pengawas ini hadir di lokasi,” jelasnya.
Selain kehadiran konsultan pengawas, Komisi II DPRD Kota Blitar juga meminta penjelasan mengenai hasil uji mutu material yang digunakan dalam proyek Pasar Pahing. Material yang menjadi perhatian antara lain paving dan beton.
Yohan menyebut sampel paving telah dikirimkan untuk menjalani pengujian di Trenggalek sekitar sepekan sebelumnya. Hasil pengujian tersebut masih ditunggu dan diharapkan segera diketahui.
Sementara itu, untuk material beton, pengujian direncanakan dilakukan dalam waktu dekat. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan material yang digunakan dalam pekerjaan memenuhi standar mutu yang dipersyaratkan.
Baca Juga: ROG Zephyrus Duo GX651A Rp130 Juta, Begini Kemampuan Laptop Dual Screen
“Terkait Pasar Pahing, terkait cek mutu paving dan beton, kita juga minta hasil sampelnya. Untuk yang paving sudah dikirimkan ke Trenggalek seminggu yang lalu dan hasilnya segera keluar. Kalau yang beton, rencananya besok baru mau dites ke Trenggalek juga,” kata Yohan.
Rapat koordinasi tersebut turut menghadirkan konsultan perencana, konsultan pengawas, hingga pelaksana proyek. DPRD ingin mendapatkan penjelasan secara detail mengenai tahapan pekerjaan yang telah dilakukan.
Yohan menegaskan, langkah tersebut penting untuk memastikan seluruh pekerjaan berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP) dan aturan yang berlaku. Terlebih, progres proyek sudah mendekati 100 persen, sementara hasil pengujian mutu sejumlah material belum seluruhnya rampung.
Baca Juga: ASUS ExpertBook Ultra, Laptop 1,1 Kg dengan Spek Dewa dan Keamanan Kelas Korporasi
“Rapat ini kita gelar, kenapa kita harus memanggil konsultan perencana, pengawas, serta pelaksana, ini kita ingin tahu detail kegiatan yang dilakukan ini sudah benar-benar sesuai SOP, sesuai aturan apa belum,” ujarnya.
Dia menambahkan, apabila nantinya ditemukan kekeliruan atau hal-hal yang tidak sesuai aturan dalam pelaksanaan proyek, pihaknya meminta agar persoalan serupa tidak kembali terjadi pada proyek berikutnya.
“Kalau memang ditemukan di beberapa kegiatan ini mungkin masih ada kekeliruan atau hal-hal yang dilanggar, kita tadi sampaikan ke depannya jangan sampai terulang. Intinya gitu,” pungkasnya. (bud/c1/ady)
Editor : Azahra Meilisani Salma