Makam Bung Karno Kini Hidup 24 Jam, Ada Doa Bersama Tiap Jumat Legi dan Ahad Kliwon

M. Subchan Abdullah • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 14:00 WIB
KHUSYUK: Warga hingga pelaku wisata kawasan MBK turut doa bersama pada malam Ahad Kliwon atau Sabtu (19/9) malam.
KHUSYUK: Warga hingga pelaku wisata kawasan MBK turut doa bersama pada malam Ahad Kliwon atau Sabtu (19/9) malam.

BLITAR KAWENTAR - Suasana malam di Makam Bung Karno (MBK) Kota Blitar kini mulai hidup. Sejak layanan kunjungan dibuka selama 24 jam, masyarakat memiliki kesempatan lebih luas untuk berziarah ke pusara Presiden Pertama RI tersebut, termasuk mengikuti kegiatan doa bersama yang digelar pada malam-malam tertentu.

Kawasan Makam Bung Karno yang sebelumnya lebih identik dengan aktivitas wisata dan ziarah pada siang hari, kini mulai menghadirkan aktivitas hingga malam. Hilir mudik pengunjung masih terlihat, sementara suasana kawasan makam diisi kegiatan bernuansa spiritual.

Pemkot Blitar melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Blitar menyiapkan agenda rutin berupa ziarah dan doa bersama. Kegiatan tersebut digelar setiap malam Jumat Legi atau Kamis malam serta malam Ahad Kliwon. Agenda doa bersama diisi pembacaan Surat Yasin dan kalimat tahlil.

Baca Juga: Doa Bersama Tiap Malam Jumat Legi Digelar di MBK, Pemkot Blitar Bidik Wisatawan Malam Hari

Doa Bersama Jadi Aktivitas Baru di Malam Hari

Kegiatan perdana doa bersama di Makam Bung Karno telah berlangsung pada Kamis (10/9). Agenda tersebut kemudian kembali digelar pada Sabtu (19/9) malam.

Doa bersama ditujukan untuk mendoakan arwah Bung Karno sekaligus menjadi bentuk penghormatan spiritual kepada sosok yang memiliki jasa besar bagi bangsa dan negara.

Baca Juga: Pedagang MBK Terdampak Layanan Makam Bung Karno 24 Jam, Pemkot Blitar Siapkan Sistem Giliran Jualan

Kepala Disbudpar Kota Blitar Rike Rochmawati menjelaskan, pemilihan malam Jumat Legi memiliki alasan tersendiri. Dalam tradisi dan keyakinan sebagian masyarakat Jawa, malam tersebut dikenal sebagai waktu yang dianggap sakral dan penuh keberkahan untuk berkirim doa.

“Ziarah ini sebagai bentuk penghormatan spiritual. Kami mendoakan almarhum Bung Karno dengan membaca Yasin dan tahlil, memohonkan ampunan untuk beliau,” ujar Rike.

Bagi Pemkot Blitar, agenda tersebut tidak hanya menjadi ruang bagi masyarakat untuk berziarah. Kegiatan rutin itu juga diharapkan mampu memberikan daya tarik tambahan bagi wisatawan yang datang ke kawasan Makam Bung Karno.

Dengan layanan kunjungan selama 24 jam, masyarakat kini memiliki pilihan waktu yang lebih luas untuk datang. Pengunjung tidak hanya dapat melakukan ziarah secara pribadi, tetapi juga mengikuti kegiatan doa bersama yang menjadi bagian dari tradisi masyarakat.

Malam Ahad Kliwon untuk Mengenang Bung Karno

Selain malam Jumat Legi, doa bersama juga digelar pada malam Ahad Kliwon. Waktu tersebut memiliki makna tersendiri karena berkaitan dengan waktu wafatnya Bung Karno.

Ritual doa bersama sekaligus menjadi momentum untuk kembali mengenang perjuangan dan jasa Sang Proklamator. Namun, menurut Rike, penghormatan terhadap Bung Karno diharapkan tidak berhenti pada kegiatan ziarah maupun doa bersama.

Baca Juga: Pedagang MBK Keluhkan Kebijakan Buka 24 Jam, Wali Kota Blitar Janji Tampung Aspirasi dan Evaluasi

Semangat nasionalisme dan pemikiran Bung Karno juga diharapkan terus diteladani dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai perjuangan tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.

“Penghormatan kepada Bung Karno tidak berhenti pada doa dan ziarah. Kami berharap masyarakat juga bisa meneladani semangat nasionalisme dan pemikiran beliau,” terangnya.

Layanan 24 Jam Perluas Kesempatan Berkunjung

Baca Juga: MBK Dibuka 24 Jam, Kini Pengunjung Bisa Ziarah hingga Dini Hari dan Nikmati Suasana Malam Blitar

Dukungan terhadap pembukaan layanan Makam Bung Karno selama 24 jam juga disampaikan Romy Soekarno, cucu Bung Karno, saat berziarah pada Sabtu (19/9) malam.

Menurut Romy, aktivitas ziarah dan doa bersama bukan semata-mata kegiatan untuk mengenang jasa Sang Proklamator. Lebih dari itu, kegiatan tersebut dapat menjadi ruang refleksi bagi generasi penerus untuk memahami sekaligus meneruskan semangat perjuangan Bung Karno.

Sebagai cucu Bung Karno, Romy menyebut dirinya memiliki tanggung jawab untuk ikut meneruskan cita-cita Sang Proklamator. Salah satunya dengan mendorong Indonesia menjadi bangsa yang besar, maju, dan mampu berdiri sejajar dengan negara-negara lain.

Pembukaan Makam Bung Karno selama 24 jam diharapkan semakin memperluas kesempatan masyarakat untuk berkunjung. Layanan tersebut tidak hanya berkaitan dengan peningkatan kunjungan wisata, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengenalkan kembali sejarah dan sosok Bung Karno kepada masyarakat.

Dengan adanya agenda doa bersama pada malam-malam tertentu, kawasan MBK kini memiliki daya tarik tambahan. Wisata sejarah dan ziarah berpadu dalam satu kawasan, memberikan pengalaman berbeda bagi pengunjung yang ingin mengenang Bung Karno sekaligus memahami nilai perjuangannya.

“Dengan begitu, MBK tidak hanya menjadi destinasi wisata sejarah, tetapi juga ruang untuk merawat ingatan, tradisi, dan semangat kebangsaan yang diwariskan Bung Karno,” ucapnya.

Editor : Regina Gavin Agata
blitar wisata sejarah makam bung karno doa bersama MBK