BLITAR KAWENTAR - Kondisi kolam labuh Pelabuhan Perikanan Tambakrejo, Kecamatan Wonotirto, Kabupaten Blitar, yang dangkal menjadi perhatian Pemkab Blitar. Pemerintah daerah kini melakukan koordinasi dengan pemerintah provinsi untuk mencari solusi agar aktivitas nelayan dapat kembali berjalan lancar.
Kabid Perikanan Tangkap Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar, M. Taufan Nahdi, mengakui kondisi kolam labuh yang dangkal berdampak terhadap aktivitas nelayan. Terutama ketika nelayan hendak masuk ke pelabuhan dan mendaratkan hasil tangkapan.
“Pemerintah daerah mengetahui kondisi dan kesulitan nelayan Tambakrejo, terutama terkait kolam labuh yang dangkal,” kata Taufan.
Baca Juga: 17 Tuntutan Warga Desa Serang Belum Terpenuhi, Inspektorat Beri Rekomendasi
Menurut Taufan, penyelesaian persoalan kolam labuh tidak hanya menjadi perhatian pemerintah daerah. Koordinasi dengan pemerintah provinsi terus dilakukan untuk memastikan langkah penanganan terhadap kondisi pelabuhan tersebut.
“Koordinasi dengan provinsi terus berlangsung untuk memastikan nelayan di Tambakrejo bisa beraktivitas dengan lancar,” ujarnya.
Saat disinggung mengenai perkembangan persoalan aset lahan yang selama ini disebut menjadi salah satu pemicu belum terealisasinya pengerukan kolam labuh, Taufan tidak memerinci lebih jauh.
Baca Juga: 10 Siswa SLB Negeri 1 Kota Blitar Sakit Perut dan Mual Usai Santap MBG, Satu Dirawat di RSUD Mardi W
Dia hanya menegaskan bahwa pemerintah terus berupaya memperbaiki pelayanan kepada masyarakat. Termasuk memastikan aktivitas nelayan sebagai salah satu kelompok masyarakat yang bergantung pada keberadaan Pelabuhan Perikanan Tambakrejo tetap dapat berjalan.
Pemkab Blitar berharap koordinasi dengan pemerintah provinsi dapat menghasilkan langkah penanganan terhadap kondisi kolam labuh yang saat ini menjadi kendala nelayan.
Taufan berharap para nelayan Tambakrejo dapat bersabar untuk sementara waktu. Pemerintah, kata dia, juga terus berupaya agar persoalan tersebut tidak berlarut-larut.
“Kami berharap nelayan bersabar untuk sementara waktu. Pemerintah juga berusaha secepat mungkin agar persoalan kolam labuh tersebut dapat diselesaikan,” terangnya.
Kondisi kolam labuh yang dangkal sebelumnya telah dikeluhkan nelayan Tambakrejo karena menyulitkan proses pendaratan hasil tangkapan. Terutama ketika air laut dalam kondisi surut.
Baca Juga: AI untuk Guru Bukan Pengganti Pendidik, Justru Bisa Bantu Buat Pembelajaran Lebih Efektif
Saat kondisi tersebut terjadi, nelayan tidak dapat leluasa membawa perahu masuk menuju area pelabuhan. Akibatnya, proses bongkar hasil tangkapan menjadi lebih sulit.
Kondisi kolam labuh yang dangkal membuat sebagian nelayan harus mencari cara lain untuk memindahkan hasil tangkapan dari laut menuju daratan.
Ikan yang dibawa dari laut dapat dibongkar terlebih dahulu di tengah laut. Selanjutnya, hasil tangkapan diangkut secara bertahap menuju daratan menggunakan perahu berukuran lebih kecil.
Baca Juga: Vivo Y100 5G Dibanderol Rp3 Jutaan, Bawa Fitur yang Jarang Ada di Seri Y
Cara tersebut tentu membutuhkan tambahan tenaga dan waktu. Nelayan juga harus mengeluarkan biaya operasional lebih besar dibandingkan apabila perahu dapat langsung masuk dan melakukan proses pendaratan di pelabuhan.
Selain persoalan tenaga, waktu, dan biaya, penanganan hasil tangkapan juga harus dilakukan secara cepat. Hal itu berkaitan dengan upaya menjaga kualitas ikan setelah dibawa dari laut.
Bagi nelayan, kondisi kolam labuh menjadi persoalan penting karena berkaitan langsung dengan kelancaran aktivitas melaut hingga proses pendaratan hasil tangkapan.
Pemkab Blitar kini berharap proses koordinasi yang dilakukan bersama pemerintah provinsi dapat segera menghasilkan langkah konkret. Penyelesaian persoalan tersebut diharapkan dapat mengurangi kendala yang selama ini dihadapi nelayan.
Dengan penanganan kolam labuh, aktivitas di Pelabuhan Perikanan Tambakrejo diharapkan dapat kembali berjalan lebih lancar. Nelayan juga diharapkan tidak lagi menghadapi kesulitan saat membawa hasil tangkapan dari laut menuju daratan.
Editor : Azahra Meilisani Salma