BLITAR KAWENTAR – Keluarga Reyner Fausta Yosilianto, 22, salah satu korban meninggal dalam tragedi tenggelamnya KM Virgo Transport 8, mendapat santunan total Rp 70 juta.
Santunan tersebut diserahkan kepada Mayang Widiawati, istri almarhum Reyner yang merupakan ahli waris sah. Penyerahan dilakukan PT Jasa Raharja Cabang Kediri secara non-tunai atau cashless langsung ke rekening penerima.
Reyner merupakan warga Desa Slumbung dan dimakamkan di Desa Krisik, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar. Santunan diberikan setelah PT Jasa Raharja memastikan pemenuhan hak korban penumpang angkutan umum yang sah.
Baca Juga: Keluhan Perubahan Desil Meningkat, Dinsos Kota Blitar Tambah Layanan di MPP Setiap Hari
Santunan Rp 50 Juta dan Tambahan Rp 20 Juta
Kepala PT Jasa Raharja Cabang Kediri Nur Asnawi Azis mengatakan, santunan yang diterima keluarga terdiri dari Rp 50 juta dari pemerintah melalui Jasa Raharja serta tambahan Rp 20 juta dari Jasa Raharja Putera.
“Korban penumpang sah dari Kapal Motor Virgo mendapat santunan dari pemerintah melalui Jasa Raharja sebesar Rp 50 juta, ditambah dari Jasa Raharja Putera sebesar Rp 20 juta,” ujar Nur Asnawi Azis, Rabu (16/9).
Seluruh dana santunan tersebut diserahkan secara cashless ke rekening Mayang sebagai istri sekaligus ahli waris sah almarhum Reyner.
Baca Juga: Tujuh Anggota DPRD Kota Blitar Dilaporkan Terkait Aksi KONI, Ini Duduk Perkaranya
Penyerahan santunan menjadi bagian dari pemenuhan hak keluarga korban musibah angkutan umum sesuai ketentuan yang berlaku.
Jenazah Reyner Berhasil Dievakuasi
Sementara itu, Kepala Bidang Perkapalan dan Kepelautan KSOP Utama Tanjung Priok Mustamin menjelaskan proses penemuan dan evakuasi jenazah Reyner.
Jenazah Reyner berhasil ditemukan dengan bantuan armada kapal dan perahu yang melintas di sekitar lokasi kejadian. Kapal-kapal tersebut turut membantu proses pencarian dan pertolongan di tengah kondisi laut.
Baca Juga: Sopir Ekspedisi Asal Garum Blitar Selamat dari Kapal Karam KM Virgo Transport 8, Begini Kronologinya
Setelah berhasil dievakuasi, jenazah menjalani proses identifikasi medis. Selanjutnya, jenazah diterbangkan menuju rumah duka orang tuanya di Desa Krisik, Kecamatan Gandusari.
Pihak otoritas kesyahbandaran juga memberikan pendampingan hingga proses pemakaman selesai dilakukan.
“Almarhum Reyner Fausta Yosilianto berhasil ditemukan atas bantuan perahu dan kapal-kapal sekitar yang ikut membantu operasi pertolongan,” ungkap Mustamin.
Menurutnya, KSOP Utama Tanjung Priok mendapat tugas khusus untuk mendampingi sekaligus mengantar jenazah Reyner hingga ke pemakaman keluarga.
Keluarga Masih Menunggu Kabar Susanto
Di balik santunan yang telah diterima, keluarga Reyner masih menghadapi duka dan penantian. Sebab, hingga kini masih ada anggota keluarga yang belum ditemukan.
Susanto, kakak almarhum Reyner, diketahui merupakan sopir utama truk ekspedisi yang ikut dalam perjalanan tersebut. Keberadaannya sampai sekarang masih dalam pencarian tim SAR gabungan.
Kondisi tersebut membuat keluarga masih menunggu perkembangan proses pencarian. Santunan yang telah diterima memang menjadi bentuk pemenuhan hak keluarga korban, tetapi tidak serta-merta menghapus rasa kehilangan.
Kehadiran PT Jasa Raharja dan KSOP Utama Tanjung Priok di rumah duka sekaligus menjadi bentuk pendampingan kepada keluarga korban musibah pelayaran.
Nur Asnawi Azis menyampaikan duka cita kepada keluarga Reyner. Ia berharap santunan yang diberikan dapat membantu menopang kebutuhan keluarga yang ditinggalkan, khususnya istri dan anak almarhum.
Bagi keluarga, proses pencarian Susanto menjadi perhatian berikutnya. Mereka masih menunggu kabar dari tim SAR gabungan mengenai perkembangan pencarian tersebut.
Sementara itu, hak santunan bagi ahli waris Reyner telah dipenuhi melalui penyerahan dana Rp 70 juta secara cashless. Proses tersebut dilakukan sebagai bagian dari perlindungan bagi penumpang angkutan umum yang sah dan keluarganya setelah terjadi musibah.
Editor : Aprillita Saskia Azzahrah Putri Kurniawan