BLITAR KAWENTAR - Penemuan kasus tuberkulosis (TB) di Kabupaten Blitar terus dilakukan melalui skrining dan tracing secara masif. Hingga pertengahan September 2026, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar mencatat 870 kasus TB terkonfirmasi positif dari ribuan orang yang telah menjalani pemeriksaan.
Data Dinkes Kabupaten Blitar menunjukkan, penemuan terduga TB mencapai 9.353 orang. Dari jumlah tersebut, 870 orang dinyatakan positif TB. Sebanyak 852 pasien atau 97,9 persen di antaranya telah mendapatkan penanganan pengobatan atau enrollment.
Skrining TB tersebut dilakukan dengan menyasar kontak erat pasien, terutama keluarga dan tetangga terdekat. Petugas puskesmas diterjunkan ke berbagai lokasi untuk menemukan kasus baru sedini mungkin sekaligus mencegah penyebaran penyakit di lingkungan sekitar.
Baca Juga: Mobil Bekas di Bawah Rp100 Juta yang Disebut Minim Penyakit
Tracing TB Sasar 40 Lokus
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Blitar Anggit Ditya Putranto mengatakan, tingginya angka penemuan kasus tersebut tidak terlepas dari kegiatan tracing secara masif. Program itu merupakan bagian dari gerakan serempak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI di berbagai wilayah Indonesia.
Menurut Anggit, kegiatan skrining juga diintegrasikan dengan layanan Cek Kesehatan Gratis. Pemeriksaan secara khusus diarahkan untuk menemukan kasus baru melalui skrining kontak erat pasien tuberkulosis.
Baca Juga: 8 Mobil Bekas di Bawah Rp100 Juta yang Disebut Minim Penyakit, Ada Avanza hingga Jazz
Dalam pemeriksaan tersebut, petugas menggunakan fasilitas X-ray atau rontgen thorax dada portabel. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui warga yang memiliki indikasi paparan kuman TB sehingga dapat segera mendapatkan pemeriksaan dan penanganan lanjutan.
Program tracing terpadu itu telah berjalan secara bergiliran sejak awal Agustus 2026. Puskesmas Talun menjadi lokasi penanganan ke-16 dari total 40 lokus yang ditargetkan tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Blitar.
Di setiap lokus pelayanan, petugas menargetkan pemeriksaan terhadap 100 orang. Sasaran utama berasal dari warga yang memiliki riwayat kontak dengan pasien TB, baik anggota keluarga maupun tetangga terdekat.
Ditargetkan Tuntas Akhir 2026
Dinkes Kabupaten Blitar berencana melanjutkan penyisiran secara bertahap hingga seluruh 40 lokus selesai diperiksa. Target tersebut diharapkan dapat dituntaskan sampai akhir 2026 sehingga kasus TB yang masih berada di tengah masyarakat bisa lebih cepat ditemukan dan ditangani.
Dari belasan lokasi yang telah didatangi sebelumnya, tim medis Dinkes Kabupaten Blitar telah menemukan sejumlah kasus TB baru yang sebelumnya belum terdiagnosis. Warga dengan hasil rontgen yang mengindikasikan paparan kuman TB kemudian mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter spesialis untuk menentukan penanganan medis.
TB sendiri dapat menyerang berbagai kelompok usia, mulai anak-anak hingga lansia. Namun, berdasarkan temuan dari kegiatan tracing lapangan yang dilakukan Dinkes Kabupaten Blitar, kasus yang ditemukan didominasi kelompok usia dewasa produktif.
Setelah seseorang terdeteksi melalui pemeriksaan X-ray, dokter akan melakukan penegakan diagnosis. Warga yang dinyatakan positif TB selanjutnya mendapatkan pendampingan pengobatan secara intensif.
Langkah tersebut dilakukan agar pasien dapat menjalani pengobatan sampai sembuh sekaligus membantu memutus rantai penularan TB, khususnya di lingkungan keluarga. Dengan tracing yang menyasar kontak erat dan pemeriksaan di berbagai lokus, Dinkes Kabupaten Blitar berupaya menemukan kasus sedini mungkin dan memastikan pasien memperoleh penanganan.
Editor : Regina Gavin Agata