Korban KM Virgo Transport 8 asal Blitar Bertambah, Tercatat Ada Dua Warga Gandusari

Fajar Rahmad Ali Wardana • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 12:02 WIB
Suasana rumah duka warga korban KM Virgo Transport 8 di Desa Krisik, Kecamatan Gandusari, Selasa (15/9).
Suasana rumah duka warga korban KM Virgo Transport 8 di Desa Krisik, Kecamatan Gandusari, Selasa (15/9).

BLITAR KAWENTAR - Korban kecelakaan laut KM Virgo Transport 8 asal Blitar bertambah. Total kini menjadi empat orang.

Selain dua warga asal Kecamatan Garum, dua warga lainnya, yakni asal Kecamatan Gandusari. Masing-masing dari Desa Krisik dan Desa Slumbung.

Satu dari dua warga tersebut ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Sementara satu lainnya belum ditemukan.

Baca Juga: Kastrasi Gratis Kucing di Blitar Sasar 50 Ekor, Populasi Tembus 1.209 dan Kucing Liar Jadi Perhatian

Mereka adalah Susanto dan Reyner Fausta Yosilianto. Keduanya bakal dimakamkan di kampung halaman orang tuanya di Desa Krisik, Kecamatan Gandusari.

​Meskipun secara administrasi KTP tercatat sebagai warga Desa Slumbung, Kecamatan Gandusari, korban diketahui berdomisili di Desa Pagersari, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang.

​Kepala Desa Krisik, Hadi Budi Setiawan mengatakan informasi musibah tragis tersebut pertama kali diterima melalui koordinasi lintas kepala desa bersama pihak Tim Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas). Dia mengira Susanto yang lebih dulu ditemukan, namun setelah dilakukan pengecekan ternyata Reyne dievakuasi dalam kondisi meninggak dunia.

Baca Juga: Budidaya Ikan Nila Gandusari Menjanjikan, BUMDes Targetkan Produksi 2 Ton

​"Saya mendapat informasi awal dari Kades Pagersari Ngantang setelah beliau dihubungi pihak Basarnas. Karena jenazah akan dimakamkan di Desa Krisik tempat tinggal orang tuanya, pihak pemerintah desa langsung memproses kelengkapan surat kematian setelah mendapat kepastian resmi," ujar Hadi Budi Setiawan saat ditemui di rumah duka, Selasa (15/9).

​Dia melanjutkan, selain musibah yang merenggut nyawa Reyner, satu warga lainnya atas nama Susanto hingga kini dinyatakan masih hilang dan berada dalam tahap pencarian intensif oleh tim SAR gabungan di Kalimantan.

​Susanto diketahui berprofesi sebagai sopir armada truk logistik yang rutin melakukan pengiriman barang antarpulau.

Baca Juga: Karhutla Gunung Kawi Makin Mengkhawatirkan, Waterbombing Dibatalkan karena Cuaca Ekstrem dan Angin

Sebelum musibah kapal karam terjadi, Susanto bersama kernetnya Reyner diketahui baru saja bertolak pada Sabtu lalu untuk mengangkut muatan produk mi instan menuju pulau Kalimantan.

​"Untuk Pak Susanto saat ini statusnya masih dalam pencarian tim SAR di lokasi. Pekerjaan beliau sehari-hari memang sopir armada logistik ekspedisi yang Sabtu kemarin baru berangkat membawa muatan mi instan ke Kalimantan," ungkapnya.

Baca Juga: Pasar Pahing Kota Blitar Sudah 100 Persen, Tapi Belum Bisa Diserahterimakan
​
​Hingga saat ini, pihak Pemerintah Desa Krisik terus menjalin komunikasi aktif dengan Pos Basarnas guna memantau perkembangan pencarian korban yang belum ditemukan serta memfasilitasi proses pemulangan jenazah Reyner ke rumah duka.

Di lokasi, kedatangan jenazah di rumah orang tuanya di Desa Krisik disambut duka mendalam oleh sanak keluarga serta tetangga sekitar yang melayat.(jar/sub)

 

Editor : M. Subchan Abdullah
KM Virgo Transport 8 Kapal Tenggelam laka laut warga blitar korban laka basarnas