AI untuk Guru Bukan Pengganti Pendidik, Justru Bisa Bantu Buat Pembelajaran Lebih Efektif

Agus Muhaimin • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 11:22 WIB
Pemateri Workshop Al "Guru Juga Mampu" menyampaikan materi kepada peserta dalam pelatihan pemanfaatan Al untuk mendukung proses pembelajaran.
Pemateri Workshop Al "Guru Juga Mampu" menyampaikan materi kepada peserta dalam pelatihan pemanfaatan Al untuk mendukung proses pembelajaran.

BLITAR KAWENTAR – Pemanfaatan AI untuk guru mulai didorong sebagai salah satu sarana penunjang proses belajar mengajar. Teknologi artificial intelligence (AI) dinilai dapat membantu pendidik menjalankan berbagai tugas sekaligus membuat pembelajaran lebih efektif dan menarik bagi siswa.

Hal tersebut mengemuka dalam Workshop AI “Guru Juga Mampu” yang digelar Jawa Pos Radar Blitar bekerja sama dengan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Blitar. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Vocation Edutorium SMK Negeri 1 Blitar, Rabu (17/9), tersebut diikuti sekitar 50 guru SMK se-Blitar Raya.

Pelatihan AI untuk guru itu mendapat respons positif dari peserta. Para guru terlihat antusias menyimak materi yang disampaikan selama kegiatan. Pelatihan tersebut juga menjadi ruang bagi pendidik untuk memahami perkembangan teknologi AI serta cara memanfaatkannya dalam konteks pendidikan.

Baca Juga: Short Course AI untuk Guru Digelar di Blitar, 50 Pendidik Bakal Dibekali Strategi Memanfaatkan Kecer

AI Bantu Guru, Bukan Gantikan Perannya

Kasi SMK Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Wilayah Blitar Agus Supriyadi mengapresiasi pelaksanaan pelatihan tersebut. Menurut dia, kegiatan semacam ini relevan dengan kebutuhan guru di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.

Agus melihat peserta cukup aktif mengikuti materi. Ia menilai gambaran materi yang diberikan sudah jelas dan masih dapat dikembangkan sesuai kebutuhan masing-masing guru.

Baca Juga: Dispendik Kota Blitar Tunggu Keputusan Pemkot soal Kelanjutan Guru Tamu di Sekolah Rakyat

Menurutnya, perkembangan AI perlu disikapi dengan pemahaman yang tepat. Guru tidak perlu menganggap teknologi tersebut sebagai ancaman dalam menjalankan tugasnya. Sebaliknya, AI dapat digunakan sebagai alat bantu untuk mendukung kegiatan pembelajaran.

“AI bukan untuk menggantikan peran guru. Justru bisa menjadi penunjang dalam proses belajar agar lebih efektif,” ujar Agus.

Pemanfaatan AI di sekolah dengan demikian tetap menempatkan guru sebagai bagian penting dalam proses pendidikan. Teknologi digunakan untuk membantu pekerjaan dan pembelajaran, bukan mengambil alih peran pendidik.

Guru Perlu Bijak Menggunakan Teknologi

Pemateri dari SMK Telkom Malang, Hirga Ertama Putra, menegaskan perkembangan teknologi, termasuk AI, merupakan sesuatu yang tidak bisa dibendung atau dikendalikan. Karena itu, guru perlu mengenal teknologi tersebut dan memahami cara menggunakannya secara bijak.

Hirga menggambarkan AI sebagai sebuah alat yang dampaknya bergantung pada cara manusia menggunakannya. Dalam konteks pendidikan, pemakaian yang tidak tepat bahkan dapat berdampak terhadap kreativitas siswa.

“AI itu seperti pisau. Kalau berada di tangan yang salah, bisa menjadi pembunuh. Dalam konteks pendidikan, yang dibunuh bisa saja kreativitas siswa. Sebaliknya, di tangan yang tepat, AI bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan,” jelasnya.

Baca Juga: PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu 2027, 231 Ribu Guru Masuk Tahap Penataan

Karena itu, penggunaan AI dalam pendidikan membutuhkan kontrol dan pemahaman. Guru tetap memiliki peran penting dalam menentukan bagaimana teknologi tersebut digunakan selama proses pembelajaran.

Bisa Bantu Buat Media Pembelajaran

Selain membantu menyelesaikan berbagai persoalan, AI juga memiliki potensi untuk mendukung guru dalam menyiapkan media pembelajaran. Kemampuan AI mengolah berbagai sumber dan informasi dapat dimanfaatkan untuk mencari ide, menyusun materi, hingga mengembangkan media ajar.

Baca Juga: PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu Januari 2027, Ada Syarat yang Bisa Mengganjal Guru Senior

“AI bisa menjadi pendukung untuk membuat media ajar yang baik. AI punya sumber dan informasi yang sangat banyak,” kata Hirga.

Ia berharap guru tidak takut terhadap perkembangan AI. Pendidik justru didorong mulai mengenal dan memanfaatkan teknologi tersebut sesuai kebutuhan pembelajaran.

Sementara itu, Agus berharap pelatihan AI untuk guru pada batch II mendatang dapat diikuti lebih banyak peserta. Dengan semakin banyak guru yang memahami teknologi tersebut, pemanfaatan AI di lingkungan pendidikan di wilayah Blitar diharapkan semakin luas.

AI pun dapat menjadi sarana pendukung bagi guru dalam menghadapi berbagai persoalan yang muncul selama proses pembelajaran. Pemanfaatannya tetap membutuhkan pertimbangan dan kontrol dari pendidik agar teknologi memberikan manfaat sesuai tujuan pendidikan.

Hirga pun berpesan agar guru tidak takut mencoba teknologi AI. Menurutnya, sarana tersebut dapat dimanfaatkan untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi dalam proses pembelajaran.

Editor : Regina Gavin Agata
AI untuk guru guru SMK pembelajaran media pembelajaran artificial intelligence