BLITAR KAWENTAR – Pikap milik Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Krisik, Kecamatan Gandusari, mengalami kerusakan parah setelah terlibat kecelakaan dengan Toyota Fortuner di wilayah Desa Soso, Sabtu (19/9). Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 13.30 WIB.
Kecelakaan itu membuat kondisi pikap KDMP Desa Krisik mengalami kerusakan cukup berat. Nilai kerusakan kendaraan diperkirakan mencapai sekitar Rp85 juta. Kondisi tersebut menjadi perhatian pengelola KDMP karena kendaraan merupakan salah satu sarana operasional koperasi.
Bagi KDMP Desa Krisik, kerusakan pikap datang ketika usaha koperasi tersebut belum menghasilkan keuntungan. Pengelola kini harus memikirkan biaya perbaikan kendaraan di tengah operasional koperasi yang masih berjalan.
Baca Juga: SAKTI Hadirkan Drama Tari Inklusif di RBK Wlingi, Libatkan Sekitar 100 Anak SLB
Pikap Pulang Tanpa Muatan
Pikap tersebut dikemudikan Wakil Ketua KDMP Desa Krisik, Reza Irawan, 30. Saat kejadian, Reza dalam perjalanan pulang dari wilayah Talun menuju Desa Krisik.
Sebelumnya, pikap tersebut hendak mengambil barang dari Agrinas. Namun, barang yang dibutuhkan ternyata belum tersedia. Karena itu, kendaraan akhirnya kembali dalam kondisi kosong.
Di tengah perjalanan, pikap kemudian terlibat kecelakaan dengan Toyota Fortuner. Benturan menyebabkan bagian pikap mengalami kerusakan cukup parah.
Baca Juga: 13 Titik Penyeberangan Brantas di Blitar Bakal Diperkuat Standar Keselamatannya
Kondisi tersebut membuat pengelola KDMP Desa Krisik harus menghadapi persoalan tambahan. Selain menjalankan kegiatan koperasi yang masih dalam tahap awal, mereka kini juga perlu memikirkan keberlangsungan kendaraan operasional.
KDMP Belum Mendapat Keuntungan
KDMP Desa Krisik sendiri menjalankan toko yang menyediakan berbagai kebutuhan pokok masyarakat. Konsepnya menyerupai toko ritel yang menyediakan kebutuhan sehari-hari warga.
Namun, pasokan barang dari Agrinas disebut belum berjalan secara rutin. Kondisi tersebut membuat sejumlah barang di rak toko mulai menipis.
Di sisi lain, biaya operasional tetap harus dikeluarkan. Kebutuhan tersebut antara lain bahan bakar, listrik, hingga gaji enam pegawai yang mencapai sekitar Rp1,9 juta per bulan.
Selama ini, biaya operasional tersebut masih mendapat dukungan dari Agrinas. Karena itu, kerusakan kendaraan menjadi persoalan yang cukup berat bagi pengelola KDMP Desa Krisik.
Baca Juga: Rutin Basahi Sel Aktif TPA, DLH Kota Blitar Perketat Antisipasi Kebakaran saat Kemarau
Pemerintah Desa Krisik berharap persoalan biaya perbaikan kendaraan dapat segera diselesaikan sehingga kegiatan koperasi tidak semakin terganggu.
Polisi Sebut Ada Faktor Kelalaian Saat Menyalip
Berdasarkan keterangan kepolisian, kecelakaan bermula ketika Toyota Fortuner berusaha mendahului kendaraan pikap Mahindra.
Saat proses mendahului berlangsung, muncul sepeda motor dari arah berlawanan. Pengemudi Fortuner kemudian membanting kemudi ke kiri hingga kendaraan tersebut menabrak bagian belakang pikap Mahindra.
Akibat kejadian tersebut, pengemudi Fortuner berinisial Y, 20, warga Desa Semen, mengalami luka ringan. Ia kemudian dibawa ke RSUD Ngudi Waluyo Wlingi untuk mendapatkan penanganan.
Baca Juga: Izin Dapur MBG Jadi Atensi Utama, Pemkot Blitar Kawal Ketat 30 SPPG agar Sesuai Regulasi
Hasil pemeriksaan awal Unit Lantas menyebut kecelakaan diduga dipicu faktor manusia, yakni kurang hati-hati atau kelalaian ketika melakukan manuver mendahului kendaraan.
Sementara itu, Kepala Desa Krisik Wawan berharap pemilik Fortuner dapat menanggung biaya perbaikan pikap KDMP. Harapan tersebut disampaikan karena kendaraan koperasi mengalami kerusakan berat setelah kecelakaan.
Kerugian yang diperkirakan mencapai Rp85 juta membuat pengelola KDMP harus menghitung kembali kebutuhan operasionalnya. Terlebih, koperasi tersebut masih berada dalam tahap pengembangan dan belum memperoleh keuntungan dari kegiatan usahanya. (jar/c1/sub)
Editor : Aprillita Saskia Azzahrah Putri Kurniawan