Bakar Lahan Dekat Rel Bisa Picu Kereta Berhenti Luar Biasa, KAI Perketat Pengawasan

M. Subchan Abdullah • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 13:30 WIB
Ilustrasi—Kebakaran lahan di dekat jalur rel dapat mengganggu visibilitas masinis dan membahayakan keselamatan perjalanan kereta api.
Ilustrasi—Kebakaran lahan di dekat jalur rel dapat mengganggu visibilitas masinis dan membahayakan keselamatan perjalanan kereta api.

BLITAR KAWENTAR - Bakar lahan dekat rel menjadi perhatian serius PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 7 Madiun. Cuaca panas ekstrem yang disertai potensi angin kencang membuat api dari semak, ilalang, jerami, hingga sampah kering berisiko cepat menjalar ke area jalur kereta api.

Kondisi tersebut dikhawatirkan mengganggu keselamatan perjalanan kereta api. KAI pun memperketat pengawasan operasional untuk mengantisipasi kebakaran lahan di sekitar jalur rel, terutama pada musim kemarau ketika material di area persawahan dan perkebunan mudah terbakar.

Manager Humas PT KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas bakar lahan dekat rel. Sebab, api yang awalnya kecil dapat meluas dengan cepat apabila tertiup angin. “Kami meminta kepada masyarakat untuk tidak membakar sampah, jerami, maupun lahan di dekat jalur rel karena berpotensi memicu kebakaran yang cepat meluas akibat hembusan angin,” ujarnya, Rabu (16/9).

Baca Juga: RUU Pertanahan Masuk Wacana, Ini Kaitannya dengan UUPA 1960

Kebakaran Lahan Sudah Terjadi di Sejumlah Titik

Menurut Tohari, potensi kebakaran tersebut bukan sekadar kekhawatiran. Sejumlah kejadian kebakaran lahan telah ditemukan di wilayah Daop 7 Madiun. Pemicunya diduga berasal dari aktivitas pembakaran yang dilakukan oleh orang tidak dikenal (OTK).

Beberapa lokasi yang sempat mengalami kebakaran berada di Km 134+400 jalur hilir petak Stasiun Bagor-Saradan dan Km 172+2/3 petak jalan Stasiun Kras-Ngadiluwih.

Baca Juga: Batas Harga Saham Rp50 Ditunda, Ini Kaitannya dengan GOTO dan Dana Asing

Kebakaran di sekitar jalur rel tersebut diketahui langsung oleh masinis ketika sedang menjalankan perjalanan kereta. Setelah melihat adanya kebakaran, masinis kemudian melaporkan kejadian itu kepada stasiun terdekat agar dapat segera dilakukan penanganan dan pemadaman.

Khusus wilayah Blitar, Tohari menyebut kondisi sejauh ini masih aman. Meski demikian, kewaspadaan tetap diperlukan karena sebagian besar jalur kereta api di wilayah Daop 7 melintasi kawasan persawahan dan perkebunan yang memiliki material mudah terbakar.

Asap Tebal Bisa Ganggu Perjalanan KA

Tohari menegaskan, pembakaran lahan, jerami, maupun sampah di sekitar jalur kereta api sangat berbahaya. Pada musim kemarau, material kering yang bertemu angin kencang dapat membuat api menjalar dalam waktu singkat.

Selain kobaran api, asap tebal juga menjadi ancaman bagi perjalanan kereta api. Kepulan asap yang berada di dekat rel dapat mengurangi jarak pandang masinis atau visibilitas saat kereta melintas.

Apabila masinis menemukan kebakaran atau asap tebal yang berpotensi mengganggu perjalanan, tindakan preventif harus segera dilakukan. Kereta dapat mengurangi kecepatan hingga menghentikan perjalanan secara luar biasa atau BLB apabila situasi dinilai membahayakan.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebakaran di sekitar jalur rel tidak membahayakan rangkaian kereta, penumpang, maupun fasilitas operasional.

Baca Juga: Cara Mengikat Kail Pancing agar Tidak Mudah Lepas, Kenali 3 Simpul yang Bisa Dipakai

Masinis Wajib Laporkan Potensi Bahaya

KAI juga memiliki prosedur untuk menangani potensi gangguan akibat kebakaran. Masinis yang melihat adanya bahaya di sekitar jalur rel akan segera melaporkannya kepada Pusat Pengendali Perjalanan KA (Pusdal).

Informasi tersebut kemudian diteruskan secara real-time kepada unit pengamanan, petugas fasilitas jalan rel, serta kereta api berikutnya yang akan melintasi petak jalan tersebut.

Baca Juga: Cara Mengikat Kail Pancing agar Kuat dan Tidak Mudah Terlepas Saat Memancing

Dengan mekanisme itu, petugas dapat melakukan langkah antisipasi agar risiko kebakaran tidak berkembang menjadi gangguan perjalanan yang lebih besar.

KAI kembali meminta masyarakat meningkatkan kesadaran saat beraktivitas di sekitar jalur rel. Pembakaran jerami, ilalang, sampah, atau lahan yang dilakukan tanpa memperhitungkan kondisi angin dapat menimbulkan risiko terhadap keselamatan perjalanan KA.

KAI berharap masyarakat ikut menjaga area sekitar jalur kereta api dan tidak melakukan pembakaran yang dapat memicu kebakaran. Kesadaran bersama dinilai penting untuk mencegah gangguan perjalanan sekaligus menjaga keselamatan penumpang, masinis, serta fasilitas perkeretaapian.

Editor : Regina Gavin Agata
jalur kereta api Kebakaran Lahan bakar lahan dekat rel keselamatan KA kai daop 7 madiun