Hipertensi dan Diabetes Dominasi Temuan PTM di Kota Blitar, CKG Capai 52,05 Persen

M. Subchan Abdullah • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 13:00 WIB
Hipertensi dan diabetes menjadi temuan penyakit tidak menular tertinggi di Kota Blitar hingga Agustus 2026.
Hipertensi dan diabetes menjadi temuan penyakit tidak menular tertinggi di Kota Blitar hingga Agustus 2026.

BLITAR KAWENTAR - Kasus penyakit tidak menular (PTM) di Kota Blitar masih menjadi perhatian. Berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan masyarakat hingga Agustus 2026, hipertensi dan diabetes melitus (DM) menjadi dua penyakit dengan temuan kasus tertinggi.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Blitar, drg Silvia Dewi Kusumawati, mengatakan data tersebut dihimpun dari pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di sejumlah fasilitas kesehatan (faskes) dan titik pelayanan lainnya.

Hingga Agustus 2026, tercatat 1.937 penderita hipertensi. Sementara temuan diabetes melitus terdiri dari 152 penderita DM tipe 1 dan 760 penderita DM tipe 2.

Baca Juga: Proyek Sumber Udel Rp 1,5 Miliar Disorot DPRD, Papan Informasi Belum Terpasang

“Selain hipertensi, temuan penyakit diabetes melitus juga masih cukup tinggi. Untuk DM tipe 1 tercatat 152 orang, sedangkan penderita DM tipe 2 mencapai 760 orang,” jelas Silvia.

Jika dibandingkan dengan data 2025, jumlah temuan kasus pada 2026 menunjukkan angka yang berbeda. Pada 2025, penderita hipertensi tercatat sebanyak 2.338 orang. Sedangkan DM tipe 1 mencapai 203 orang dan DM tipe 2 sebanyak 902 orang.

Temuan PTM tersebut menjadi perhatian karena tidak hanya ditemukan pada kelompok usia lanjut. Hipertensi dan diabetes juga terdeteksi pada masyarakat usia produktif, terutama kelompok usia 21 hingga 40 tahun.

Baca Juga: Workshop Jurnalistik MTsN 8 Blitar Angkat Jurnalisme Pelajar di Era Digital, Ekskul Baru Jadi Wadah

Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala. Sebab, penyakit tidak menular dapat berkembang tanpa selalu menunjukkan gejala yang dirasakan secara jelas oleh penderitanya.

Dinkes Kota Blitar juga mencatat adanya perbedaan temuan berdasarkan jenis kelamin. Dari data yang dihimpun, penderita PTM didominasi perempuan.

“Dari temuan kasus PTM tersebut, jumlah penderita didominasi oleh perempuan. Perbandingan penderita perempuan sekitar 50 persen lebih banyak dibandingkan laki-laki,” terangnya.

Berdasarkan wilayah, Kecamatan Sananwetan tercatat memiliki jumlah temuan penderita paling banyak dibandingkan wilayah lainnya di Kota Blitar.

Namun, tingginya jumlah tersebut salah satunya dipengaruhi faktor jumlah penduduk. Dari tiga kecamatan yang ada di Kota Blitar, Sananwetan memiliki jumlah penduduk yang lebih tinggi.

Di sisi lain, Pemkot Blitar melalui Dinkes terus mendorong pelaksanaan CKG. Hingga minggu kedua September 2026, progres pemeriksaan telah mencapai 52,05 persen dari sasaran.

Baca Juga: Temukan 870 Kasus Baru TB di Blitar, Skrining Serentak Sasar 40 Lokus hingga Akhir 2026

Capaian tersebut telah melampaui target nasional bagi kabupaten/kota pada 2026 yang ditetapkan sebesar 46 persen.

“Kendati telah melampaui target, kami tetap berupaya meningkatkan cakupan pemeriksaan di lapangan,” tegasnya.

Upaya meningkatkan cakupan pemeriksaan tetap dilakukan karena target pelaksanaan CKG diperkirakan kembali meningkat pada 2027.

Baca Juga: Dugaan Keracunan MBG di Kota Blitar, SPPG Di-suspend Sambil Tunggu Hasil Lab

Cakupan pemeriksaan pada tahun tersebut diproyeksikan mencapai sekitar 55 persen dari total jumlah penduduk. Karena itu, Dinkes Kota Blitar masih terus mengejar cakupan pemeriksaan di lapangan.

“Capaian CKG tetap kami kejar karena pemeriksaan ini menjadi salah satu upaya skrining awal untuk mendeteksi penyakit tidak menular,” imbuhnya.

Melalui deteksi lebih awal, penanganan dan pencegahan diharapkan dapat dilakukan sedini mungkin. Masyarakat yang terdeteksi memiliki hipertensi maupun diabetes dalam pemeriksaan CKG akan mendapatkan surat rekomendasi untuk menjalani pemeriksaan lanjutan di fasilitas kesehatan terdekat.

Selain pemeriksaan, upaya pencegahan juga perlu dibarengi dengan perubahan pola hidup. Masyarakat dianjurkan menjaga pola makan dan rutin melakukan aktivitas fisik atau olahraga.

“ Masyarakat dianjurkan menjaga pola makan serta rutin melakukan aktivitas fisik atau olahraga,” pungkasnya. (sub/c1/ady)

Editor : Azahra Meilisani Salma
PTM kota blitar diabetes kota blitar hipertensi kota blita dinkes kota blitar kesehatan gratis