Karhutla Gunung Butak Meluas hingga Pos 2, Angin Kencang Hambat Waterbombing

Fajar Rahmad Ali Wardana • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 09:17 WIB
MEREMBET: Tampak api masih melalap Gunung Butak yang mengarah perkebunan Sirah Kencong, Selasa (15/9).
MEREMBET: Tampak api masih melalap Gunung Butak yang mengarah perkebunan Sirah Kencong, Selasa (15/9).

BLITAR KAWENTAR – Karhutla Gunung Butak yang melanda kawasan jalur pendakian Sirah Kencong, Desa Ngadirenggo, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar, semakin meluas. Kobaran api dilaporkan terus merembet turun hingga mendekati Pos 2 pada Selasa (15/9).

Perkembangan karhutla Gunung Butak tersebut menjadi perhatian karena pergerakan titik api berlangsung cepat dalam beberapa hari terakhir. Kondisi medan yang terjal ditambah embusan angin kencang membuat upaya pemadaman menjadi semakin sulit.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Blitar Wahyudi mengatakan, api terus bergerak dari Pos 3 menuju Pos 2. Sebelumnya, pada Minggu (13/9), api masih berada di sekitar Pos 5 dan kemudian bergerak menuju Pos 4. Sehari berikutnya, api merembet dari Pos 4 ke Pos 3.

Baca Juga: Karhutla Gunung Kawi Makin Mengkhawatirkan, Waterbombing Dibatalkan karena Cuaca Ekstrem dan Angin

Api Terus Merembet ke Arah Pos 2

Wahyudi menjelaskan, titik api kini tersebar di sejumlah spot pada lereng Gunung Butak yang memiliki kontur sangat curam dan terjal. Kondisi tersebut menyulitkan tim gabungan untuk melakukan pemadaman secara langsung.

“Perkembangan hari ini (kemarin, Red), api terpantau terus menjalar dari Pos 3 menuju ke Pos 2,” ujar Wahyudi, Selasa (15/9).

Baca Juga: Bonsai Klampis Tua dari Gunung Kidul Dirapikan dengan Teknik Cutting

Selain medan yang sulit dijangkau, angin kencang juga mempercepat pergerakan api. Situasi tersebut menjadi salah satu kendala utama dalam penanganan karhutla yang terjadi di kawasan Gunung Butak.

BPBD Kabupaten Blitar telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk melakukan pemadaman dari udara menggunakan helikopter waterbombing. Namun, upaya tersebut belum dapat dilakukan secara optimal di wilayah Blitar karena kondisi cuaca ekstrem di kawasan ketinggian.

Waterbombing Terkendala Angin Kencang

Helikopter waterbombing memang telah diterjunkan ke kawasan Gunung Butak. Akan tetapi, pemadaman yang berhasil dilakukan baru berada di area puncak Butak sisi Kabupaten Malang. Kondisi cuaca di wilayah tersebut dinilai masih memungkinkan untuk penerbangan.

Sementara itu, untuk wilayah Kabupaten Blitar, hasil survei udara menunjukkan embusan angin masih sangat keras. Kondisi tersebut membuat penerbangan pemadaman berisiko terhadap keselamatan.

Sesuai standar keselamatan penerbangan, helikopter pembawa tandon air tidak diperbolehkan beroperasi ketika kecepatan angin melebihi ambang batas 5 knot. Karena itu, metode waterbombing untuk wilayah Blitar terpaksa ditunda.

“Helikopter waterbombing sudah bertugas di kawasan Butak, tetapi yang berhasil tertangani baru di area puncak Butak sisi Kabupaten Malang karena cuaca di sana memungkinkan,” jelas Wahyudi.

Baca Juga: Perkebunan Sirah Kencong Blitar, Pemandangan Teh di Lereng Gunung Kawi yang Bikin Betah

14 Hotspot Terdeteksi Satelit NASA

Berdasarkan data pemantauan satelit NASA periode 13–14 September, terdeteksi 14 hotspot atau titik panas di wilayah Kabupaten Blitar. Analisis awal menunjukkan sebaran indikatif mencapai 192,68 hektare.

Meski demikian, angka tersebut masih memerlukan verifikasi melalui pengecekan lapangan. Hingga saat ini, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa akibat kebakaran tersebut.

Baca Juga: Jalur Pendakian Gunung Kawi via Sirah Kencong Ditutup 2x24 Jam, Ada Apa?

Penanganan karhutla tetap dilakukan melalui koordinasi tim gabungan. BPBD bersama unsur TNI, Polri, PTPN I Afdeling Sirah Kencong, LPHD, relawan, serta pengelola basecamp pendakian melakukan pemadaman manual pada titik-titik yang masih aman dijangkau.

Wahyudi menegaskan keselamatan petugas menjadi prioritas karena kondisi kawasan yang terjal dan berbahaya. Pemadaman manual dilakukan secara terbatas pada area yang memungkinkan tim darat untuk bergerak.

“Metode pemadaman sementara tetap mengandalkan tim gabungan darat pada area yang masih terjangkau secara aman. Kami mengutamakan keselamatan petugas karena kondisi berkontur terjal sangat berbahaya,” pungkasnya.

Editor : Regina Gavin Agata
Waterbombing Karhutla Gunung Butak BPBD Blitar. sirah kencong gunung butak