Karhutla Gunung Butak Ditangani Lewat Water Bombing, Tiga Sortie Guyur Titik Api

Fajar Rahmad Ali Wardana • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 10:15 WIB
PADAMKAN API: Helikopter water bombing mengguyur titik karhutla Gunung Butak dalam tiga sortie, Rabu (16/9).
PADAMKAN API: Helikopter water bombing mengguyur titik karhutla Gunung Butak dalam tiga sortie, Rabu (16/9).

BLITAR KAWENTAR – Penanganan karhutla Gunung Butak terus dilakukan oleh tim gabungan. Operasi pemadaman dari udara menggunakan helikopter water bombing berhasil dilaksanakan sebanyak tiga sortie, meskipun sempat menghadapi kendala cuaca dan angin kencang.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Blitar Wahyudi mengatakan, operasi water bombing tersebut dikombinasikan dengan pemadaman secara manual oleh personel di lapangan. Pemantauan terhadap titik api juga dilakukan Satuan Tugas (Satgas) gabungan melalui jalur darat.

Operasi pemadaman dari udara dimulai sejak pagi sekitar pukul 06.30 WIB. Sasaran utama water bombing difokuskan pada kawasan yang sulit dijangkau personel melalui jalur darat.

Baca Juga: Cegah TPPO, Warga Bakung Diminta Waspadai Tawaran Kerja Luar Negeri Ilegal

“Alhamdulillah hari ini operasi water bombing di kawasan Gunung Butak berjalan lancar. Pengeboman air dilaksanakan dalam tiga sortie penembakan dengan total 10 kali pergerakan run pengguyuran api dari udara,” ujar Wahyudi kepada Koran ini kemarin (16/9).

Wahyudi merinci pelaksanaan pemadaman udara tersebut. Sortie pertama dimulai pukul 07.25 WIB hingga 08.02 WIB. Dalam penerbangan pertama, helikopter melakukan tiga kali run untuk mengguyur area yang menjadi sasaran.

Setelah menyelesaikan penerbangan pertama dan melakukan pengisian bahan bakar, helikopter kembali menjalankan operasi pada sortie kedua. Penerbangan tersebut dimulai pukul 08.25 WIB dengan dua kali run pengguyuran.

Baca Juga: Cara Mendesain Fasad Rumah agar Lebih Sejuk di Tengah Cuaca Panas

Selanjutnya, sortie ketiga berlangsung mulai pukul 10.04 WIB hingga 11.05 WIB. Pada penerbangan terakhir tersebut, helikopter melakukan lima kali run secara masif dengan menyasar titik-titik yang masih terlihat kepulan asap.

Total terdapat 10 kali run pengguyuran dalam tiga sortie water bombing. Operasi udara tersebut menjadi salah satu strategi untuk menjangkau area karhutla Gunung Butak yang sulit didatangi petugas melalui jalur darat.

Untuk mendukung operasi pemadaman dari udara, pasokan air untuk tandon helikopter diambil dari dua lokasi strategis.

Dua titik tersebut yakni Kolam Hotel Nilaya di Kota Batu serta Waduk Nyunyur atau Blumbang Gede yang berada di Desa Soso, Kecamatan Gandusari.

Pemilihan dua titik tersebut dilakukan untuk mendukung kelancaran pengisian air selama operasi water bombing. Dengan dukungan sumber air tersebut, helikopter dapat kembali melakukan pengguyuran setelah melakukan pengisian sesuai kebutuhan operasi.

Baca Juga: 7 Desain Fasad Rumah Modern yang Bisa Jadi Inspirasi, dari Minimalis hingga Bata Ekspos

Meski pemadaman dari udara telah dilakukan secara intensif, kondisi di lapangan masih membutuhkan penanganan lanjutan. Sebaran api dilaporkan telah menjalar hingga sekitar area Pos 2. Beberapa titik panas juga masih ditemukan.

Setelah operasi water bombing selesai, tim gabungan melanjutkan penanganan melalui jalur darat. Personel dari BPBD, TNI, Polri, relawan, serta pengelola pendakian dikerahkan untuk melakukan penyisiran atau mopping up.

Penyisiran dilakukan hingga Pos 3. Langkah tersebut bertujuan memastikan bara api yang tersisa benar-benar padam sehingga tidak kembali menyulut vegetasi kering di sekitar lokasi.

Baca Juga: Bikin Taman Sendiri di Rumah Bisa Hemat Biaya, Ini Tahapan yang Dilakukan

Menurut Wahyudi, penanganan kebakaran hutan dan lahan di Gunung Butak dilakukan dengan mengombinasikan strategi dari udara dan darat. Pola penanganan disesuaikan dengan kondisi serta dinamika yang ditemukan di lapangan.

“Penanganan darat dan udara terus dikombinasikan sesuai dinamika lapangan. Kendati medan sangat terjal dan berisiko tinggi, fokus kami adalah memutus penyebaran api sembari memastikan seluruh personel selamat,” terangnya.

Hingga operasi penanganan tersebut berlangsung, BPBD Kabupaten Blitar memastikan tidak terdapat korban jiwa. Keselamatan personel menjadi salah satu perhatian utama mengingat kondisi medan Gunung Butak yang terjal dan memiliki risiko tinggi.

“Hingga saat ini dipastikan nihil korban jiwa,” pungkasnya. (jar/ady)

Editor : Azahra Meilisani Salma
Kebakaran hutan dan lahan Karhutla Gunung Butak water bombing gunung butak BPBD Kabupaten Blitar